Apnea Tidur

OlehRobert L. Owens, MD, University of California San Diego
Ditinjau OlehRichard K. Albert, MD, Department of Medicine, University of Colorado Denver - Anschutz Medical
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Aug 2024
v728284_id

Apnea tidur adalah gangguan serius di mana pernapasan berulang kali berhenti cukup lama untuk mengganggu tidur dan sering kali untuk sementara menurunkan jumlah oksigen dan meningkatkan jumlah karbon dioksida dalam darah.

  • Orang dengan apnea tidur sering kali mengantuk di siang hari, mendengkur keras, dan mengalami episode terengah-engah atau tersedak, ada jeda dalam bernapas, dan tiba-tiba terbangun dengan hidung tersedak (snort).

  • Apnea tidur meningkatkan risiko gangguan medis tertentu dan kematian dini.

  • Meskipun diagnosis apnea tidur sebagian didasarkan pada evaluasi gejala oleh dokter, dokter biasanya menggunakan tes tidur yang objektif untuk mengonfirmasi diagnosis dan menentukan tingkat keparahannya.

  • Tekanan saluran napas positif berkelanjutan, peralatan mulut yang dipasang oleh dokter gigi, dan terkadang pembedahan dapat digunakan untuk mengobati apnea tidur.

Apnea tidur adalah masalah yang sangat umum terjadi. Ada berbagai jenis apnea tidur dengan penyebab dan faktor risiko yang berbeda. Lebih dari 1 miliar orang terkena dampak apnea tidur obstruktif di seluruh dunia.

Jenis-jenis Apnea Tidur

Ada 2 jenis apnea tidur:

  • Apnea tidur obstruktif

  • Apnea tidur sentral

Sebagian orang memiliki kombinasi apnea tidur obstruktif dan sentral.

Apnea tidur obstruktif

Apnea tidur obstruktif, jenis apnea tidur yang paling umum, disebabkan oleh penutupan berulang tenggorokan atau saluran napas atas selama tidur. Saluran napas atas mencakup lorong dari mulut dan lubang hidung ke tenggorok dan turun ke kotak suara, dan struktur ini dapat mengubah posisi saat seseorang bernapas.

Jenis apnea ini memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan sekitar 8 hingga 16% orang dewasa. Apnea tidur obstruktif lebih banyak terjadi pada penderita obesitas. Namun demikian, tidak semua orang dengan apnea tidur obstruktif mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Dokter mendiagnosis apnea tidur obstruktif jika hal berikut terjadi:

  • Pernapasan terganggu saat tidur

  • Terdapat 5 gangguan pernapasan atau lebih per jam

  • Setiap gangguan berlangsung lebih dari 10 detik

Banyak faktor risiko meningkatkan kemungkinan apnea tidur obstruktif. Obesitas, mungkin bila dikombinasikan dengan faktor penuaan dan faktor lainnya, menyebabkan penyempitan saluran napas atas. Penggunaan alkohol dan penggunaan obat penenang secara berlebihan memperburuk apnea tidur obstruktif. Memiliki leher sempit atau leher tebal—ciri yang cenderung menurun dalam keluarga—meningkatkan risiko apnea tidur. Kadar hormon tiroid yang rendah (hipotiroidisme), dengan penyakit refluks gastroesofagus (GERD) di malam hari, atau pertumbuhan berlebihan dan abnormal akibat produksi berlebihan hormon pertumbuhan (akromegali) dapat berkontribusi pada apnea tidur obstruktif. Terkadang stroke dapat menyebabkan apnea tidur obstruktif. Apnea tidur cenderung menurun dalam keluarga, sehingga mungkin ada risiko genetik.

Tahukah Anda...

  • Orang dengan apnea tidur obstruktif harus menghindari alkohol dan obat penenang, terutama sebelum tidur.

Apnea tidur obstruktif pada anak-anak

Pada anak-anak, amandel atau adenoid yang membesar, beberapa kondisi gigi (seperti overbite yang besar), obesitas, dan beberapa cacat lahir (seperti rahang bawah yang kecil secara abnormal) dapat menyebabkan apnea tidur obstruktif. Alergi musiman yang menyebabkan hidung tersumbat secara signifikan dapat memperburuk apnea tidur.

