Penyakit Arteri Perifer

OlehWilliam Schuyler Jones, MD, Duke University Health System
Ditinjau OlehJonathan G. Howlett, MD, Cumming School of Medicine, University of Calgary
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Jul 2025
v722158_id

Penyakit arteri perifer oklusif adalah penyumbatan atau penyempitan arteri di kaki (atau lengan, meski jarang terjadi), biasanya karena aterosklerosis dan menyebabkan penurunan aliran darah.

  • Gejala tergantung pada arteri mana yang tersumbat dan seberapa parah penyumbatannya.

  • Untuk membuat diagnosis, dokter mengukur aliran darah ke area yang terkena.

  • Obat-obatan, angioplasti, atau pembedahan digunakan untuk menghilangkan penyumbatan dan mengurangi gejala-gejala.

Penyakit arteri perifer oklusif banyak terjadi pada lansia karena sering diakibatkan oleh aterosklerosis (yang disebabkan oleh penumpukan plak di dinding arteri), yang menjadi lebih umum terjadi seiring bertambahnya usia.

Penyakit arteri perifer oklusif juga banyak terjadi di antara:

Masing-masing faktor ini tidak hanya berkontribusi terhadap perkembangan penyakit arteri perifer oklusif, tetapi juga dalam memperburuk penyakit tersebut.

Penyakit arteri perifer oklusif paling sering terjadi di arteri pada tungkai, termasuk 2 cabang aorta (arteri iliaka) dan arteri utama paha (arteri femoralis), lutut (arteri poplitea), dan betis (arteri tibial dan peroneal). Sangat jarang, penyakit ini berkembang di arteri bahu atau lengan.

Penyakit arteri oklusif juga dapat berkembang di bagian aorta yang melewati abdomen (aorta abdominal) atau di cabangnya (lihat Oklusi Cabang Aorta Abdominal).

Penyakit arteri perifer oklusif dapat terjadi akibat:

  • Penyempitan arteri secara bertahap

  • Penyumbatan arteri secara tiba-tiba

Ketika arteri menyempit, bagian tubuh yang dipasoknya mungkin tidak menerima cukup darah. Pasokan darah yang tidak memadai menyebabkan kadar oksigen dalam jaringan tubuh tidak mencukupi, yang disebut iskemia. Iskemia dapat terjadi secara tiba-tiba atau bertahap. Ketika arteri tiba-tiba atau sepenuhnya tersumbat, jaringan yang disuplai arteri tersebut dapat mati.

Penyempitan arteri secara bertahap

Penyempitan arteri secara bertahap biasanya disebabkan oleh aterosklerosis, di mana endapan kolesterol dan zat lemak lainnya (ateroma atau plak aterosklerosis) terbentuk di dinding arteri. Ateroma dapat secara bertahap mempersempit interior (lumen) arteri dan mengurangi aliran darah. Kalsium, yang biasanya dibawa di dalam darah, bisa menumpuk di dinding pembuluh darah, menyebabkan arteri menjadi kaku dan menyempit.

Dalam kasus yang kurang umum, arteri secara bertahap menyempit oleh pertumbuhan otot abnormal di dinding arteri (displasia fibromuskular), inflamasi (vaskulitis), atau tekanan dari luar pembuluh darah oleh massa terdekat, seperti tumor atau kantong berisi cairan (kista) yang berkembang.

Penyumbatan arteri secara tiba-tiba

Penyumbatan arteri secara tiba-tiba dan total bisa terjadi ketika bekuan darah (trombus) terbentuk pada arteri yang telah menyempit. Penyumbatan tiba-tiba juga dapat terjadi ketika bekuan pecah (menjadi emboli) dari suatu tempat seperti jantung atau aorta, berpindah melalui aliran darah, dan terjebak di arteri yang lebih jauh.

Beberapa gangguan meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah. Termasuk atrial fibrilasi, gangguan jantung lainnya, dan gangguan pembekuan darah. Peradangan pembuluh darah (vaskulitis), yang dapat disebabkan oleh gangguan autoimun, juga dapat menyebabkan penyumbatan tiba-tiba arteri.

