Gangguan Pendengaran Mendadak

OlehMickie Hamiter, MD, Tampa Bay Hearing and Balance Center
Ditinjau OlehLawrence R. Lustig, MD, Columbia University Medical Center and New York Presbyterian Hospital
Ditinjau/Direvisi Jun 2024 | Dimodifikasi Apr 2025
v7538823_id

Gangguan pendengaran mendaddak adalah gangguan pendengaran sedang hingga berat yang terjadi selama sekitar 72 jam atau disadari saat terbangun.

Gangguan pendengaran tersebut biasanya hanya memengaruhi satu telinga (kecuali jika penyebabnya adalah obat). Tergantung pada penyebab gangguan pendengaran mendadak, orang mungkin mengalami gejala lain seperti telinga berdering (tinitus), pusing, atau sensasi palsu perasaan berputar atau bergerak (vertigo). Sekitar 1 dari 5.000 hingga 1 dari 10.000 orang setiap tahun mengalami gangguan pendengaran mendadak. Untuk gangguan pendengaran yang terjadi secara bertahap, lihat Gangguan Pendengaran.

Penyebab Gangguan Pendengaran Mendadak

Penyebab gangguan pendengaran mendadak terbagi dalam 3 kategori umum:

  • Penyebab yang tidak diketahui

  • Peristiwa yang jelas (seperti infeksi otak atau cedera kepala)

  • Suatu kelainan yang mendasarinya

Penyebab yang tidak diketahui

Pada kebanyakan orang, tidak ada penyebab yang ditemukan untuk gangguan pendengaran mendadak mereka. Namun, dokter memiliki beberapa teori. Kemungkinan penyebabnya meliputi infeksi virus (terutama infeksi virus herpes simplex), serangan pada telinga bagian dalam atau sarafnya oleh sistem kekebalan tubuh (reaksi autoimun), dan penyumbatan pembuluh darah kecil di telinga bagian dalam atau pembuluh darah di sarafnya. Mungkin penyebab yang berbeda memengaruhi orang yang berbeda.

Peristiwa yang jelas

Pada banyak orang lain, penyebab gangguan pendengaran mendadak terlihat jelas. Penyebab tersebut meliputi

Cedera kepala (seperti fraktur tulang temporal di tengkorak atau terkadang gegar otak parah tanpa fraktur) dapat merusak telinga bagian dalam dan menyebabkan gangguan pendengaran mendadak.

Perubahan tekanan yang parah (seperti yang dapat terjadi saat menyelam atau yang lebih jarang karena menahan diri saat mengangkat beban) dapat menyebabkan terbentuknya lubang (fistula) antara telinga tengah dan dalam. Kadang-kadang, fistula semacam itu muncul sejak lahir dan dapat secara spontan menyebabkan gangguan pendengaran mendadak atau membuat orang tersebut lebih rentan terhadap gangguan pendengaran setelah cedera kepala atau perubahan tekanan.

Obat-obatan ototoksik adalah obat-obatan yang memiliki efek samping merusak pada telinga. Beberapa obat dapat dengan cepat menyebabkan gangguan pendengaran, terkadang dalam satu hari (terutama jika dosis yang diberikan terlalu tinggi). Beberapa orang memiliki gangguan genetik yang langka yang membuat mereka lebih rentan terhadap gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kelas antibiotik yang disebut aminoglikosida. Semua orang yang meminum antibiotik tersebut harus menjalani tes darah saat meminum obat untuk memeriksa kadar racun yang dapat menyebabkan kehilangan pendengaran.

Sejumlah infeksi menyebabkan gangguan pendengaran mendadak selama atau segera setelah penyakit akut. Infeksi ini meliputi meningitis bakteri, penyakit Lyme, dan banyak infeksi virus. Penyebab virus paling umum di negara maju adalah gondongan dan infeksi otak herpes simplex. Campak adalah penyebab yang sangat langka karena sebagian besar orang mendapatkan imunisasi terhadap infeksi tersebut.

Gangguan yang mendasari

Gangguan pendengaran mendadak jarang sekali bisa menjadi gejala awal dari beberapa gangguan yang biasanya mempunyai gejala awal lainnya. Gangguan tersebut termasuk tumor saraf auditori yang disebut vestibular schwannoma, multipel sklerosis, penyakit Meniere, atau stroke kecil karena penyumbatan cabang arteri yang masuk ke pusat keseimbangan otak (serebelum). Terkadang infeksi sifilis aktif kembali pada orang yang menderita infeksi HIV. Pengaktifan kembali ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran mendadak.

Gangguan yang lebih langka meliputi sindrom Cogan, di mana reaksi autoimun menyerang telinga bagian dalam (dan juga permukaan mata); gangguan lain yang juga melibatkan peradangan pembuluh darah (vaskulitis); dan gangguan darah seperti makroglobulinemia, anemia sel sabit, dan beberapa bentuk leukemia.

