Demensia dengan Lewy Body dan Demensia Penyakit Parkinson

OlehJuebin Huang, MD, PhD, Department of Neurology, University of Mississippi Medical Center
Ditinjau OlehMichael C. Levin, MD, College of Medicine, University of Saskatchewan
Ditinjau/Direvisi Feb 2025 | Dimodifikasi Dec 2025
v8595918_id

Demensia dengan Lewy body adalah hilangnya fungsi mental secara progresif yang ditandai dengan berkembangnya Lewy body dalam sel saraf. Demensia penyakit Parkinson adalah hilangnya fungsi mental yang ditandai dengan berkembangnya Lewy body pada orang yang memiliki penyakit Parkinson.

  • Orang yang mengalami demensia dengan Lewy body berfluktuasi antara kewaspadaan dan rasa kantuk dan mungkin mengalami halusinasi, kesulitan menggambar, dan kesulitan bergerak yang mirip dengan yang disebabkan oleh penyakit Parkinson.

  • Demensia penyakit Parkinson biasanya terjadi sekitar 10 sampai 15 tahun setelah gejala lain dari penyakit Parkinson.

  • Diagnosis didasarkan pada gejala.

  • Strategi digunakan untuk memperpanjang fungsi selama mungkin, dan obat-obatan yang digunakan untuk mengobati penyakit Alzheimer dapat membantu.

(Lihat juga Gambaran Umum Delirium dan Demensia dan Demensia.)

Demensia dengan Lewy body adalah jenis demensia yang paling umum ketiga. Demensia dengan Lewy body biasanya terjadi pada orang yang berusia di atas 60 tahun.

Sekitar 40% penderita penyakit Parkinson mengalami demensia penyakit Parkinson. Demensia biasanya terjadi setelah usia 70 dan sekitar 10 hingga 15 tahun setelah penyakit Parkinson didiagnosis.

Demensia adalah penurunan fungsi mental yang lambat dan progresif termasuk pada ingatan, pemikiran, penilaian, dan kemampuan untuk belajar.

Demensia berbeda dari delirium, yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk memperhatikan, disorientasi, ketidakmampuan untuk berpikir dengan jelas, dan fluktuasi tingkat kewaspadaan.

  • Delirium terutama memengaruhi perhatian, dan demensia terutama memengaruhi memori.

  • Demensia biasanya terjadi secara bertahap dan tidak memiliki titik awal yang pasti. Delirium terjadi tiba-tiba dan sering kali memiliki titik awal yang pasti.

Perubahan pada otak

Pada demensia dengan Lewy body dan demensia penyakit Parkinson, endapan protein berbentuk bulat yang tidak normal (disebut Lewy body) terbentuk di dalam sel saraf. Lewy body mengakibatkan kematian sel-sel saraf.

Pada demensia dengan Lewy body, Lewy body terbentuk di seluruh lapisan luar otak (materi abu-abu, atau korteks serebral). Korteks serebral, yang merupakan bagian terbesar dari otak, bertanggung jawab untuk berpikir, memahami, dan menggunakan serta memahami bahasa.

Pada demensia penyakit Parkinson, Lewy body cenderung terbentuk di bagian otak yang disebut substansia nigra, yaitu bagian yang terpengaruh pada penyakit Parkinson. Substantia nigra terletak jauh di dalam batang otak dan membantu membuat gerakan menjadi halus. Batang otak menghubungkan otak dengan sumsum tulang belakang.

Demensia dengan Lewy body dan demensia penyakit Parkinson mungkin merupakan variasi dari satu gangguan. Pada gangguan ini, sinuklein (protein di dalam otak yang membantu sel-sel saraf berkomunikasi) berubah bentuk (salah melipat) dan perlahan terakumulasi sebagian besar di dalam otak tetapi juga di dalam saluran pencernaan dan jantung. Endapan sinuklein yang tidak normal ini disebut Lewy body. Sinuklein yang salah lipatan pada Lewy body memicu lebih banyak sinuklein yang salah lipatan, sehingga menghasilkan lebih banyak Lewy body. Kerusakan otak terjadi akibat akumulasi Lewy body. Protein-protein yang salah terlipat yang menyebabkan kerusakan otak dengan cara ini disebut prion. Prion menyebabkan gangguan otak lainnya seperti penyakit Creutzfeld-Jacob.

Lewy body juga terjadi pada beberapa orang penderita penyakit Alzheimer, meskipun belitan neurofibrilar dan plak neuritik (pikun) tampaknya menjadi sumber utama kerusakan. Belitan-belitan neurofibrilar dan plak neuritik, yang biasanya ada pada penyakit Alzheimer, kadang-kadang terjadi pada orang yang menderita demensia dengan Lewy body. Demensia dengan Lewy body, demensia penyakit Parkinson, dan penyakit Alzheimer sangat tumpang tindih, dan diperlukan lebih banyak penelitian untuk memperjelas hubungan mereka.

