Kondisi Vegetatif

(Sindrom Terjaga Nonresponsif)

OlehKenneth Maiese, MD, Rutgers University
Ditinjau OlehMichael C. Levin, MD, College of Medicine, University of Saskatchewan
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Apr 2024
v8383728_id

Kondisi vegetatif terjadi ketika otak besar (bagian otak yang mengendalikan pikiran dan perilaku) tidak lagi berfungsi, tetapi hipotalamus dan batang otak (bagian otak yang mengendalikan fungsi vital, seperti siklus tidur, suhu tubuh, pernapasan, tekanan darah, detak jantung, dan kesadaran) terus berfungsi. Dengan demikian, orang tersebut dapat membuka mata dan tampak terjaga tetapi tidak merespons rangsangan dengan cara yang berarti.

  • Pada umumnya, keadaan vegetatif disebabkan oleh kerusakan otak yang parah akibat cedera kepala atau gangguan yang membuat otak kekurangan oksigen, seperti henti jantung atau henti napas.

  • Orang yang berada dalam kondisi vegetatif dapat membuka mata mereka, tetapi tidak dapat berbicara atau melakukan hal-hal yang membutuhkan pemikiran atau niat sadar, dan mereka tidak memiliki kesadaran akan diri mereka sendiri atau lingkungan mereka.

  • Dokter mendiagnosis keadaan vegetatif hanya setelah mereka mengamati pasien untuk jangka waktu tertentu dan pada lebih dari satu kesempatan dan tidak menemukan bukti kesadaran.

  • Orang-orang dalam keadaan vegetatif memerlukan perawatan komprehensif, termasuk nutrisi yang baik dan langkah-langkah untuk mencegah masalah yang diakibatkan dari tidak dapat bergerak (seperti luka tekan).

Kondisi vegetatif ini jarang terjadi. Kadang-kadang disebut sindrom terjaga nonresponsif.

Kondisi vegetatif yang berlangsung lebih dari 1 bulan dianggap sebagai kondisi vegetatif persisten. (Namun demikian, durasi waktu lainnya telah digunakan, terkadang bergantung pada penyebab keadaan vegetatif.) Sebagian besar orang dengan kondisi vegetatif persisten tidak dapat memulihkan fungsi mental atau kemampuannya untuk berinteraksi dengan lingkungan dengan cara yang bermakna. Namun, ada orang dengan kondisi vegetatif persisten yang cukup membaik sehingga diagnosis diubah ke keadaan sadar minimal. Pada orang yang berada dalam kondisi kesadaran minimal, kesadarannya sangat terganggu tetapi tidak sepenuhnya.

Ketika pemulihan terjadi, penyebabnya biasanya kerusakan otak akibat cedera kepala (cedera otak traumatik), bukan gangguan yang menyebabkan otak kekurangan oksigen. Pemulihan juga sering kali sangat terbatas. Misalnya, orang tersebut dapat meraih benda apa saja atau mengucapkan kata yang sama berulang kali. Jarang sekali, orang yang berada dalam kondisi vegetatif yang persisten akibat cedera kepala terus membaik secara perlahan selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Jumlah orang dalam kondisi vegetatif tidak diketahui, tetapi sekitar 25.000 orang dewasa dan hampir 10.000 anak-anak di Amerika Serikat diduga mengalami gangguan ini.

Penyebab Kondisi Vegetatif

Kondisi vegetatif terjadi ketika serebrum (bagian terbesar otak) mengalami kerusakan parah (membuat fungsi mental menjadi mustahil), tetapi sistem pengaktifan retikular masih berfungsi (membuat pasien dapat terjaga). Sistem pengaktifan retikular mengontrol apakah seseorang sadar (terjaga). Ini adalah sistem sel dan serabut saraf yang terletak jauh di dalam bagian atas batang otak (bagian otak yang menghubungkan otak besar dengan sumsum tulang belakang).

Umumnya, keadaan vegetatif disebabkan oleh kerusakan otak yang parah akibat

Namun, gangguan apa pun yang sangat merusak otak seperti perdarahan (hemoragi) di otak atau infeksi otak dapat menyebabkan keadaan vegetatif.

Gejala Kondisi Vegetatif

Orang-orang dalam keadaan vegetatif dapat melakukan beberapa hal karena sebagian otaknya berfungsi:

  • Mereka dapat membuka mata.

  • Mereka memiliki pola tidur dan bangun yang relatif teratur (tetapi tidak selalu terkait dengan siang dan malam).

  • Mereka dapat bernapas, menghisap, mengunyah, batuk, tersedak, menelan, dan mengeluarkan suara parau.

  • Mereka bahkan mungkin dapat terkejut oleh suara keras dan tampak tersenyum atau mengerutkan kening.

Karena semua respons ini, mereka mungkin tampak menyadari lingkungan sekitar mereka. Namun, sebagian besar orang dalam keadaan vegetatif tidak memiliki kesadaran tentang diri mereka sendiri atau lingkungan mereka. Respons mereka yang tampak jelas terhadap lingkungan mereka merupakan hasil dari refleks dasar otomatis (involunter) dan bukan dari tindakan yang disadari. Misalnya, mereka mungkin secara naluriah menggenggam benda saat benda itu menyentuh tangan mereka, seperti yang dilakukan bayi.