Kebanyakan anak yang terkena dampaknya mendengkur. Gejala tidur lainnya dapat meliputi tidur yang gelisah dan berkeringat di malam hari. Beberapa anak pipis di tempat tidur. Gejala di siang hari dapat meliputi pernapasan lewat mulut, sakit kepala di pagi hari, dan masalah berkonsentrasi. Masalah belajar dan beberapa masalah perilaku (seperti hiperaktivitas) sering merupakan gejala umum apnea tidur obstruktif parah pada anak-anak. Anak-anak juga dapat mengalami penundaan pertumbuhan. Mengantuk berlebihan di siang hari lebih jarang terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa dengan apnea tidur obstruktif.

Apnea tidur sentral

Apnea tidur sentral jarang terjadi, dibandingkan dengan apnea tidur obstruktif. Hal ini disebabkan oleh masalah dengan kontrol pernapasan pada bagian otak yang disebut batang otak. Biasanya, batang otak sangat sensitif terhadap perubahan kadar karbon dioksida dalam darah (produk samping reaksi kimia normal tubuh). Ketika kadar karbon dioksida tinggi, batang otak memberi sinyal kepada otot-otot pernapasan untuk bernapas lebih dalam dan lebih cepat untuk menghilangkan karbon dioksida melalui ekshalasi, dan sebaliknya. Pada apnea tidur sentral, batang otak tidak merespons perubahan kadar karbon dioksida dengan tepat. Akibatnya, selama tidur, orang yang memiliki apnea tidur sentral dapat mengalami jeda dalam bernapas atau dapat bernapas kurang dalam dan lebih lambat dari biasanya.

Ada banyak alasan mengapa batang otak tidak mengeluarkan sinyal pernapasan yang sesuai. Misalnya, stroke, infeksi otak (ensefalitis), atau cacat lahir pada otak dapat memengaruhi batang otak. Opioid yang digunakan untuk meredakan nyeri dan sejumlah obat lain dapat menyebabkan apnea tidur sentral. Berada di ketinggian juga dapat menyebabkan apnea tidur sentral. Apnea tidur sentral dapat terjadi pada penderita gagal jantung. Tumor otak adalah penyebab yang sangat jarang terjadi. Tidak seperti apnea tidur obstruktif, apnea tidur sentral tidak terkait dengan obesitas.

Dalam salah satu bentuk apnea tidur sentral, yang disebut Ondine curse atau sindrom hipoventilasi sentral kongenital (congenital central hypoventilation syndrome/CCHS), yang biasanya terjadi pada bayi baru lahir, orang dapat bernapas dengan tidak memadai atau tidak bernapas sama sekali kecuali saat mereka benar-benar terjaga.

Gejala-gejala Apnea Tidur

Gejala saat tidur biasanya pertama kali diketahui oleh pasangan tidur, teman sekamar, atau teman serumah. Pada semua jenis apnea tidur, pernapasan dapat secara abnormal menjadi lambat dan kurang dalam, atau pernapasan dapat tiba-tiba berhenti (terkadang hingga 1 menit), kemudian dilanjutkan.

Pada semua jenis apnea tidur, gangguan tidur dapat menyebabkan kantuk di siang hari, kelelahan, mudah marah, sakit kepala di pagi hari, kelambatan berpikir, dan kesulitan berkonsentrasi. Orang yang mengantuk berlebihan berisiko mengalami cedera saat mengoperasikan kendaraan bermotor atau mesin berat atau melakukan aktivitas lain yang berbahaya jika mengantuk. Mereka mungkin mengalami kesulitan di tempat kerja dan disfungsi seksual. Karena kadar oksigen dalam darah dapat menurun secara signifikan, dapat terjadi fibrilasi atrium dan tekanan darah dapat meningkat.

