Alat Bantu Pencegahan

OlehMagda Lenartowicz, MD, Altais Health Solutions
Ditinjau OlehMichael R. Wasserman, MD, California Association of Long Term Care Medicine (CALTCM)
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Jul 2025
v712457_id

Tersedia banyak alat bantu pencegahan, termasuk alat bantu utama berikut:

  • Menetapkan gaya hidup sehat, yang mencakup kebiasaan sehat seperti mengenakan sabuk pengaman, mengonsumsi makanan sehat, cukup berolahraga, memakai tabir surya, dan tidak merokok

  • Menerima vaksin untuk mencegah penyakit menular seperti influenza, pneumonia pneumokokus, dan infeksi pada anak-anak

  • Mengikuti rekomendasi untuk skrining sehingga gangguan seperti tekanan darah tinggi dan kanker dapat dideteksi lebih awal

  • Jika orang berisiko tinggi mengalami gangguan tertentu (seperti aterosklerosis) atau memiliki gangguan tersebut, mengonsumsi obat sesuai rekomendasi untuk mencegah agar gangguan tidak berkembang atau memburuk (disebut terapi obat preventif)

Terapi obat preventif meliputi hal berikut:

Gaya Hidup Sehat

Gaya hidup dan penyakit jelas saling terkait. Misalnya, makan makanan yang tidak sehat (tinggi kalori, lemak jenuh, dan asam lemak trans serta kekurangan zat gizi tertentu lainnya), tidak berolahraga secara teratur, dan merokok meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, kanker, dan stroke, yang termasuk penyebab kematian utama di Amerika Serikat. Mengubah kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat dapat membantu mencegah gangguan tertentu dan/atau meningkatkan kebugaran dan kualitas hidup. Berkonsultasi dengan dokter dan tenaga kesehatan profesional lainnya dapat membantu orang mengambil keputusan yang baik dan membangun kebiasaan yang sehat. Namun demikian, menetapkan dan mempertahankan gaya hidup sehat hanya dapat dilakukan oleh orang tersebut. Mengonsumsi makanan sehat secara konsisten dan melakukan rutinitas olahraga yang cukup sulit bagi banyak orang, tetapi orang yang melakukannya mengurangi risiko terkena gangguan serius dan sering kali merasa lebih baik dan memiliki lebih banyak energi.

Kebiasaan makan yang sehat dapat membantu orang mencegah atau mengendalikan gangguan seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, osteoporosis, dan kanker tertentu. Rekomendasi meliputi:

  • Makan banyak sayuran, buah-buahan, serta sereal gandum utuh dan roti

  • Mengurangi konsumsi lemak jenuh (seperti yang ada dalam mentega, keju, daging sapi, babi, unggas dengan kulit, dan beberapa makanan siap saji) dan menghindari asam lemak trans

  • Mengganti lemak jenuh dengan lemak yang lebih sehat (lemak yang lebih sehat termasuk yang ada dalam ikan berlemak, seperti tuna, salmon, makarel, dan haring, serta yang ada dalam minyak zaitun dan minyak nabati tertentu [minyak biji zaitun, kanola, dan kedelai], biji rami, dan kenari)

  • Membatasi kalori untuk mempertahankan berat badan yang disarankan (lihat tabel Indeks Massa Tubuh (IMT))

  • Membatasi jumlah garam yang dikonsumsi

  • Mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D (dalam makanan atau suplemen)

Aktivitas fisik dan olahraga dapat membantu mencegah obesitas, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, diabetes, beberapa jenis kanker, konstipasi, risiko jatuh, dan masalah kesehatan lainnya. Rutinitas terbaik meliputi aktivitas fisik intensitas sedang dengan total 150 menit per minggu, atau aktivitas aerobik berat selama 75 menit per minggu (atau kombinasi keduanya). Periode latihan harus setidaknya berdurasi 10 menit dan idealnya rutin sepanjang minggu. Namun demikian, berolahraga sedikit pun jauh lebih baik daripada tidak sama sekali. Misalnya, orang-orang yang hanya memiliki waktu 10 menit untuk aktivitas fisik beberapa kali per minggu masih dapat memperoleh manfaat penting, terutama jika memilih latihan yang mengerahkan tenaga. Berjalan kaki adalah olahraga sederhana dan efektif yang disukai banyak orang. Jenis latihan tertentu juga dapat menargetkan masalah tertentu. Misalnya, peregangan meningkatkan fleksibilitas, yang dapat membantu mencegah risiko jatuh. Latihan aerobik dapat menurunkan risiko serangan jantung dan angina.