Terkadang ateroma dapat pecah ke dalam pembuluh darah dan memicu pembentukan bekuan darah yang tiba-tiba menyumbat arteri. Di lain waktu, sepotong zat lemak pecah dari ateroma dan tiba-tiba menyumbat arteri. Penyumbatan tiba-tiba juga dapat terjadi akibat diseksi aorta, di mana lapisan dalam aorta sobek sehingga darah dapat melonjak melalui sobekan dan memisahkan lapisan dalam dari lapisan tengah aorta. Saat diseksi membesar, diseksi dapat menyumbat satu atau lebih arteri yang terhubung ke aorta.

Gejala Penyakit Arteri Perifer

Gejala penyakit arteri perifer oklusif bervariasi, bergantung pada:

  • Arteri mana yang terpengaruh

  • Seberapa menyeluruh arteri tersumbat

  • Apakah arteri secara bertahap menyempit atau tiba-tiba tersumbat

Umumnya, gejala baru muncul setelah lebih dari setengah bagian dalam arteri mengalami penyumbatan. Penyempitan arteri secara bertahap dapat mengakibatkan gejala yang kurang parah dibandingkan penyumbatan tiba-tiba—bahkan jika arteri akhirnya benar-benar tersumbat. Gejalanya mungkin kurang parah karena penyempitan bertahap memungkinkan waktu bagi pembuluh darah terdekat untuk berkembang atau pembuluh darah baru (disebut pembuluh kolateral) untuk tumbuh. Oleh karena itu, jaringan yang terdampak tetap bisa menerima suplai darah. Jika arteri tiba-tiba tersumbat, tidak ada waktu bagi pembuluh kolateral untuk berkembang, sehingga gejalanya biasanya parah.

Penyumbatan arteri secara tiba-tiba dan total pada kaki atau lengan dapat menyebabkan rasa sakit, dingin, dan mati rasa yang parah pada anggota badan yang terkena. Kaki atau lengan orang tersebut pucat atau kebiruan (sianotik) atau dengan perubahan warna yang berbeda. Tidak ada denyut nadi yang dapat dirasakan di bawah penyumbatan. Penurunan aliran darah yang tiba-tiba dan drastis ke anggota tubuh merupakan kondisi darurat medis. Tidak adanya aliran darah dapat dengan cepat menyebabkan hilangnya sensasi atau kelumpuhan anggota badan. Jika aliran darah terhenti terlalu lama, jaringan bisa mati, dan anggota tubuh mungkin perlu diamputasi.

Klaudikasio intermiten, gejala paling umum dari penyakit arteri perifer, terjadi akibat penyempitan bertahap arteri kaki. Rasa sakit, nyeri, kram, atau rasa lelah di otot kaki—bukan di sendi. Klaudikasio intermiten terjadi secara teratur dan dapat diprediksi selama aktivitas fisik, tetapi selalu hilang segera setelah istirahat. Otot-otot terasa sakit saat seseorang berjalan, dan nyeri dimulai lebih cepat dan lebih parah saat orang tersebut berjalan cepat atau menanjak. Biasanya, setelah beberapa menit beristirahat (duduk tidak diperlukan), penderita dapat berjalan sejauh jarak yang sama seperti sebelumnya meskipun berjalan lebih lanjut akan memicu rasa sakit pada jarak yang hampir sama. Rasa sakit paling sering terjadi di betis, namun juga dapat terjadi di paha, pinggul, atau bokong, tergantung pada lokasi penyumbatan. Sangat jarang, rasa nyeri terjadi di kaki.

Seiring dengan penyempitan lebih lanjut pada arteri kaki, jarak yang dapat ditempuh seseorang tanpa rasa sakit akan makin pendek. Pada akhirnya, karena penyakitnya menjadi sangat parah, otot-otot kaki dapat terasa nyeri, bahkan saat beristirahat, terutama saat orang tersebut berbaring. Rasa sakit seperti ini biasanya dimulai di betis atau bagian depan kaki, sangat parah dan tak kunjung reda, serta makin buruk ketika kaki diangkat. Nyeri sering mengganggu tidur. Untuk meredakan, penderita dapat menggantungkan kaki di sisi tempat tidur atau beristirahat dengan duduk dan membiarkan kaki menggantung.