Evaluasi Gangguan Pendengaran Mendadak

Informasi berikut dapat membantu seseorang memutuskan kapan evaluasi dokter diperlukan dan membantu mereka mengetahui apa yang diharapkan selama evaluasi.

Tanda-tanda bahaya

Gangguan pendengaran mendadak itu sendiri merupakan tanda peringatan.

Kapan harus berkunjung ke dokter

Siapa pun yang tiba-tiba mengalami gangguan pendengaran harus segera menemui dokter karena beberapa penyebab harus segera ditangani. Jika terdapat gejala disfungsi sistem saraf selain gangguan pendengaran, itu mungkin merupakan gejala disfungsi saraf atau otak.

Tindakan dokter

Dokter terlebih dahulu mengajukan pertanyaan tentang gejala dan riwayat medis orang tersebut. Dokter kemudian melakukan pemeriksaan fisik. Apa yang mereka temukan selama pemeriksaan riwayat dan pemeriksaan fisik mungkin menunjukkan penyebab gangguan pendengaran mendadak dan mungkin perlu dilakukan tes.

Dokter mencatat apakah gangguan pendengaran memengaruhi salah satu atau kedua telinga dan apakah terjadi peristiwa tertentu seperti cedera kepala, cedera menyelam, atau penyakit menular. Mereka bertanya tentang gejala yang menyertainya yang melibatkan telinga (seperti telinga berdenging atau cairan keluar dari telinga), pusat keseimbangan (seperti disorientasi dalam kegelapan atau vertigo), dan bagian lain dari otak dan sistem saraf (seperti sakit kepala, lemah, atau indra perasa yang tidak normal). Mereka mencoba mengidentifikasi apakah orang tersebut sedang mengonsumsi (atau baru-baru ini mengonsumi) obat-obatan ototoksik.

Pemeriksaan fisik difokuskan pada telinga dan pendengaran serta pada pemeriksaan sistem saraf.

Tabel
Tabel

Pengujian

Biasanya, orang harus menjalani audiogram (tes pendengaran). Kecuali dokter menganggap masalah ini jelas merupakan infeksi akut atau toksisitas obat, mereka biasanya juga melakukan pencitraan resonansi magnetik (MRI) dengan peningkatan gadolinium atau tomografi terkomputasi (CT), terutama ketika gangguan pendengaran lebih parah pada satu telinga. Tes lain dilakukan berdasarkan kemungkinan penyebabnya. Misalnya, orang yang mengalami cedera kepala harus menjalani MRI. Orang yang berisiko terkena infeksi menular seksual harus menjalani tes darah untuk mengetahui infeksi HIV dan sifilis.

Pengobatan Untuk Gangguan Pendengaran Mendadak

Pengobatan diarahkan pada penyebab gangguan pendengaran mendadak yang dapat diketahui. Jika penyebabnya tidak diketahui, sebagian besar dokter mencoba memberikan kortikosteroid. Selain itu, dokter mungkin juga meresepkan obat antivirus yang efektif melawan herpes simplex (seperti valasiklovir atau famsiklovir), meskipun tidak ada bukti kuat bahwa obat antivirus bermanfaat.

Ketika penyebabnya tidak diketahui, sekitar setengah dari orang-orang mendapatkan kembali pendengaran normal dan yang lain pendengarannya pulih sebagian. Perbaikan, jika bisa dicapai, biasanya terjadi dalam waktu 10 hingga 14 hari. Pemulihan dari obat ototoksik sangat bervariasi tergantung pada obat dan dosisnya. Dengan beberapa obat (seperti aspirin dan diuretik), pendengaran akan kembali dalam waktu 24 jam. Meskipun demikian, antibiotik dan obat kemoterapi sering kali menyebabkan gangguan pendengaran permanen jika dosis yang aman telah terlampaui.

Poin-poin Penting

  • Mengapa gangguan pendengaran mendadak terjadi biasanya tidak diketahui.

  • Beberapa orang memiliki penyebab yang jelas (seperti cedera kepala yang parah, infeksi atau penggunaan obat-obatan yang dapat merusak pendengaran).

  • Pada sangat sedikit orang, kehilangan pendengaran mendadak adalah tanda pertama dari gangguan yang mendasarinya.

  • Dokter melakukan audiometri, CT dan/atau MRI, dan tes lainnya untuk penyebab yang dicurigai.

  • Pengobatan difokuskan pada penyebab gangguan pendengaran mendadak yang diketahui.

Informasi Lebih Lanjut

Referensi berbahasa Inggris berikut ini mungkin akan berguna. Harap diperhatikan bahwa MANUAL ini tidak bertanggung jawab atas konten referensi ini.

  1. National Institute on Deafness and Other Communication Disorders: Informasi mengenai gangguan pendengaran dan gangguan komunikasi lainnya, mencakup fungsi pendengaran, keseimbangan, pengecapan, penciuman, suara, ucapan, dan bahasa

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!