Berhenti merokok penting bagi gaya hidup sehat. Seorang dokter dapat memberikan dorongan dan saran tentang cara-cara untuk berhenti merokok dengan sukses, termasuk informasi dan rekomendasi tentang penggunaan produk pengganti nikotin, bupropion dan vareniklin (obat-obatan yang membantu mengurangi keinginan merokok), dan alat bantu lainnya.

Praktik seks yang aman sangatlah penting. Praktik seks aman utama adalah menghindari pasangan seks yang berisiko dan tetap saling monogami. Orang yang memiliki lebih dari satu pasangan seks dapat sangat mengurangi risiko tertular infeksi menular seksual dengan menggunakan kondom lateks dengan benar setiap kali berhubungan seks. Orang yang alergi terhadap lateks dapat menggunakan kondom jenis lain.

Membatasi penggunaan alkohol sangatlah penting. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention, CDC) merekomendasikan agar orang dewasa dengan usia legal yang mengonsumsi alkohol tidak meminum alkohol atau membatasi jumlahnya menjadi 2 minuman atau kurang dalam sehari untuk pria atau 1 minuman atau kurang dalam sehari untuk wanita pada hari-hari saat mengonsumsi alkohol. (Setiap minuman adalah sekitar satu kaleng bir 12-ounce [341 ml], 5 ons [142 ml] anggur, atau 1,5 ons [43 ml] minuman keras yang lebih pekat, seperti wiski.) Minum alkohol dalam jumlah kecil sekalipun dapat meningkatkan risiko efek berbahaya seperti kanker mulut atau esofagus dan penyakit hati.

Mencegah cedera sangat penting untuk mempertahankan gaya hidup yang sehat. Orang dapat mengurangi risiko cedera dengan melakukan tindakan pencegahan tertentu, seperti mengenakan alat pelindung diri yang sesuai (termasuk sabuk pengaman). Untuk lansia, hal berikut dapat membantu mengurangi risiko jatuh:

  • Melepaskan permadani yang longgar

  • Memiliki pencahayaan yang baik di rumah

  • Berolahraga (terutama untuk meningkatkan keseimbangan dan kekuatan otot)

  • Melakukan pemeriksaan penglihatan secara berkala, mendapatkan kacamata yang tepat, dan mengenakannya

  • Meminta dokter, perawat, atau apoteker untuk meninjau semua obat yang dapat menyebabkan jatuh ketika ada penambahan atau perubahan resep

Tidur yang cukup juga merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat, terutama yang memengaruhi suasana hati dan kondisi mental. Tidur yang tidak cukup merupakan faktor risiko cedera.

Keselamatan 101

Langkah-langkah keselamatan yang sederhana dan masuk akal dapat membantu mencegah cedera. Berikut ini adalah beberapa contoh:

Keamanan Umum

  • Pelajari pertolongan pertama.

  • Siapkan atau beli perlengkapan pertolongan pertama.

  • Pelajari resusitasi jantung paru (RJP) dan metode lain untuk meredakan obstruksi saluran napas, seperti manuver Heimlich.

  • Kenakan helm saat mengendarai sepeda atau sepeda motor, dan kenakan alat pelindung tambahan sebagaimana diindikasikan untuk olahraga, seperti pelindung pergelangan tangan untuk roller blading atau papan seluncur.

  • Simpan senjata api dengan aman.

  • Praktikkan berenang yang aman dan jangan pernah berenang sendirian.

  • Jika gerakan pergelangan tangan berulang (seperti mengetik) diperlukan, gunakan posisi yang tidak mungkin meningkatkan risiko sindrom lorong karpal.

  • Berolahraga secara teratur dan aman.

  • Hilangkan atau batasi asupan alkohol.