Gejala

Demensia dengan Lewy body

Gejala demensia dengan Lewy body sangat mirip dengan penyakit Alzheimer. Ini termasuk kehilangan memori, disorientasi, dan masalah dalam mengingat, berpikir, memahami, berkomunikasi, dan mengendalikan perilaku. Namun demensia dengan Lewy body dapat dibedakan dengan yang berikut ini:

  • Pada tahap awal, fungsi mental berfluktuasi, sering kali secara dramatis, selama beberapa hari hingga beberapa minggu tetapi terkadang dari waktu ke waktu. Suatu hari, penderitanya mungkin waspada dan dapat memperhatikan serta berkomunikasi secara koheren, dan keesokan harinya, mereka mungkin menjadi mengantuk, kurang perhatian, dan hampir tidak bicara. Penderitanya mungkin menatap ke ruang kosong untuk jangka waktu yang lama.

  • Pada awalnya, perhatian dan kewaspadaan mungkin lebih terganggu daripada memori, termasuk memori untuk kejadian baru-baru ini. Pada tahap awal demensia ini, masalah memori dapat muncul dikarenakan kurangnya perhatian dibandingkan masalah dalam mengingat yang sebenarnya. Masalah memori yang lebih terlihat cenderung terjadi kemudian seiring dengan berkembangnya demensia.

  • Orang tersebut juga mengalami kesulitan dalam membuat perencanaan, memecahkan masalah, menangani tugas yang rumit (seperti mengelola rekening bank), dan menggunakan penilaian yang baik (disebut fungsi eksekutif).

  • Kemampuan untuk menyalin dan menggambar dapat terganggu lebih parah daripada fungsi otak lainnya.

  • Gejala psikotik, seperti halusinasi, delusi, dan paranoia, lebih banyak terjadi pada demensia dengan Lewy body, dan halusinasi cenderung terjadi lebih awal daripada di penyakit Alzheimer.

Pada demensia dengan Lewy body, halusinasi biasanya berupa visual, yang sering kali kompleks dan terperinci. Ini dapat mencakup hewan atau orang yang dapat dikenali. Halusinasi sering kali bersifat mengancam. Lebih dari separuh orang yang menderita demensia dengan Lewy body mengalami delusi yang kompleks dan ganjil. Alih-alih meredakan gejala-gejala ini, obat-obatan antipsikotik sering kali memperburuknya dan gejala lainnya atau memiliki efek samping lain yang parah dan terkadang mengancam jiwa, seperti sindrom ganas neuroseptik.

Seperti halnya orang yang menderita penyakit Parkinson, orang yang menderita demensia dengan Lewy body memiliki otot yang kaku, bergerak lambat dan lamban, terseok-seok saat berjalan, dan membungkuk. Keseimbangan mudah hilang, membuat penderita lebih mungkin terjatuh. Tremor juga terjadi, tetapi biasanya terjadi lebih lambat dan menyebabkan lebih sedikit masalah daripada yang terjadi pada penyakit Parkinson. Masalah dengan pemikiran dan masalah dengan otot dan gerakan biasanya dimulai dalam waktu 1 tahun antara satu sama lain.

Gangguan tidur umum terjadi. Banyak penderita demensia dengan Lewy body memiliki gangguan perilaku tidur rapid eye movement (REM). Orang dengan gangguan ini memerankan mimpinya, terkadang melukai pasangan tidurnya.

Sistem saraf otonom dapat mengalami kerusakan, sehingga tubuh tidak dapat mengatur fungsi internal, seperti tekanan darah dan suhu tubuh. Akibatnya, orang tersebut dapat pingsan, berkeringat terlalu banyak atau terlalu sedikit, mengalami mulut kering, atau masalah buang air kecil atau sembelit.

Setelah gejala muncul, penderita biasanya bertahan hidup hingga sekitar 6 hingga 12 tahun.

Demensia penyakit Parkinson

Pada demensia penyakit Parkinson (tidak seperti demensia dengan Lewy body), fungsi mental biasanya mulai memburuk sekitar 10 hingga 15 tahun setelah masalah dengan otot dan gerakan muncul.

Seperti pada demensia lainnya, banyak fungsi mental yang dapat terpengaruh. Memori terganggu, dan penderitanya mengalami kesulitan memperhatikan dan memproses informasi. Orang berpikir lebih lambat. Masalah dengan perencanaan dan pelaksanaan tugas-tugas kompleks terjadi lebih awal dan lebih banyak terjadi dibandingkan dengan pada penyakit Alzheimer.

Halusinasi dan delusi lebih jarang terjadi dan/atau lebih ringan dibandingkan demensia dengan Lewy body.