Orang-orang dalam keadaan vegetatif tidak dapat melakukan hal-hal yang memerlukan niat disengaja atau kesadaran. Mereka tidak dapat berbicara, mengikuti perintah, menggerakkan anggota badan mereka dengan sengaja, atau bergerak untuk menghindari stimulus yang menyakitkan.

Sebagian besar orang dalam keadaan vegetatif telah kehilangan semua kapasitas untuk sadar, berpikir, dan terjaga. Namun pada beberapa orang, pencitraan resonansi magnetik fungsional (functional magnetic resonance imaging, fMRI) dan elektroensefalografi (EEG) telah mendeteksi bukti adanya aktivitas otak yang menunjukkan kemungkinan kesadaran. Pada orang-orang ini, penyebabnya biasanya berupa cedera kepala, bukan gangguan yang menyebabkan otak kekurangan oksigen. Ketika orang tersebut diminta untuk membayangkan menggerakkan bagian tubuh mereka, tes ini menunjukkan aktivitas otak yang tepat untuk tindakan tersebut (meskipun mereka tidak melakukan tindakan tersebut). Namun demikian, pengujian ini tidak dapat menentukan seberapa besar kesadaran yang dimiliki orang-orang ini. Kesadaran yang hanya dapat dideteksi dengan tes ini disebut kesadaran tertutup (tersembunyi).

Orang-orang dalam keadaan vegetatif tidak memiliki kendali atas buang air kecil dan buang air besar (inkontinen).

Tahukah Anda...

  • Orang yang berada dalam kondisi vegetatif akan tidur dan terbangun secara teratur, dan mata mereka terbuka serta bergerak, tetapi biasanya, mereka telah kehilangan semua kemampuan untuk berpikir dan berperilaku secara sadar.

Diagnosis Kondisi Vegetatif

  • Evaluasi dokter

  • Pengujian seperti pencitraan resonansi magnetik dan elektroensefalografi

Dokter mencurigai adanya keadaan vegetatif berdasarkan gejala. Namun, sebelum keadaan vegetatif dapat didiagnosis, orang tersebut harus diobservasi untuk jangka waktu tertentu dan lebih dari satu kali. Jika tidak diobservasi cukup lama, bukti kesadaran mungkin terlewatkan. Orang yang memiliki kesadaran mungkin berada dalam keadaan sadar minimal dan bukan keadaan vegetatif.

Tes pencitraan, seperti pencitraan resonansi magnetik ( magnetic resonance imaging, MRI) atau tomografi terkomputasi (computed tomography, CT), dilakukan untuk memeriksa ada tidaknya gangguan yang mungkin menyebabkan masalah, terutama gangguan yang dapat diobati. Jika diagnosis masih diragukan, dokter dapat melakukan tes pencitraan lainnya—tomografi emisi positron (positron emission tomography, PET) atau tomografi komputasi emisi foton tunggal (single-photon emission computed tomography, SPECT). Tes ini dapat menunjukkan seberapa baik otak berfungsi.

Elektroensefalografi (EEG) dapat dilakukan untuk memeriksa abnormalitas aktivitas listrik otak yang menunjukkan kejang, yang dapat mengganggu kesadaran.

MRI Fungsional (fMRI) dapat dilakukan untuk memeriksa aktivitas otak sehingga menentukan apakah kesadaran benar-benar terganggu. Tes ini dapat mendeteksi ketika seseorang merespons pertanyaan dan perintah, sekalipun reponsnya tidak jelas—yaitu, ketika orang tersebut tidak berbicara atau bergerak dalam menanggapi (kesadaran tersembunyi). EEG juga dapat mendeteksi aktivitas otak ini. Hasil dari tes ini dapat memengaruhi keputusan tentang perawatan jangka panjang.

Pengobatan Kondisi Vegetatif

  • Tindakan pencegahan untuk masalah akibat imobilisasi

  • Nutrisi yang baik

Terapi musik mungkin memiliki efek yang sedikit bermanfaat dengan merangsang respons pada orang-orang dalam keadaan vegetatif atau jenis gangguan kesadaran lainnya. Namun manfaat terapi ini masih belum jelas.

Perawatan jangka panjang

Seperti halnya orang yang mengalami koma, orang yang berada dalam kondisi vegetatif memerlukan perawatan menyeluruh.

Memberikan nutrisi yang baik (dukungan nutrisi) sangatlah penting. Mereka diberi makan melalui slang yang dimasukkan melalui hidung dan ke dalam lambung (disebut pemberian makan dengan slang). Kadang-kadang mereka diberi makan melalui slang yang dimasukkan langsung ke lambung atau usus kecil melalui sayatan di perut. Obat-obatan juga dapat diberikan melalui slang ini.