Keamanan Rumah

Cara mencegah risiko jatuh dan cedera akibat jatuh pada anak-anak:

  • Pasang kunci pengaman di pintu ruang bawah tanah.

  • Tutup dan kunci jendela saat ada anak-anak.

  • Ganti atau tutup mebel bersudut tajam.

  • Jangan menggunakan baby walker.

  • Pasang pelindung jendela, terutama di atas lantai pertama.

  • Pasang pagar pengaman di bagian atas dan bawah tangga.

Cara mencegah keracunan:

  • Jangan pernah mencampur produk pembersih.

  • Simpan pembersih oven dan toilet, pestisida, alkohol, dan antibeku dalam kemasan tertutup rapat dan jauh dari jangkauan anak-anak.

  • Simpan obat-obatan dalam wadah aslinya, dan gunakan wadah pil pelindung yang aman untuk anak jika di rumah ada anak kecil atau ada anak kecil yang berkunjung.

  • Ikuti petunjuk tentang cara membuang obat kedaluwarsa dan obat-obatan yang tidak lagi diperlukan dengan aman (lihat Cara Membuang Obat-obatan yang Tidak Digunakan yang tersedia di situs web Food and Drug Administration).

Cara mencegah kebakaran:

  • Pasang detektor asap yang berfungsi dengan baik di setiap lantai di rumah, termasuk ruang bawah tanah, dan di setiap kamar tidur.

  • Tes baterai setiap bulan dan pasang baterai baru setiap 6 bulan.

  • Rencanakan rute keluar dan berlatihlah.

  • Simpan alat pemadam kebakaran di dalam atau di dekat dapur.

  • Mintalah tenaga profesional untuk memeriksa sistem kelistrikan.

  • Jangan meninggalkan lilin menyala tanpa pengawasan.

  • Jangan merokok di tempat tidur.

Cara mencegah keracunan karbon monoksida:

  • Pastikan ventilasi yang memadai untuk sumber pembakaran dalam ruangan (seperti tungku, pemanas air, kompor bahan bakar kayu atau arang, dan pemanas berbahan bakar minyak tanah).

  • Bersihkan cerobong asap dan jalur cerobong asap secara teratur dan periksa untuk melihat adanya kebocoran.

  • Gunakan detektor karbon monoksida di rumah.

Cara mencegah paparan radon:

  • Mintalah agar kadar radon di rumah diperiksa.

  • Pastikan ventilasi yang memadai, terutama di ruang bawah tanah.

Cara mencegah keracunan timbal:

  • Konsultasikan dengan departemen kesehatan setempat dan tanyakan cara mendeteksi kadar timbal beracun dalam air minum rumah.

  • Cari tahu apakah cat di rumah berbasis timbal (ada di rumah yang lebih tua), dan jika ada pertanyaan, lakukan tes terhadap serpihan cat.

  • Lakukan tes timbal terhadap piring keramik yang dibuat di luar Amerika Serikat.

  • Lakukan pemeriksaan kadar timbal pada anak-anak jika disarankan oleh dokter mereka.

Cara mencegah luka bakar:

  • Atur suhu pemanas air maksimum pada 130° F (54,44° C) atau kurang.

Keamanan Pangan

  • Perhatikan tanggal "gunakan sebelum" pada kemasan.

  • Segera dinginkan makanan yang mudah rusak.

  • Jangan membeli makanan kalengan yang penyok atau apa pun dengan penutup yang longgar atau menonjol.

  • Jaga lemari pendingin pada suhu 40° F (4,44° C) dan lemari pembeku pada suhu 0° F (-17,78° C).

  • Bekukan daging segar (termasuk ikan dan unggas) yang tidak akan digunakan dalam waktu 2 hari.

  • Jangan biarkan cairan dari daging mentah menetes pada makanan lain.

  • Cuci tangan sebelum dan setelah menyiapkan makanan.

  • Masaklah makanan hingga matang sempurna.

  • Jangan menggunakan alat makan atau piring yang sama untuk daging mentah dan matang.

  • Cuci semua permukaan meja, talenan, dan alat makan menggunakan air sabun panas setelah digunakan.

Keamanan Mobil

  • Patuhi batas kecepatan dan mengemudilah dengan hati-hati.