Pada demensia penyakit Parkinson, masalah pada keseimbangan serta berjalan dan jatuh lebih umum terjadi, dan masalah otot (seperti kekakuan dan gerakan melambat) menjadi memburuk lebih cepat dibandingkan penyakit Parkinson tanpa demensia.

Diagnosis

  • Evaluasi dokter

  • Tomografi terkomputasi atau pencitraan resonansi magnetik

Dokter harus menentukan apakah seseorang menderita demensia, dan jika ya, apakah demensia tersebut adalah demensia dengan Lewy body atau demensia penyakit Parkinson.

Diagnosis demensia

Diagnosis demensia didasarkan pada hal-hal berikut:

  • Gejala, yang diidentifikasi dengan mengajukan pertanyaan kepada orang dan anggota keluarga atau pengasuh lainnya

  • Hasil pemeriksaan fisik

  • Hasil pengujian status mental

  • Hasil tes tambahan, seperti tomografi terkomputasi (computed tomography; CT) atau pencitraan resonansi magnetik (magnetic resonance imaging, MRI)

Pengujian status mental, yang terdiri dari berbagai pertanyaan dan tugas sederhana, membantu dokter menentukan apakah seseorang menderita demensia.

Terkadang diperlukan pengujian neuropsikologi, yang lebih terperinci. Pengujian ini mencakup semua area utama fungsi mental, termasuk suasana hati, dan biasanya memakan waktu 1 sampai 3 jam. Tes ini membantu dokter membedakan demensia dari gangguan memori terkait usia, gangguan kognitif ringan, dan depresi.

Informasi dari sumber di atas membantu dokter mengesampingkan delirium sebagai penyebab gejala (lihat tabel ). Melakukan hal ini sangat penting karena delirium, tidak seperti demensia, sering kali dapat pulih jika segera diobati.

Membedakan delirium dengan demensia dengan Lewy body sangat penting karena pada keduanya, fungsi mental juga berfluktuasi.

Diagnosis demensia dengan Lewy body dan demensia penyakit Parkinson

Dokter mendasarkan diagnosis demensia dengan Lewy body berdasarkan gejala-gejala khasnya. Demensia dengan Lewy body mungkin terjadi jika fungsi mental berfluktuasi pada orang yang memiliki halusinasi visual dan gejala otot dan gerakan yang mirip dengan yang disebabkan oleh penyakit Parkinson.

Tomografi terkomputasi (computed tomography, CT) dan/atau pencitraan resonansi magnetik (magnetic resonance imaging, MRI) dapat dilakukan untuk mengesampingkan penyebab lain demensia.

Tes pencitraan lainnya dapat membantu dokter mendiagnosis demensia dengan Lewy body. Termasuk tomografi emisi positron (positron emission tomography, PET) dan CT emisi foton tunggal (single-photon emission CT, SPECT). Tes ini menggunakan zat yang mengandung pelacak radioaktif yang, ketika disuntikkan ke vena, terkumpul dalam organ tertentu. Kamera sinar-gama yang terpasang pada komputer mendeteksi radioaktivitas, dan komputer menghasilkan gambar organ yang sedang diperiksa.

Namun, bahkan setelah dilakukan pengujian, membedakan demensia dengan Lewy body dengan demensia penyakit Parkinson bisa jadi sulit karena gejalanya mirip:

  • Umumnya, demensia dengan Lewy body lebih mungkin terjadi jika masalah gerakan dan otot berkembang pada saat yang sama atau tak lama setelah fungsi mental mulai menurun.

  • Demensia penyakit Parkinson lebih mungkin terjadi jika penurunan mental terjadi bertahun-tahun setelah gangguan otot dan gerakan terjadi pada orang-orang yang menderita penyakit Parkinson dan jika gejala otot dan gerakan lebih parah daripada gangguan mental.

Meskipun demikian, diagnosis demensia ini dapat dikonfirmasi secara definitif hanya ketika sampel jaringan otak diangkat dan diperiksa di bawah mikroskop. Prosedur ini dilakukan setelah kematian selama otopsi.

Pengobatan

  • Tindakan pendukung dan keselamatan

  • Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati penyakit Alzheimer

Pengobatan demensia dengan Lewy body dan demensia penyakit Parkinson melibatkan langkah-langkah umum untuk memberikan keamanan dan dukungan, seperti untuk semua demensia.

Obat-obatan dapat digunakan untuk meningkatkan fungsi mental dan mengurangi gejala. Jika perilaku menjadi mengganggu dan tidak dikendalikan dengan tindakan yang mendukung, kadang digunakan obat-obatan.

Tindakan pendukung dan keselamatan

Menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung dapat sangat membantu.

Umumnya, lingkungan harus cerah, ceria, aman, stabil, dan dirancang untuk membantu orientasi. Beberapa stimulasi, seperti radio atau televisi, sangat membantu, tetapi stimulasi berlebihan harus dihindari.