Apnea tidur obstruktif

Pada apnea tidur obstruktif, gejala yang paling umum adalah mendengkur, tetapi kebanyakan orang yang mendengkur tidak mengalami apnea tidur. Pada apnea tidur obstruktif, dengkuran cenderung mengganggu, dengan episode terengah-engah atau tersedak, ada jeda dalam pernapasan, dan bangun tiba-tiba dari tidur dengan hidung tersedak (snort). Orang tersebut mungkin terbangun dalam kondisi tersedak dan ketakutan.

Di pagi hari, orang sering tidak menyadari bahwa tidur mereka terganggu berkali-kali di malam hari. Sebagian orang bangun dengan sakit tenggorokan atau mulut kering. Ketika apnea tidur obstruktif parah, dengkuran keras dan hidung tersedak yang berhubungan dengan tidur terjadi berulang kali di malam hari, dan pada siang hari mereka merasakan kantuk atau tidak sengaja jatuh tertidur.

Mereka mungkin mengalami kesulitan untuk tetap tidur.

Pada orang yang tinggal sendiri, mengantuk di siang hari mungkin merupakan gejala yang paling terlihat. Pada akhirnya, kantuk itu akan mengganggu pekerjaan di siang hari dan mengurangi kualitas hidup. Misalnya, orang tersebut dapat jatuh tertidur saat menonton televisi, menghadiri pertemuan, atau dalam keadaan mengantuk yang eksrem mereka bisa bahkan tertidur saat berhenti di lampu merah ketika mengemudi. Memori dapat terganggu, dorongan seks dapat berkurang, dan hubungan interpersonal terganggu karena orang tersebut tidak dapat berpartisipasi secara aktif dalam hubungannya dengan orang lain karena mengantuk dan mudah marah.

Pada orang dengan apnea tidur yang tinggal bersama orang lain, tidur mereka yang berisik dan gelisah dapat berdampak buruk pada hubungan mereka dengan pasangan di tidur, teman sekamar, dan/atau teman serumah.

Pada apnea tidur obstruktif, risiko mereka akan meningkat untuk terkena stroke, serangan jantung, fibrilasi atrium (ritme jantung tidak teratur dan abnormal), dan peningkatan tekanan darah tinggi. Jika pria paruh baya mengalami episode apnea tidur obstruktif lebih sering dari sekitar 30 per jam, risiko kematian dini akan meningkat.

Tahukah Anda...

  • Hanya sebagian orang yang mendengkur memiliki apnea tidur obstruktif, tetapi kebanyakan orang yang memiliki apnea tidur obstruktif akan mendengkur.

Apnea tidur sentral

Pada apnea tidur sentral, mendengkur tidak terlalu kelihatan. Tempo pernapasannya tidak teratur dan terganggu oleh jeda. Pengidapnya bisa mengalami kesulitan untuk tetap tidur dan terbangun lebih awal.

Pernapasan Cheyne-Stokes (pernapasan berkala) adalah salah satu jenis apnea sentral. Pada pernapasan Cheyne-Stokes, pernapasan secara bertahap menjadi lebih cepat, perlahan melambat, berhenti sejenak, lalu dimulai lagi. Kemudian siklus ini berulang. Setiap siklus berlangsung selama 30 detik hingga 2 menit.

Sindrom hipoventilasi obesitas

Orang dengan obesitas ekstrem dapat mengalami sindrom hipoventilasi obesitas saja (disebut sindrom Pickwickian) atau biasanya dikombinasikan dengan apnea tidur obstruktif. Pada sindrom hipoventilasi obesitas, kelebihan lemak tubuh mengganggu pergerakan dada, dan kelebihan lemak tubuh di bawah diafragma menekan paru-paru, yang bergabung untuk menyebabkan pernapasan yang dangkal dan kurang efektif. Kelebihan lemak tubuh di sekitar tenggorokan menekan saluran napas atas, sehingga mengurangi aliran udara. Kontrol pernapasan dapat terganggu, menyebabkan apnea tidur sentral.