  • Pastikan semua penumpang mengenakan sabuk pengaman.

  • Tempatkan anak-anak di kursi mobil atau penahan lain yang sesuai dengan tinggi dan berat badan mereka.

  • Jangan biarkan bayi atau anak duduk di pangkuan seseorang di dalam kendaraan yang bergerak.

  • Jangan meminum minuman beralkohol dan jangan menggunakan obat-obatan terlarang atau obat-obatan yang menyebabkan kantuk sebelum mengemudi.

Vaksinasi

Vaksin telah sangat berhasil. Penyakit menular berbahaya dan terkadang berakibat fatal seperti difteri, pertusis, tetanus, gondongan, campak, rubella, dan polio telah menurun lebih dari 99% dari jumlah kasus puncak, melalui upaya penyediaan vaksin yang efektif dan aman serta penggunaannya yang tersebar luas. Selain itu, vaksinasi menghemat sekitar $11 biaya perawatan kesehatan untuk setiap $1 yang dikeluarkan.

Banyak efek samping yang dikaitkan dengan vaksin (lihat Kekhawatiran terhadap Vaksinasi Anak). Efek samping aktual yang terjadi bergantung pada vaksin, tetapi efek samping yang umum biasanya ringan dan mencakup pembengkakan, nyeri, dan reaksi alergi di lokasi injeksi, dan terkadang demam atau menggigil. Efek samping yang lebih serius dapat terjadi. Efek samping ini mencakup reaksi autoimun (misalnya, sindrom Guillain-Barré, yang menyebabkan kelemahan sementara atau kelumpuhan). Meskipun demikian, efek samping yang serius sangat jarang terjadi jika vaksin digunakan dengan tepat.

Penelitian sistematis dan ekstensif tidak menemukan hubungan antara vaksin dan efek samping serius lainnya seperti autisme. Laporan bahwa vaksin menyebabkan HIV stadium akhir atau kemandulan adalah isapan jempol belaka dan tidak memiliki dasar faktual. Menolak vaksinasi untuk menghindari efek sampingnya dapat meningkatkan risiko terjangkit infeksi, yang merupakan ancaman terhadap kesehatan yang jauh lebih besar daripada kemungkinan efek samping vaksinasi.

Tahukah Anda...

  • Vaksinasi dapat bermanfaat bagi orang selain penerima vaksin.

Anak-anak dan remaja, lansia, dan orang-orang yang sistem kekebalannya terganggu sering kali paling rentan terhadap infeksi yang dapat dicegah oleh vaksin. Jika orang-orang ini terjangkit infeksi tersebut, mereka juga sering kali mengalami gejala serius. Misalnya, batuk rejan (pertusis) cenderung menyebabkan gejala berat pada bayi tetapi dapat bersifat ringan seperti pilek pada orang lebih tua yang sehat. Meskipun yang terpenting adalah memvaksinasi orang yang paling rentan, memvaksinasi orang lain juga sama pentingnya. Melakukan hal ini tidak hanya mencegah penyakit pada orang yang divaksin tetapi juga mengurangi jumlah orang di komunitas yang dapat terkena penyakit dan kemudian menularkan infeksi kepada orang yang lebih rentan. Dengan demikian, kematian dan komplikasi serius di masyarakat berkurang dengan memvaksinasi sebanyak mungkin orang. Efek ini disebut kekebalan kelompok.

Skrining

Skrining adalah pengujian terhadap orang yang berisiko mengalami gangguan tetapi tidak memiliki gejala apa pun (lihat juga Keputusan Pengujian Medis, Tes Skrining). Dengan melakukan skrining, dokter dapat mendeteksi gangguan sejak dini dan memulai pengobatan lebih cepat. Pengobatan yang dilakukan lebih cepat terkadang mencegah gangguan berubah menjadi mematikan. Misalnya, abnormalitas serviks atau usus besar dapat didiagnosis dan disembuhkan sebelum menjadi kanker.