Penyumbatan besar pada arteri lengan, yang jarang terjadi, dapat menyebabkan kelelahan, kram, atau nyeri yang dirasakan pada otot lengan saat lengan digunakan berulang kali.

Ketika suplai darah hanya berkurang sedikit atau sedang, kaki atau lengan bisa terlihat hampir normal. Ketika pasokan darah ke kaki sangat berkurang, kaki mungkin menjadi dingin, dan dokter mungkin memerlukan peralatan khusus untuk mendeteksi denyut di kaki. Kulit telapak kaki atau tungkai mungkin kering, bersisik, mengkilap, atau retak. Kuku mungkin tidak tumbuh secara normal, dan rambut di kaki mungkin tidak tumbuh. Seiring dengan penyempitan arteri yang makin parah, seseorang bisa mengalami luka yang sulit sembuh, umumnya di jari kaki atau tumit, dan kadang-kadang di bagian bawah kaki, terutama setelah cedera. Infeksi mudah terjadi dan dapat berkembang menjadi serius dengan cepat. Pada penderita penyakit arteri perifer oklusif parah, luka di kulit mungkin memerlukan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk sembuh atau mungkin tidak bisa sembuh. Ulkus kaki dapat terjadi. Otot kaki biasanya menyusut (atrofi). Penyumbatan besar dapat menyebabkan gangren (kematian jaringan karena kurangnya pasokan darah).

Pada beberapa orang yang memiliki klaudikasio stabil yang dapat diprediksi, klaudikasio dapat tiba-tiba memburuk. Misalnya, nyeri betis yang terjadi setelah berjalan 10 blok tiba-tiba dapat terjadi setelah berjalan satu blok. Perubahan ini dapat menunjukkan bahwa bekuan darah baru telah terbentuk di arteri kaki. Orang-orang tersebut harus segera mendapatkan perawatan medis.

Tahukah Anda...

  • Saat orang tiba-tiba mengalami lengan atau kaki yang terasa nyeri, dingin, dan pucat, mereka harus segera mendapatkan perawatan medis.

Diagnosis Penyakit Arteri Perifer

  • Pemeriksaan fisik dan gejala

  • Pengukuran tekanan darah dan aliran darah

Pemeriksaan fisik

Diagnosis penyakit arteri perifer oklusif didasarkan pada gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Dokter memeriksa kulit kaki atau lengan, memperhatikan warna dan suhu, serta menekan perlahan untuk melihat seberapa cepat warna kembali setelah tekanan dihilangkan. Pengamatan ini dapat membantu dokter menentukan apakah sirkulasi sudah memadai.

Prosedur untuk mengukur tekanan darah atau aliran darah secara langsung juga dilakukan.

Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan menggunakan manset tekanan darah standar dan stetoskop elektronik khusus. Tekanan darah sistolik diukur pada kedua lengan dan kedua kaki. Tekanan harus sama pada lengan dan kaki. Jika tekanan darah di pergelangan kaki lebih rendah daripada tekanan darah di lengan dalam jumlah tertentu (kurang dari 90% tekanan lengan), aliran darah ke kaki tidak memadai, dan penyakit arteri perifer oklusif didiagnosis. Jika dokter mencurigai adanya penyumbatan pada arteri lengan, dokter mengukur tekanan darah sistolik pada kedua lengan. Tekanan yang secara konsisten lebih tinggi pada satu lengan menunjukkan adanya penyumbatan pada lengan yang tekanan darahnya lebih rendah, dan penyakit arteri perifer oklusif didiagnosis.