Diagnosis Apnea Tidur

  • Evaluasi dokter

  • Polisomnografi

Apnea tidur dicurigai berdasarkan pada gejala-gejala yang ditunjukkan orang tersebut. Kadang-kadang dokter menggunakan kuesioner untuk membantu memeriksa gejala, seperti mengantuk berlebihan di siang hari, yang mungkin disebabkan oleh apnea tidur obstruktif. Diagnosis biasanya dikonfirmasi dan tingkat keparahannya paling baik ditentukan dengan memantau pernapasan orang tersebut saat tidur. Langkah pertama biasanya adalah memantau di rumah dengan peralatan portabel yang dikenakan orang tersebut pada malam hari saat tidur. Peralatan ini dapat memantau pernapasan, denyut jantung, aliran udara melalui hidung, dan kadar oksigen. Tes yang lebih menyeluruh dapat dilakukan menggunakan polisomnografi, di mana orang tersebut tidur semalaman di laboratorium tidur. Evaluasi ini dapat membantu dokter membedakan antara apnea tidur obstruktif dan apnea tidur sentral.

Pada polisomnografi:

  • Elektroensefalografi (EEG) digunakan untuk memantau gelombang otak seseorang untuk mendeteksi perubahan tingkat tidur dan gerakan mata.

  • Oksimetri, di mana elektroda ditempatkan pada ujung jari atau cuping telinga, digunakan untuk mengukur kadar oksigen dalam darah.

  • Aliran udara diukur dengan alat yang ditempatkan di depan lubang hidung dan mulut.

  • Gerakan dan pola pernapasan diukur dengan monitor yang ditempatkan di sekitar dada.

Tes tidur menentukan indeks apnea-hipopnea (apnea-hypopnea index/AHI). AHI mewakili jumlah rata-rata episode tidak bernapas (apnea) dan penurunan pernapasan (hipopnea) yang terjadi per jam waktu tidur. Semakin banyak episode yang terjadi, semakin parah apnea tidur yang dialami dan semakin besar kemungkinan efek merugikan. Dokter menggunakan AHI dan pengukuran tes tidur lainnya ditambah gejala-gejala orang tersebut untuk mendiagnosis apnea tidur.

Terkadang diperlukan tes tambahan untuk membantu dokter menentukan penyebabnya. Orang-orang dengan apnea tidur dapat diuji untuk adanya komplikasi, seperti tekanan darah tinggi dan fibrilasi atrium.

Pengobatan untuk Apnea Tidur

  • Pengendalian faktor risiko

  • Tekanan saluran napas positif berkelanjutan atau pelindung mulut atau perangkat lain yang dipasang oleh dokter gigi

  • Kemungkinan bedah saluran napas atau stimulasi listrik saluran napas atas

Pengobatan diarahkan pada faktor risiko dan apnea tidur itu sendiri. Kelompok pendukung dapat memberikan informasi dan membantu orang yang mengalami apnea tidur dan anggota keluarga mereka mengatasi kondisi tersebut.

Orang-orang harus diperingatkan akan risiko mengemudi, mengoperasikan mesin berat, atau terlibat dalam aktivitas lain yang akan berbahaya jika mereka jatuh tertidur. Orang yang menjalani operasi harus memberi tahu ahli anestesi mereka bahwa mereka mengalami apnea tidur, karena anestesi terkadang dapat menyebabkan penyempitan saluran napas tambahan.

Pendengkur berat dan orang yang sering tersedak saat tidur tidak boleh mengonsumsi alkohol atau menggunakan alat bantu tidur, obat penenang antihistamin, atau obat lain yang menyebabkan mengantuk. Tidur menyamping atau menaikkan bagian kepala ranjang dapat membantu mengurangi dengkuran. Perangkat khusus yang dipasang di punggung dapat membantu mencegah orang tidur telentang. Berbagai alat dan semprotan lain yang dipasarkan untuk mengurangi dengkuran dapat membantu masalah dengkuran ringan, tetapi belum terbukti meredakan apnea tidur obstruktif. Ada beberapa prosedur bedah yang juga dipasarkan untuk mngatasi mendengkur, tetapi hanya ada sedikit bukti tentang seberapa efektif prosedur tersebut dan berapa lama efektivitasnya.