Program skrining telah sangat mengurangi jumlah kematian yang disebabkan oleh beberapa gangguan. Misalnya, kematian akibat kanker serviks, yang pernah menjadi penyebab kematian akibat kanker yang paling umum di kalangan wanita Amerika, telah menurun sebesar 75% sejak tahun 1950an karena skrining kanker serviks mulai semakin banyak diterapkan. Namun demikian, penurunan bervariasi dari satu area ke area lain, bergantung pada gangguan, ketersediaan, dan keterjangkauan pemeriksaan serta faktor lainnya. Skrining juga dapat mendeteksi gangguan yang tidak dapat disembuhkan tetapi dapat diobati sebelum menyebabkan terlalu banyak kerusakan (misalnya, tekanan darah tinggi).

Rekomendasi pemeriksaan biasanya berasal dari pemerintah atau organisasi profesional dan didasarkan pada penelitian terbaik yang tersedia seperti Gugus Tugas Layanan Preventif (Preventative Services Task Force) AS. Namun, organisasi yang berbeda terkadang membuat rekomendasi yang berbeda. Ada rekomendasi yang berbeda karena hasil penelitian terbaik pun tidak selalu konklusif. Selain itu, rekomendasi skrining harus mempertimbangkan seberapa besar risiko dan seberapa besar biaya yang bersedia ditanggung seseorang, faktor-faktor yang tidak dapat diketahui dengan pasti. Dengan demikian, keputusan tentang skrining bersifat individual. Orang-orang harus mendiskusikan skrining dengan dokter mereka untuk menentukan langkah yang terbaik bagi mereka.

Tahukah Anda...

  • Beberapa tes untuk mendiagnosis gangguan sebelum gejala terjadi (tes skrining) dapat berpotensi menyebabkan lebih banyak bahaya daripada manfaat.

Orang mungkin berpikir bahwa setiap tes yang dapat mendeteksi gangguan serius harus dilakukan. Skrining dapat memberikan manfaat besar. Namun, hal ini juga dapat menimbulkan masalah. Misalnya, hasil tes skrining terkadang positif pada orang yang tidak mengidap penyakit. Akibatnya, beberapa dari mereka kemudian harus menjalani tes tindak lanjut dan/atau pengobatan tambahan yang tidak perlu, sering kali mahal, dan terkadang menyakitkan atau berbahaya.

Selain itu, terkadang skrining mendeteksi abnormalitas yang tidak dapat atau tidak perlu diobati. Misalnya, kanker prostat sering kali tumbuh begitu lambat sehingga pada pria yang lebih tua, kanker tersebut kemungkinan tidak akan memengaruhi kesehatan mereka sebelum mereka meninggal dunia akibat penyebab lain. Dalam kasus tersebut, pengobatan yang dilakukan dapat berdampak lebih buruk daripada penyakit itu sendiri. Contoh lain melibatkan penggunaan tomografi terkomputasi seluruh tubuh (CT) untuk melakukan skrining terhadap setiap orang guna mengetahui adanya kanker. Pendekatan ini tidak disarankan karena tidak memiliki manfaat (seperti menyelamatkan nyawa) yang melebihi risikonya (seperti terkena gangguan yang disebabkan oleh paparan radiasi, termasuk kanker). Selain itu, ketika orang diberi tahu bahwa mereka mungkin memiliki gangguan serius, mereka dapat menjadi cemas, dan kecemasan dapat memengaruhi kesehatan.

Karena masalah ini, skrining hanya disarankan jika:

  • Orang tersebut memiliki risiko nyata untuk mengalami gangguan yang dimaksud.

  • Tes skrining bersifat akurat.

  • Gangguan ini dapat diobati secara lebih efektif jika didiagnosis sebelum gejala muncul.

  • Manfaat perawatan kesehatan dari pemeriksaan yang tepat menjadikannya relatif hemat biaya.

