Gambaran Umum Disfungsi Otak

OlehJuebin Huang, MD, PhD, Department of Neurology, University of Mississippi Medical Center
Ditinjau OlehMichael C. Levin, MD, College of Medicine, University of Saskatchewan
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Sept 2025
v736621_id

Kerusakan otak dapat menyebabkan banyak jenis disfungsi. Disfungsi tersebut berkisar dari kehilangan kesadaran sepenuhnya (seperti yang terjadi pada koma), disorientasi dan ketidakmampuan untuk memperhatikan (seperti yang terjadi pada delirium), hingga gangguan 1 atau beberapa dari banyak fungsi spesifik yang berkontribusi pada pengalaman sadar.

Jenis dan keparahan disfungsi otak bergantung pada

  • Seberapa luas kerusakan otak

  • Di mana kerusakan otak terjadi

  • Seberapa cepat gangguan penyebabnya berkembang

Disfungsi otak dapat bersifat

  • Terlokalisasi (fokal): Terbatas pada satu area tertentu

  • Difus (global): Menyebar

Penyebab Disfungsi Otak

Disfungsi otak terlokalisasi terjadi pada area tertentu di otak dan disebabkan oleh gangguan, termasuk yang berikut ini:

Disfungsi otak difus memengaruhi area otak yang luas, yang disebabkan oleh gangguan termasuk yang berikut ini:

Gangguan yang terjadi di area otak juga dapat menyebabkan disfungsi otak difus jika menyebabkan pembengkakan atau memberikan tekanan pada area otak yang luas. Gangguan-gangguan ini meliputi:

  • Abses otak

  • Tumor otak besar

  • Cedera kepala parah atau tumpul

COVID-19 terutama merupakan penyakit pernapasan, tetapi juga dapat memengaruhi banyak organ dalam tubuh, termasuk otak. Virus penyebab COVID-19 dapat menyebabkan disfungsi otak yang meluas, sehingga menyebabkan masalah sistem saraf (neurologi) dan kesehatan mental. Beberapa masalah ini dapat terus berlangsung setelah pulih dari penyakit akut.

Obat-obatan tertentu, seperti opioid (narkotik), beberapa obat penenang (seperti benzodiazepin dan barbiturat), dan antidepresan, menyebabkan disfungsi otak difus jika kadar obat dalam darah terlalu tinggi atau jika seseorang secara khusus sensitif terhadap efeknya (sebagaimana umum dialami lansia).

Saat Area Spesifik Otak Rusak

Berbagai area otak mengontrol fungsi spesifik. Akibatnya, bagian otak yang rusak menentukan fungsi mana yang hilang.

Gejala Disfungsi Otak

Jenis dan tingkat keparahan disfungsi otak bergantung pada lokasi kerusakan otak, serta apakah hal itu memengaruhi seluruh otak (difus) atau hanya sebagian otak (terlokalisasi). Ketika korteks serebral (lapisan luar otak besar) rusak, tingkat disfungsi sering proporsional dengan tingkat kerusakannya: Semakin luas kerusakannya, kemungkinan besar semakin parah disfungsinya. Namun demikian, kerusakan pada beberapa area otak dapat menyebabkan disfungsi parah sekalipun area yang rusak kecil. Ketika batang otak (yang mengatur fungsi tubuh yang penting dan tingkat kesadaran) rusak, kerusakan yang relatif kecil dapat menyebabkan koma dan bahkan kematian.

Gangguan yang berkembang dengan cepat lebih mungkin menyebabkan gejala disfungsi otak yang lebih nyata daripada gangguan yang berkembang secara perlahan. Misalnya, stroke parah lebih mungkin menyebabkan gejala nyata dibandingkan tumor yang tumbuh lambat. Otak lebih mudah mengompensasi perubahan bertahap daripada perubahan cepat.

Selain itu, kerusakan otak difus yang terjadi secara tiba-tiba cenderung memengaruhi kesadaran, membuat orang mengantuk, sulit dibangunkan (pingsan), atau tidak mungkin dibangunkan (koma). Ketika kerusakan otak difus berkembang lebih lambat, kesadaran akan lebih jarang terpengaruh dan orang biasanya tetap terjaga dan mudah dibangunkan. Kerusakan lokal cenderung memengaruhi fungsi tertentu.

Prognosis Disfungsi Otak

Dua karakteristik otak membantunya mengimbangi dan memulihkan diri setelah rusak:

  • Redundansi: Lebih dari 1 area dapat melakukan fungsi yang sama. Area dengan fungsi yang agak tumpang tindih terkadang dapat mengompensasi fungsi yang hilang.

  • Plastisitas: Sel saraf di area tertentu dapat berubah sehingga dapat melakukan fungsi baru.

Tahukah Anda...

  • Terkadang area otak lainnya dapat mengambil alih fungsi area yang rusak.

Akibatnya, area otak yang tidak rusak terkadang mengambil alih fungsi yang dilakukan oleh area yang rusak, yang berkontribusi pada pemulihan. Namun demikian, seiring bertambahnya usia, otak menjadi kurang mampu mengalihkan fungsi dari satu area ke area lainnya. Beberapa fungsi, seperti penglihatan, tidak dapat dilakukan oleh area otak lainnya. Kerusakan langsung pada area yang mengontrol fungsi tersebut sering kali memiliki efek permanen.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!