Struktur dan rutinitas membantu orang tersebut tetap berorientasi dan memberi mereka rasa aman dan stabilitas. Setiap ada perubahan lingkungan, rutinitas, atau perawat harus dijelaskan kepada orang tersebut secara jelas dan sederhana.

Mengikuti rutinitas harian untuk berbagai tugas seperti mandi, makan, dan tidur membantu orang-orang yang menderita penyakit Alzheimer mengingatnya. Mengikuti rutinitas rutin sebelum tidur dapat membantu mereka tidur lebih nyenyak.

Aktivitas lain yang dijadwalkan secara rutin dapat membantu penderita merasa mandiri dan dibutuhkan dengan memfokuskan perhatian mereka pada tugas yang menyenangkan atau bermanfaat. Aktivitas tersebut harus mencakup aktivitas fisik dan mental. Aktivitas harus diuraikan dalam bagian-bagian kecil atau disederhanakan saat demensia memburuk.

Obat-obatan

Obat yang sama yang digunakan untuk mengobati penyakit Alzheimer, terutama rivastigmin, dapat digunakan untuk mengobati demensia dengan Lewy body dan demensia penyakit Parkinson. Obat-obatan ini dapat meningkatkan fungsi mental.

Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati penyakit Parkinson dapat membantu meredakan gejala penyakit Parkinson (seperti otot kaku dan tremor) pada kedua jenis demensia ini. Meskipun demikian, pada demensia dengan Lewy body, obat-obatan ini dapat memperparah kebingungan, halusinasi, dan delusi.

Pimavanserin, obat antipsikotik, dapat digunakan untuk mengobati halusinasi dan delusi pada penderita penyakit Parkinson.

Pada demensia dengan Lewy body, obat antipsikotik generasi pertama (yang lebih lawas) cenderung memperparah gejala otot dan gerakan, serta sebaiknya dihindari. Obat antipsikotik generasi kedua, yang diberikan dalam dosis rendah, lebih disukai. Meskipun demikian, pengobatan dengan antipsikotik ini, jika digunakan untuk waktu yang lama, dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan kadar lemak (lipid) abnormal (hiperlipidemia) dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Perawatan untuk pengasuh

Merawat orang dengan demensia adalah hal yang membuat stres dan penuh tuntutan, dan para pengasuh dapat menjadi tertekan dan kelelahan, sehingga sering kali mengabaikan kesehatan mental dan fisik mereka sendiri. Langkah-langkah berikut dapat membantu perawat (lihat tabel Merawat Pengasuh):

  • Mempelajari cara efektif memenuhi kebutuhan penderita demensia dan apa yang diharapkan dari mereka: Pengasuh dapat memperoleh informasi ini dari perawat, pekerja sosial, organisasi, dan materi yang dipublikasikan dan online.

  • Mencari bantuan saat dibutuhkan: Pengasuh dapat berbicara dengan pekerja sosial (termasuk yang berada di rumah sakit komunitas setempat) tentang sumber bantuan yang sesuai, seperti program perawatan di tempat penitipan, kunjungan oleh suster di rumah, bantuan membersihkan rumah paruh waktu atau penuh waktu, serta asisten rumah tangga yang bisa tinggal di rumah. Konseling dan kelompok dukungan juga dapat membantu.

  • Merawat diri sendiri: Para pengasuh harus ingat untuk menjaga diri mereka sendiri. Mereka tidak boleh melepaskan teman, hobi, dan aktivitas mereka.

Masalah akhir hayat

Sebelum penderita demensia dengan Lewy body atau demensia penyakit Parkinson menjadi terlalu tidak berdaya, keputusan tentang perawatan medis harus diambil, dan pengaturan keuangan dan hukum harus dibuat. Pengaturan ini disebut arahan lanjutan atau disebut juga advance directives. Orang tersebut harus menunjuk seseorang yang secara hukum berwenang untuk membuat keputusan pengobatan atas nama mereka (proksi perawatan kesehatan). Mereka harus mendiskusikan keinginan perawatan kesehatan mereka dengan orang ini dan dokter mereka. Masalah-masalah seperti itu sebaiknya didiskusikan dengan semua pihak yang berkepentingan jauh sebelum keputusan diambil.

Saat demensia memburuk, pengobatan cenderung diarahkan untuk menjaga kenyamanan orang tersebut daripada berusaha memperpanjang hidupnya.

Informasi Lebih Lanjut

Referensi berbahasa Inggris berikut ini mungkin akan berguna. Harap diperhatikan bahwa MANUAL ini tidak bertanggung jawab atas konten sumber daya ini.

  1. National Institute of Neurological Disorders and Stroke's Dementia Information Page: Informasi tentang perawatan dan prognosis untuk penderita demensia dengan Lewy body dan tautan ke uji klinis.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!