Beberapa tes skrining (seperti tes untuk kanker serviks dan usus besar) disarankan untuk semua orang dengan usia atau jenis kelamin tertentu. Untuk orang-orang yang mengalami peningkatan risiko karena faktor risiko lainnya, tes dapat direkomendasikan pada usia dini atau pada interval yang lebih sering daripada yang disarankan untuk orang-orang yang berisiko rata-rata, atau dapat direkomendasikan tes tambahan. Misalnya, seseorang dengan riwayat keluarga kanker kolorektal atau penyakit yang meningkatkan peluang berkembangnya kanker kolorektal (seperti kolitis ulseratif) disarankan untuk lebih sering menjalani kolonoskopi skrining daripada yang umumnya dilakukan orang dengan risiko rata-rata. Jika seorang wanita memiliki kerabat dekat yang menderita kanker payudara (riwayat keluarga), mungkin akan disarankan skrining kanker payudara dengan pencitraan resonansi magnetik (MRI) selain mamografi.

Beberapa upaya skrining disarankan untuk orang-orang dengan gangguan tertentu. Misalnya, pengidap diabetes harus memeriksa kaki mereka setidaknya sekali sehari untuk melihat adanya kemerahan dan tukak, yang, jika diabaikan, dapat menyebabkan infeksi parah dan pada akhirnya harus menjalani amputasi.

Terapi Kedokteran Preventif

Terapi kedokteran preventif (juga dikenal sebagai pencegahan kemo) adalah penggunaan obat-obatan untuk mencegah penyakit. Agar terapi tersebut dapat disarankan, orang tersebut harus berisiko mengalami gangguan yang hendak dicegah dan berisiko rendah mengalami efek samping yang disebabkan oleh obat yang sedang dipertimbangkan.

Terapi obat preventif jelas bermanfaat dalam, misalnya, pencegahan infeksi pada orang-orang dengan gangguan tertentu (seperti HIV stadium akhir), pencegahan sakit kepala pada orang-orang dengan migrain, dan banyak situasi spesifik lainnya. Meskipun terapi kedokteran preventif hanya efektif dalam situasi tertentu, beberapa dari situasi tersebut umum terjadi, sehingga terapi ini berguna bagi banyak orang. Misalnya, untuk orang dewasa yang berisiko terkena penyakit arteri koroner atau stroke, biasanya pemberian aspirin disarankan. Bayi baru lahir secara rutin menerima tetes mata untuk mencegah infeksi gonokokus pada mata. Wanita yang berisiko tinggi terkena kanker payudara dapat memperoleh manfaat dari terapi pengobatan preventif (misalnya, dengan obat tamoksifen).

Tiga Tingkat Pencegahan

Tiga tingkat pencegahan adalah primer, sekunder, dan tersier.

Dalam pencegahan primer, gangguan sebenarnya dicegah agar tidak berkembang.

Jenis pencegahan primer meliputi hal berikut:

  • Vaksinasi

  • Konseling untuk mengubah perilaku berisiko tinggi

  • Terkadang pencegahan kemo

Dalam pencegahan sekunder, penyakit terdeteksi dan diobati sejak dini, sering kali sebelum gejala muncul, sehingga meminimalkan konsekuensi serius.

Jenis pencegahan sekunder meliputi hal berikut:

  • Program skrining, seperti mamografi untuk mendeteksi kanker payudara dan absorptiometri sinar-x ganda (DXA) untuk mendeteksi osteoporosis.

  • Melacak pasangan seks seseorang yang didiagnosis menderita infeksi menular seksual (penelusuran kontak) dan, jika perlu, mengobati orang-orang ini untuk meminimalkan penyebaran penyakit.

Dalam pencegahan tersier, penyakit kronis yang ada biasanya dikelola untuk mencegah komplikasi atau kerusakan lebih lanjut.

Jenis pencegahan tersier meliputi hal berikut:

  • Untuk pengidap diabetes: Pengendalian gula darah, perawatan kulit yang sangat baik, sering memeriksa kaki, dan olahraga dengan frekuensi yang sering untuk mencegah gangguan jantung dan pembuluh darah

  • Untuk orang-orang yang pernah mengalami stroke: Meminum aspirin untuk mencegah terjadinya stroke kedua

  • Memberikan layanan penunjang dan rehabilitasi untuk mencegah penurunan kualitas hidup dan memaksimalkan kualitas hidup, seperti rehabilitasi dari cedera, serangan jantung, atau stroke

  • Mencegah komplikasi pada penyandang disabilitas, seperti mencegah luka tekan bagi mereka yang harus terus berbaring di tempat tidur.

Tabel
Tabel
Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!