Audio

Penilaian denyut nadi juga berguna untuk menilai aliran darah. Dokter atau perawat menilai setiap denyut nadi, termasuk denyut nadi pada ketiak, siku, pergelangan tangan, selangkangan, pergelangan kaki, dan kaki, serta denyut nadi di belakang lutut. Denyut nadi di arteri yang berada di luar sumbatan mungkin lemah atau tidak ada. Misalnya, jika dokter mencurigai adanya penyumbatan pada arteri kaki, mereka memeriksa denyut nadi di bawah titik tertentu pada kaki. Untuk arteri di mana denyut nadi tidak dapat diakses, seperti arteri ginjal, dilakukan prosedur yang memberikan citra aliran darah. Stetoskop digunakan untuk mendengarkan suara abnormal yang disebabkan oleh aliran darah yang bergejolak melalui arteri yang menyempit (bruit).

Pengukuran oksigen jaringan

Pengujian tegangan oksigen transkutan digunakan untuk mengukur kadar oksigen pada jaringan di bawah kulit. Karena oksigen dibawa ke jaringan oleh darah, tes ini merupakan pengukuran tidak langsung dari aliran darah. Tes tanpa rasa sakit ini dilakukan dengan menempatkan sensor pada kulit kaki atau lengan yang terkena dan pada dada atas. Elektroda di sensor memanaskan area di bawah kulit untuk sementara melebarkan pembuluh darah sehingga tingkat oksigen dapat diukur dengan mudah oleh sensor.

Pencitraan

Ultrasound Doppler dapat digunakan untuk mengukur aliran darah secara langsung dan dapat mengonfirmasi diagnosis penyakit arteri perifer oklusif. Prosedur ini dapat mendeteksi penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah secara akurat. Pengukuran aliran darah dengan ultrasound doppler juga dapat dilakukan selama uji stres olahraga karena beberapa gangguan hanya terlihat saat berolahraga.

Biasanya, angiografi, prosedur invasif di mana kateter plastik fleksibel dimasukkan ke dalam salah satu arteri besar di paha atas, hanya dilakukan ketika pembedahan atau angioplasti (membuka penyumbatan dengan memompa balon kecil di dalam arteri) diperlukan. Dalam kasus tersebut, tujuannya adalah untuk memberikan gambaran yang jelas kepada dokter tentang arteri yang terpengaruh sebelum pembedahan atau angioplasti dilakukan. Jarang terjadi, angiografi diperlukan untuk menentukan apakah pembedahan atau angioplasti mungkin dilakukan. Dalam angiografi, agen kontras radiopak (pewarna), yang dapat dilihat pada sinar-x, diinjeksikan ke dalam arteri melalui kateter plastik fleksibel. Agen kontras menunjukkan garis besar bagian dalam arteri saat sinar-x dilakukan. Dengan demikian angiografi dapat menunjukkan diameter arteri yang tepat dan lebih akurat dari ultrasound Doppler dalam mendeteksi beberapa penyumbatan.

Metode angiografi yang kurang invasif seperti tomografi terkomputasi (angiografi CT) atau pencitraan resonansi magnetik (disebut angiografi resonansi magnetik, atau MRA) merupakan alternatif yang umum untuk angiografi invasif. Alih-alih memasukkan kateter fleksibel ke dalam arteri besar, tes ini menggunakan sedikit agen kontras yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah melalui vena menggunakan kateter intravena standar di lengan.

Tes lain untuk mendiagnosis penyakit arteri perifer oklusif

Bagi penderita aterosklerosis, dokter berusaha mengidentifikasi faktor risiko, sering kali dengan melakukan tes darah untuk mengukur kadar kolesterol, gula (glukosa), dan, terkadang, homosistein. Pengukuran tekanan darah dilakukan lebih dari sekali untuk mengetahui apakah tekanan darah tetap tinggi secara konsisten.

Tes darah juga dapat dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab lain dari arteri yang menyempit atau tersumbat, seperti peradangan pembuluh darah karena gangguan autoimun. Tes darah tersebut mencakup pengukuran laju endap darah (ESR) dan kadar protein C-reaktif, yang dihasilkan hanya jika terjadi inflamasi. Untuk penyumbatan arteri lengan, dokter mencoba menentukan apakah penyebabnya adalah aterosklerosis, sindrom outlet toraks, atau inflamasi arteri (arteritis).