Mengantuk di siang hari dapat berkurang jika orang menerapkan kebiasaan untuk memperbaiki tidur mereka seperti membuat jadwal tidur/bangun secara teratur (lihat tabel ).

Apnea tidur obstruktif

Jika pengidapnya diberi resep pengobatan dan mereka mengikuti pengobatan tersebut, prognosisnya biasanya sangat baik. Hal ini tidak memengaruhi masa harapan hidup, dan komplikasi yang paling serius dapat dicegah. Tekanan darah biasanya turun beberapa poin.

Menurunkan berat badan, berhenti merokok, dan tidak menggunakan alkohol secara berlebihan dapat membantu. Infeksi hidung dan alergi harus diobati. Hipotiroidisme dan akromegali harus diobati jika ada. Penurunan berat badan sangat membantu tetapi ini bisa sangat sulit dilakukan, terutama bagi orang-orang yang mengantuk dan kelelahan. Dengan demikian, obat penurun berat badan atau pembedahan penurunan berat badan (bariatrik) sering direkomendasikan untuk orang-orang yang mengalami obesitas berat. Pengobatan dan bedah bariatrik mengurangi apnea tidur dan menormalkan gejala pada banyak orang.

Tekanan saluran napas positif kontinu (CPAP) adalah pengobatan utama bagi orang-orang dengan apnea tidur obstruktif, terutama mereka yang mengantuk berlebihan di siang hari. Dengan CPAP, orang bernapas melalui masker wajah atau hidung yang terhubung ke perangkat yang memberikan tekanan sedikit lebih tinggi di saluran napas. Ini meningkatkan tekanan yang menopang tenggorokan supaya terbuka saat orang tersebut bernapas. CPAP dapat diberikan dengan atau tanpa melembapkan udara yang dihantarkan. Bagi sebagian orang udara lembab terasa lebih nyaman. Diperlukan tindak lanjut yang cermat oleh tenaga profesional kesehatan selama 2 minggu pertama penggunaan untuk memastikan masker yang pas dan memberikan dorongan yang tepat saat orang tersebut belajar untuk tidur dengan masker tersebut.

Namun demikian, banyak orang merasa CPAP sulit ditoleransi, sehingga mereka hanya kadang-kadang berhenti menggunakannya atau hanya menggunakannya sesekali. Jika dokter dan teknisi membantu orang menemukan perangkat yang sesuai dengan mereka dan memotivasi mereka untuk menggunakannya, orang cenderung akan berhasil menggunakan CPAP dalam jangka panjang.

Sebagian orang yang menggunakan CPAP masih merasa kantuk di siang hari. Orang-orang ini dapat memperoleh manfaat dari meminum stimulan yang digunakan untuk mengobati kantuk di siang hari pada orang-orang dengan apnea tidur obstruktif (misalnya, modafinil atau solriamfetol). Obat-obatan lain juga sedang diuji untuk orang-orang dengan apnea tidur obstruktif.

Peralatan oral yang dapat dilepas, dipasang oleh dokter gigi, dapat membantu mengurangi apnea tidur obstruktif (dan mendengkur) pada orang yang memiliki apnea tidur ringan hingga sedang. Peralatan ini, yang hanya dipakai saat tidur, membantu menjaga saluran napas tetap terbuka. Sebagian besar alat ini terdiri dari 2 potongan plastik yang dicetak sesuai bentuk gigi atas dan bawah. Kedua potongan tersebut saling terhubung dan dirancang untuk menarik rahang bawah ke depan sehingga lidah tidak dapat bergerak mundur untuk menghalangi tenggorokan.

Karena dengkuran yang mengganggu ini biasa terjadi dan karena penggunaan CPAP mungkin sulit dilakukan, ada beberapa perangkat alternatif yang belum diteliti secara menyeluruh dipasarkan dan dijual langsung kepada konsumen. Sebelum memulai rencana pengobatan apa pun, orang-orang harus mendiskusikan pilihan pengobatan mereka dengan penyedia layanan kesehatan.

