Remaja adalah periode waktu antara masa kanak-kanak hingga dewasa. Meskipun sebagian besar remaja sehat secara fisik dan mental, masa remaja adalah saat ketika tantangan atau masalah dapat muncul. Untuk menjaga kesehatan remaja serta mengidentifikasi dan mengobati masalah saat mereka berkembang, remaja harus menerima dukungan dan panduan dari orang tua (atau wali) dan perawatan kesehatan preventif rutin.
Pertimbangan kesehatan dan perkembangan umum pada remaja melibatkan pertumbuhan fisik dan perkembangan psikososial. Masalah terkait dapat melibatkan hal berikut:
Perkembangan kognitif, emosional, dan sosial, serta pengembangan kemandirian (otonomi)
Masalah medis seperti obesitas, penyakit masa kanak-kanak yang berlanjut hingga atau terjadi selama masa remaja, dan cedera
Masalah Kesehatan Umum pada Remaja
Cedera yang tidak disengaja akibat senjata api, tabrakan kendaraan bermotor, dan overdosis obat merupakan penyebab utama kematian dan cedera sementara atau permanen di kalangan remaja di Amerika Serikat.
Cedera disengaja yang disebabkan oleh, misalnya, pembunuhan atau bunuh diri, juga sangat umum terjadi di kalangan remaja.
Cedera fisik, seperti gegar otak, atau cedera otak akibat trauma kepala, banyak terjadi, terutama di kalangan atlet (lihat juga Gegar Otak Terkait Olahraga). Remaja yang menderita cedera kepala harus dievaluasi oleh profesional yang berpengalaman dalam evaluasi dan pengobatan jenis cedera ini. Setelah gegar otak, remaja harus diberi waktu untuk memulihkan diri sebelum kembali ke aktivitas rutin, termasuk penggunaan perangkat elektronik, tugas sekolah, dan olahraga. Masuk kembali ke dalam aktivitas ini harus diawasi oleh orang dewasa yang berpengetahuan.
Penggunaan NAPZA juga merupakan masalah kesehatan yang penting. Skrining dan diagnosis dini adalah cara utama untuk menghindari masalah serius dan konsekuensi jangka panjang.
Masalah kesehatan mental, misalnya depresi, gangguan kecemasan, dan gangguan lainnya (seperti skizofrenia), dapat terjadi atau pertama kali muncul saat masa remaja. Selain itu, pandemi COVID-19 sangat berdampak pada kesehatan mental banyak remaja.
Masalah terkait kesehatan seksual dan reproduksi menjadi topik percakapan penting saat remaja mengeksplorasi seksualitas mereka dan mungkin terpapar harapan atau perilaku seksual dari teman sebaya atau orang lain.
Topik spesifik yang mungkin muncul meliputi
Menjalin hubungan intim yang sehat
Praktik seks yang aman
Infeksi menular seksual (IMS)
Penganiayaan seksual atau jenis trauma terkait seks lainnya
Eksplorasi identitas gender juga dapat terjadi selama masa ini.
Obesitas banyak terjadi selama masa remaja dan sering dikaitkan dengan gangguan lain yang terjadi pada saat yang sama, termasuk diabetes, tekanan darah tinggi, dan kadar lemak yang tinggi dalam darah. Selain itu, banyak remaja hidup lebih lama setelah selamat dari gangguan serius yang terjadi pada awal masa kanak-kanak.
Banyak perilaku tidak sehat yang dimulai selama masa remaja, seperti mengonsumsi makanan yang buruk, kurang berolahraga, dan merokok, dapat menyebabkan masalah kesehatan segera, gangguan jangka panjang, dan kesehatan yang buruk di kemudian hari.
Di Amerika Serikat, sekitar 40% remaja hidup dengan kondisi medis kronis seperti asma, diabetes, atau penyakit radang usus.
Kanker pada anak-anak tidak banyak terjadi, tetapi jenis-jenis yang paling sering terjadi pada remaja termasuk leukemia, limfoma, kanker tulang, rabdomiosarkoma, kanker tiroid, dan tumor otak dan sumsum tulang belakang.