Dokter dapat menggunakan pencitraan resonansi magnetik (MRI) untuk mengesampingkan stenosis spinal (penyempitan kanal spinal), yang juga dapat menyebabkan nyeri selama aktivitas fisik. Namun, rasa sakit ini, berbeda dengan klaudikasio intermiten, memerlukan posisi duduk, bukan sekadar istirahat, untuk meredakan rasa sakit.

Pengobatan Penyakit Arteri Perifer

  • Mengendalikan faktor risiko, termasuk berhenti merokok

  • Olahraga

  • Obat-obatan

  • Angioplasti

  • Pembedahan untuk menghilangkan atau melewati sumbatan

  • Amputasi anggota tubuh jika jaringan mati

Tujuan pengobatan adalah sebagai berikut:

  • Untuk mencegah perkembangan penyakit

  • Untuk mengurangi risiko serangan jantung, stroke, dan kematian akibat aterosklerosis yang meluas

  • Untuk mencegah amputasi

  • Untuk meningkatkan kualitas hidup dengan meredakan gejala (seperti klaudikasio intermiten)

Perawatan meliputi obat-obatan seperti obat-obatan yang meredakan klaudikasio dan yang melarutkan pembekuan darah (trombolitik, atau fibrinolitik, obat-obatan), angioplasti, pembedahan, dan tindakan lainnya, seperti olahraga dan perawatan kaki. Pengobatan mana yang digunakan tergantung pada yang berikut ini:

  • Apakah sumbatan terjadi secara tiba-tiba atau perlahan

  • Tingkat keparahan gejala

  • Tingkat keparahan penyumbatan

  • Lokasi penyumbatan

  • Risiko yang terkait dengan pengobatan (terutama untuk pembedahan)

  • Kesehatan seseorang secara keseluruhan

Terlepas dari pengobatan spesifik yang digunakan, orang masih perlu mengobati gangguan yang merupakan faktor risiko aterosklerosis (seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi) dan berhenti merokok untuk meningkatkan prognosisnya secara keseluruhan. Angioplasti dan pembedahan hanyalah langkah mekanis untuk memperbaiki masalah secara langsung. Tindakan ini tidak mengontrol atau membalikkan proses yang memicu penyakit tersebut sejak awal.

Olahraga

Olahraga secara teratur dapat membantu meredakan nyeri pada kebanyakan orang yang menderita klaudikasio intermiten. Olahraga adalah pengobatan yang paling efektif dan mungkin sesuai untuk orang-orang yang termotivasi yang dapat mengikuti program olahraga harian yang ditentukan. Bagaimana tepatnya olahraga meredakan klaudikasio tidak diketahui secara pasti, tetapi olahraga mungkin meningkatkan fungsi otot, meningkatkan aliran darah, atau menyebabkan tumbuhnya pembuluh darah baru (kolateral). Orang dengan klaudikasio sebaiknya berjalan setidaknya 30 hingga 60 menit sehari, minimal 3 kali seminggu, jika memungkinkan. Bagi kebanyakan orang, mengikuti rutinitas ini akan meningkatkan jarak yang bisa mereka tempuh dengan nyaman. Ketidaknyamanan yang dirasakan saat berjalan tidaklah berbahaya. Ketika merasa tidak nyaman, seseorang harus berhenti berjalan hingga ketidaknyamanan mereda dan kemudian berjalan lagi. Total waktu berjalan (tidak termasuk waktu istirahat) harus minimal 30 menit untuk meningkatkan jarak tempuh berjalan.

Olahraga biasanya lebih efektif jika diawasi oleh terapis terlatih dalam program rehabilitasi. Dokter merekomendasikan agar orang yang mengalami klaudikasio menjalani uji stres olahraga sebelum memulai program rehabilitasi untuk memastikan bahwa suplai darah ke otot jantung sudah memadai.