Banyak masalah yang terjadi karena penderita tidak dapat bergerak (imobilisasi), dan tindakan untuk mencegahnya sangatlah penting (lihat Masalah Akibat Tirah Baring). Misalnya, hal berikut dapat terjadi:

  • Luka tekan: Berbaring dalam satu posisi dapat memutus suplai darah ke beberapa area tubuh, menyebabkan kulit rusak dan terbentuknya luka tekan.

  • Kontraktur: Kurangnya gerakan juga dapat menyebabkan kekakuan permanen dan pemendekan otot (kontraktur) yang menyebabkan sendi menjadi bengkok permanen.

  • Bekuan Darah: Kurangnya gerakan membuat bekuan darah lebih mungkin terbentuk di vena tungkai—disebuttrombosis vena dalam.

Luka tekan dapat dicegah dengan sering mengubah posisi orang tersebut dan menempatkan bantalan pelindung di bawah bagian tubuh yang bersentuhan dengan tempat tidur, seperti tumit, untuk melindunginya.

Untuk mencegah kontraktur, terapis fisik dengan lembut menggerakkan sendi pasien ke segala arah (latihan rentang gerak pasif) atau membebat sendi pada posisi tertentu.

Mencegah darah membeku dilakukan dengan menggunakan obat-obatan dan kompresi atau menaikkan kaki orang tersebut. Menggerakan lengan dan kaki, seperti yang terjadi dalam latihan rentang gerak pasif, juga dapat membantu mencegah darah membeku.

Jika orang tersebut mengalami inkontinensia, perawatan harus dilakukan untuk menjaga kulit tetap bersih dan kering. Jika kandung kemih tidak berfungsi dan urine tertahan, slang (kateter) dapat dipasang di kandung kemih untuk mengalirkan urine. Kateter dibersihkan dengan hati-hati dan diperiksa secara teratur untuk mencegah terjadinya infeksi saluran kemih.

Masalah lainnya

Jika pemulihan tidak mungkin terjadi, dokter, anggota keluarga, dan terkadang komite etika rumah sakit harus mendiskusikan seberapa agresif masalah medis di masa depan harus diupayakan dan kapan serta apakah pengobatan yang menopang kehidupan harus dihentikan. Keinginan seseorang tentang perawatan tersebut harus dipertimbangkan jika diketahui–misalnya, jika keinginan tersebut telah dinyatakan dalam arahan lanjutan (wasiat hidup).

Prognosis Kondisi Vegetatif

Beberapa orang secara spontan sembuh dari keadaan vegetatif, tetapi pemulihannya biasanya tidak sepenuhnya. Peluang pemulihan bergantung pada penyebab dan tingkat kerusakan otak serta usia seseorang, seperti berikut ini:

  • Pemulihan lebih mungkin terjadi jika penyebabnya adalah cedera kepala, kelainan metabolik yang reversibel (seperti gula darah rendah), atau overdosis obat atau obat terlarang daripada stroke berat atau serangan jantung.

  • Orang yang lebih muda mungkin akan lebih cepat pulih dalam menggunakan otot-ototnya dibandingkan lansia, tetapi perbedaan dalam pemulihan fungsi mental, perilaku, dan kemampuan bicara tidak signifikan.

  • Jika keadaan vegetatif berlangsung lebih dari beberapa bulan, orang-orang cenderung tidak dapat memulihkan kesadarannya. Jika orang-orang pulih, mereka kemungkinan akan mengalami disabilitas parah.

Pemulihan dari keadaan vegetatif kecil kemungkinannya. Kemungkinan besar tidak akan terjadi setelah 1 bulan jika kerusakan otak nontraumatik dan setelah 12 bulan jika kerusakan otak bersifat traumatik.

Namun, beberapa orang membaik dalam jangka waktu beberapa bulan atau tahun. Jarang sekali, perbaikan terjadi di kemudian hari. Setelah 3 hingga 5 tahun, sekitar 3 hingga 5% orang dapat memulihkan kemampuan berkomunikasi dan memahami, tetapi hanya sedikit yang dapat hidup secara mandiri, dan tidak ada yang dapat berfungsi secara normal.

Sebagian besar orang yang tetap dalam keadaan vegetatif meninggal dalam waktu 6 bulan sejak kerusakan otak semula. Sebagian besar orang bertahan hidup sekitar 2 hingga 5 tahun. Penyebab kematian sering kali adalah infeksi saluran pernapasan atau saluran kemih atau kerusakan parah (kegagalan) pada beberapa organ tubuh. Namun kematian dapat terjadi secara tiba-tiba, dan penyebabnya mungkin tidak diketahui. Beberapa orang hidup selama beberapa tahun.

Ada laporan tentang orang-orang yang mendapatkan kembali kesadaran setelah menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam keadaan vegetatif atau koma. Laporan ini sering kali melibatkan orang-orang yang memiliki keadaan sadar minimal, biasanya setelah cedera kepala. Peluang pemulihan dari keadaan sadar minimal tidak dapat diprediksi tetapi ini lebih baik daripada keadaan vegetatif.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!