Stimulasi saluran napas atas adalah prosedur ketika perangkat listrik yang diimplan dipakai untuk menstimulasi salah satu saraf kranial yang mengontrol lidah (saraf hipoglosal). Menstimulasi saraf ini mengaktifkan otot yang mendorong lidah ke depan dan membantu menjaga saluran napas tetap terbuka. Terapi ini dapat berhasil pada beberapa orang dengan apnea tidur obstruktif sedang hingga berat yang tidak dapat menoleransi terapi CPAP.

Pembedahan kepala atau leher sebagai pengobatan untuk apnea tidur berguna jika terdapat tonsil yang membesar atau penyumbatan yang jelas pada saluran napas atas oleh struktur lain. Pada anak-anak, pembedahan untuk mengangkat amandel dan adenoid adalah pengobatan yang paling umum (disebut tonsilektomi dan adenoidektomi). Jenis pembedahan ini biasanya meredakan apnea tidur, terutama jika tonsil atau adenoid membesar. Pembedahan kadang-kadang digunakan pada orang-orang yang tidak memiliki penyumbatan yang jelas jika tidak ada pengobatan lain yang berhasil.

Uvulopalatopharyngoplasti adalah prosedur bedah yang membuka saluran napas atas dengan mengangkat beberapa jaringan dari saluran napas atas (misalnya, dari palatum, uvula, amandel, dan adenoid). Hal ini paling sering membantu pada orang-orang yang memiliki apnea tidur ringan. Akan tetapi, prosedur ini sebagian besar digantikan oleh pendekatan yang kurang agresif yang, misalnya, berusaha menstabilkan dinding faring (rongga di belakang hidung dan mulut). Prosedur bedah lainnya terkadang digunakan, namun belum dipelajari secara menyeluruh untuk mengetahui kepastian dan ketahanannya.

Trakeostomi (membuat bukaan permanen pada batang tenggorok depan untuk memasukkan selang pernapasan) adalah perawatan yang paling efektif untuk apnea tidur obstruktif. Namun demikian, trakeostomi hanya dilakukan sebagai upaya terakhir bagi penderita penyakit terburuk yang tidak merespons pengobatan lain.

Apnea tidur sentral

Pada orang dengan apnea tidur sentral, gangguan yang mendasarinya diobati jika memungkinkan. Misalnya, obat-obatan dapat diberikan untuk mengurangi keparahan gagal jantung. Orang-orang juga disarankan untuk menghindari atau mengurangi alkohol dan obat-obatan yang memperburuk apnea tidur. Oksigen yang dihantarkan oleh nasal prong (tidak di bawah tekanan) dapat mengurangi episode apnea pada orang-orang yang kadar oksigennya di dalam darah menjadi rendah saat tidur.

Sebagian orang dengan apnea tidur sentral dapat diobati dengan CPAP level rendah. Orang dengan apnea sentral tipe Cheyne-Stokes mengalami lebih sedikit episode apnea dan fungsi jantung yang lebih baik dengan pengobatan ini tetapi tidak bertahan hidup lebih lama.

Orang-orang yang mengalami apnea tidur sentral yang disebabkan oleh ketinggian, dan beberapa yang mengalami gagal jantung, dapat diobati dengan acetazolamide.

Sebagian orang dapat diobati dengan prosedur untuk memasang perangkat yang menstimulasi saraf yang mengendalikan diafragma (stimulator saraf diafragma/frenik) untuk membantu orang bernapas.

Informasi Lebih Lanjut

Sumber daya berbahasa Inggris berikut ini mungkin berguna. Harap diperhatikan bahwa MANUAL ini tidak bertanggung jawab atas konten sumber daya ini.

  1. American Thoracic Society: Apa yang dimaksud dengan Apnea Tidur Obstruktif pada Orang Dewasa? dan American Thoracic Society: Apa yang dimaksud dengan Apnea Tidur Sentral pada Orang Dewasa?: Ringkasan yang menjawab pertanyaan umum, menyarankan langkah tindakan, dan mencantumkan sumber daya tambahan

  2. American Academy of Sleep Medicine: Informasi terperinci yang menjelaskan pentingnya tidur yang sehat dan pilihan pengobatan untuk gangguan tidur

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!