Perawatan kaki

Perawatan kaki yang baik sangatlah penting. Tindakan tersebut membantu mencegah luka atau ulkus kaki agar tidak terinfeksi dan terasa sakit atau menyebabkan gangren. Perawatan kaki yang baik juga membantu mencegah amputasi. Langkah-langkah perawatan diri meliputi:

  • Memeriksa kaki setiap hari untuk retakan, luka, kapalan, dan kalus

  • Mencuci kaki setiap hari dengan air hangat dan sabun lembut, lalu mengeringkannya dengan lembut dan menyeluruh

  • Menggunakan pelumas, seperti lanolin, untuk kulit kering

  • Menggunakan bedak yang tak mengandung obat untuk menjaga kaki tetap kering

  • Memotong kuku jari kaki secara lurus dan tidak terlalu pendek (podiatris mungkin perlu memotong kuku; podiatris harus mengetahui bahwa orang tersebut memiliki penyakit arteri perifer)

  • Meminta podiatris untuk mengobati kapalan atau kalus.

  • Menghindari perekat atau bahan kimia keras untuk menghilangkan kapalan atau kalus

  • Sering mengganti kaus kaki atau stoking dan sepatu setiap hari

  • Mengenakan kaus kaki wol yang longgar agar kaki tetap hangat

  • Tidak mengenakan pakaian ketat atau kaus kaki dengan atasan elastis ketat

  • Mengenakan sepatu yang pas dan memiliki ruang jari kaki yang lebar

  • Menghindari sepatu terbuka atau berjalan dengan bertelanjang kaki

  • Menanyakan resep sepatu khusus kepada podiatris jika kaki mengalami kelainan bentuk

  • Tidak menggunakan botol air panas atau bantalan pemanas

  • Tidak merendam kaki dalam air panas atau larutan kimia

Ulkus kaki membutuhkan perawatan yang cermat. Perawatan tersebut diperlukan untuk mengobati infeksi, melindungi kulit dari kerusakan lebih lanjut, dan memungkinkan orang tersebut untuk terus berjalan.

Ulkus kaki harus tetap bersih. Ulkus kaki harus dicuci setiap hari dengan sabun lembut atau larutan antibakteri dan ditutup setiap hari dengan pembalut yang bersih dan kering. Kaki harus dijaga tetap lebih rendah dari posisi jantung untuk membantu memperbaiki aliran darah. Pengidap diabetes harus mengendalikan kadar gula darah sebaik mungkin. Sebagai pedoman, siapa pun dengan sirkulasi buruk ke kaki atau diabetes perlu memeriksakan luka kaki yang tidak sembuh setelah sekitar 7 hari ke dokter. Sering kali, dokter meresepkan salep antibiotik.

Jika ulkus kaki tidak sembuh, seseorang mungkin perlu tirah baring (bed rest). Jika diperlukan tirah baring, perban dengan bantalan tumit atau sepatu karet busa harus dipakai untuk mencegah terjadinya luka tekan pada kaki. Kepala tempat tidur harus dinaikkan 6 hingga 8 inci (sekitar 15 hingga 20 cm) dan kaki tetap pada atau di bawah posisi jantung sehingga gravitasi membantu darah mengalir melalui arteri. Jika ulkus terinfeksi, dokter biasanya meresepkan antibiotik untuk diminum, dan orang tersebut mungkin perlu dirawat di rumah sakit.

Obat-obatan

Obat untuk mengobati penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi yang menyebabkan penyakit arteri perifer mungkin diberikan. Obat-obatan lain dapat diberikan untuk melarutkan bekuan darah atau mencegah terbentuknya bekuan darah baru. Obat yang paling sering digunakan adalah aspirin dan clopidogrel, yang menurunkan risiko pembentukan bekuan darah.

Aspirin atau clopidogrel biasanya diberikan karena obat-obatan ini membantu mencegah pembentukan bekuan darah dan mengurangi risiko serangan jantung atau stroke. Mereka mengubah trombosit sehingga tidak melekat pada dinding pembuluh darah. Biasanya, trombosit, yang bersirkulasi di dalam darah, menggumpal dan membentuk bekuan darah untuk menghentikan perdarahan saat pembuluh darah terluka. Menggabungkan aspirin dengan dosis rendah rivaroxaban antikoagulan oral secara langsung membantu dalam mengobati penyakit arteri perifer oklusif namun meningkatkan risiko perdarahan.

Obat cilostazol diminum melalui mulut untuk mengobati klaudikasio. Obat ini dapat meningkatkan aliran darah dan pasokan oksigen ke otot. Cilostazol harus diminum selama 2 sampai 3 bulan untuk menentukan efektivitasnya. Cilostazol dapat membantu meningkatkan jarak yang dapat ditempuh tanpa rasa sakit. Cilostazol tidak boleh digunakan bagi penderita gagal jantung.

Produk obat yang disebut penghambat enzim pengubah angiotensin membantu melebarkan (mendilatasi) pembuluh darah dan kadang-kadang meningkatkan aliran darah.

Revaskularisasi endovaskular

Teknik endovaskular adalah prosedur invasif minimal yang menggunakan kateter untuk mengatasi masalah pada arteri atau vena dari dalam pembuluh darah. Teknik endovaskular untuk orang dengan penyakit arteri perifer meliputi angioplasti, penempatan stent, dan aterektomi.

Angioplasti untuk memperlebar pembuluh darah terkadang dilakukan segera setelah angiografi. Ketika terjadi penyumbatan secara tiba-tiba, angioplasti harus dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah hilangnya fungsi anggota badan atau amputasi yang tidak dapat dipulihkan. Angioplasti dapat dilakukan untuk meredakan gejala sehingga menunda atau menghindari pembedahan. Terkadang zat ini digunakan bersamaan pembedahan atau prosedur untuk menghilangkan bekuan darah.

Angioplasti terdiri dari penyisipan kateter dengan balon di ujungnya ke bagian arteri yang menyempit, lalu membesarkan balon untuk membersihkan sumbatan.

Dalam prosedur penempatan stent, dokter juga menyisipkan kasa kawat permanen (stent) ke dalam arteri selama tindakan angioplasti. Beberapa stent mengandung obat yang dilepaskan secara perlahan (stent yang melepaskan obat) untuk mencegah kembalinya sumbatan.

Dalam aterektomi, perangkat lain—termasuk laser, pemotong mekanis, kateter ultrasonik, dan pengikis putar (rotational sander)—dapat digunakan sebagai pengganti kateter balon untuk menghilangkan plak yang mempersempit arteri.

Revaskularisasi endovaskular biasanya dilakukan sebagai prosedur rawat jalan. Angioplasti jarang menimbulkan rasa sakit, namun bisa sedikit tidak nyaman saat kateter dimasukkan dengan menembus kulit atau karena pasien harus berbaring diam di atas meja keras. Sedatif ringan diberikan, tetapi tidak menggunakan anestesi umum.

Keberhasilan prosedur endovaskular bervariasi, tergantung pada lokasi penyumbatan dan keparahan penyakit arteri perifer. Setelah itu, orang tersebut diberi obat (seperti aspirin atau clopidogrel) untuk membantu mencegah terbentuknya bekuan darah di arteri anggota tubuh dan untuk mencegah serangan jantung atau stroke selanjutnya. Selain itu, ultrasound Doppler dilakukan secara teratur untuk memantau aliran darah melalui arteri dan dengan demikian mendeteksi apakah arteri menyempit lagi.

Revaskularisasi endovaskular tidak dapat dilakukan dengan sukses jika terlalu banyak area arteri yang menyempit, bagian yang sempit terlalu panjang, atau arteri mengalami pengerasan yang parah dan luas.

Setelah revaskularisasi endovaskular, pembedahan mungkin diperlukan jika terbentuk bekuan darah (trombus) di area yang menyempit, jika sepotong bekuan darah (embolus) patah dan menyumbat arteri di bawahnya, jika darah merembes ke lapisan arteri menyebabkan tonjolan ke dalam yang menghalangi aliran darah (diseksi), atau jika terjadi perdarahan berat.

Tindakan bedah

Pembedahan revaskularisasi untuk menghilangkan penyumbatan atau operasi bypass (lihat gambar ) dapat dilakukan jika pengobatan lain tidak meredakan klaudikasio. Pembedahan biasanya dilakukan untuk menghindari amputasi kaki ketika aliran darah sangat berkurang—yaitu, ketika klaudikasio mengganggu aktivitas atau terjadi saat istirahat, luka tidak sembuh, atau ketika terjadi gangren.

Pembedahan untuk menghilangkan bekuan darah (tromboendarterektomi) dapat dilakukan jika obat trombolitik tidak efektif dalam melarutkan bekuan darah atau terlalu berbahaya. Pembedahan untuk menghilangkan ateroma (endarterektomi) atau penyumbatan lainnya juga dapat dilakukan.

Operasi bypass dapat dilakukan sebagai alternatif. Dalam operasi bypass, cangkok yang terdiri atas tabung yang terbuat dari bahan sintetis atau bagian vena dari bagian tubuh lain digabungkan ke arteri yang tersumbat di atas dan di bawah sumbatan. Dengan demikian, darah dialihkan di sekitar arteri yang tersumbat.

Cara lain adalah dengan mengangkat bagian arteri yang menyempit atau tersumbat dan menggantinya dengan cangkok (graft). Biasanya sebelum pembedahan, dokter menilai fungsi jantung dan aliran darah melalui jantung untuk menentukan keamanan relatif dalam pembedahan karena banyak orang dengan penyakit arteri perifer oklusif juga menderita penyakit arteri koroner.

Jarang terjadi, amputasi kaki diperlukan jika sebagian anggota tubuh telah mati atau jika tidak ada cara yang efektif untuk memulihkan aliran darah ke area tersebut. Amputasi dilakukan untuk menghilangkan jaringan yang terinfeksi, meredakan nyeri tanpa henti, atau menghentikan memburuknya gangren. Ahli bedah akan mengangkat bagian kaki sekecil mungkin. Mempertahankan lutut sangat penting jika seseorang berencana untuk menggunakan kaki prostetik. Rehabilitasi fisik setelah amputasi kaki sangatlah penting.

Bedah Bypass pada Kaki

Bedah bypass dapat dilakukan untuk mengobati arteri yang menyempit atau tersumbat. Dalam prosedur ini, darah dialihkan mengelilingi arteri yang terpengaruh—misalnya, mengelilingi sebagian arteri femoralis di paha atau sebagian arteri popliteal di lutut. Cangkok yang terdiri dari tabung berbahan sintetis atau bagian dari vena dari bagian tubuh lain disambungkan ke arteri yang tersumbat di atas dan di bawah sumbatan.

Pengobatan lainnya

Paparan terhadap dingin, yang menyebabkan pembuluh darah menyempit (mengerut) sehingga makin membatasi aliran darah ke jaringan, harus diminimalkan.

Menghindari obat-obatan dan pengobatan yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah juga penting. Ini termasuk efedrin, pseudoefedrin, dan fenilefrin, yang merupakan komponen dari beberapa obat pilek dan hidung tersumbat, dan obat-obatan terlarang termasuk kokain dan amfetamin.

Pencegahan Penyakit Arteri Perifer

Cara terbaik untuk membantu mencegah penyakit arteri perifer oklusif adalah dengan mengubah atau menghilangkan faktor risikoaterosklerosis. Pencegahan meliputi langkah-langkah berikut:

Kontrol yang baik terhadap diabetes, tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol tinggi membantu menunda atau mencegah perkembangan penyakit arteri perifer oklusif dan mengurangi risiko komplikasi lainnya.

Informasi Lebih Lanjut

Referensi berbahasa Inggris berikut ini mungkin akan berguna. Harap diperhatikan bahwa Manual ini tidak bertanggung jawab atas konten sumber daya ini.

  1. American Heart Association: Referensi Penyakit Arteri Perifer

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!