Keadaan Sadar Minimal

OlehKenneth Maiese, MD, Rutgers University
Ditinjau OlehMichael C. Levin, MD, College of Medicine, University of Saskatchewan
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Apr 2024
v8383786_id

Kondisi kesadaran minimal adalah gangguan kesadaran yang parah tetapi tidak sepenuhnya. Ini disebabkan oleh kerusakan yang meluas pada otak besar (bagian otak yang mengendalikan pikiran dan perilaku).

  • Keadaan sadar minimal dapat terjadi akibat kerusakan otak, atau kondisi vegetatif dapat terjadi saat orang memulihkan beberapa fungsi.

  • Orang-orang dalam keadaan sadar minimal melakukan beberapa hal yang menunjukkan kesadaran akan diri dan lingkungan mereka, seperti melakukan kontak mata.

  • Dokter mendiagnosis keadaan sadar minimal hanya setelah mereka mengamati orang itu untuk jangka waktu tertentu dan pada lebih dari satu kesempatan dan menemukan beberapa bukti kesadaran pada orang yang kesadarannya sangat terganggu.

  • Orang-orang dalam keadaan sadar minimal memerlukan perawatan komprehensif, termasuk nutrisi yang baik dan langkah-langkah untuk mencegah masalah karena tidak dapat bergerak (seperti luka tekan).

Kondisi sadar minimal dapat terjadi secara langsung akibat kerusakan otak, atau dapat terjadi setelah kondisi vegetatif saat orang memulihkan beberapa fungsi. Seseorang dapat bolak-balik antara keadaan vegetatif dan keadaan sadar minimal, kadang-kadang selama bertahun-tahun setelah kerusakan otak awal.

Gejala Keadaan Sadar Minimal

Orang-orang dalam keadaan sadar minimal, tidak seperti orang dalam keadaan vegetatif, melakukan beberapa hal yang menunjukkan kesadaran akan diri dan lingkungan mereka. Mereka dapat melakukan hal-hal berikut:

  • Melakukan kontak mata

  • Mengikuti objek dengan mata mereka

  • Menjangkau benda

  • Menanggapi pertanyaan (meskipun sering kali dengan kata yang sama terlepas dari apakah jawabannya sesuai atau tidak)

  • Bereaksi terhadap semua perintah dengan cara yang biasa tetapi biasanya tidak tepat (misalnya, dengan berkedip)

Diagnosis Keadaan Sadar Minimal

  • Evaluasi dokter

  • Tes pencitraan seperti pencitraan resonansi magnetik

Dokter mencurigai adanya keadaan sadar minimal berdasarkan gejala. Namun sebelum keadaan sadar minimal dapat didiagnosis, orang tersebut harus diobservasi untuk jangka waktu tertentu dan pada lebih dari satu kesempatan.

Tes pencitraan, seperti pencitraan resonansi magnetik ( magnetic resonance imaging, MRI) atau tomografi terkomputasi (computed tomography, CT), dilakukan untuk memeriksa ada tidaknya gangguan yang mungkin menyebabkan masalah, terutama gangguan yang dapat diobati.

Jika diagnosis masih diragukan, dokter dapat melakukan tes pencitraan lainnya—tomografi emisi positron (positron emission tomography, PET) atau tomografi komputasi emisi foton tunggal (single-photon emission computed tomography, SPECT). Tes ini dapat menunjukkan seberapa baik otak berfungsi.

Elektroensefalografi (EEG) dapat dilakukan untuk memeriksa abnormalitas aktivitas listrik otak yang menunjukkan kejang, yang dapat mengganggu kesadaran.

Pengobatan Keadaan Sadar Minimal

  • Tindakan pencegahan untuk masalah akibat imobilisasi

  • Nutrisi yang baik

  • Kemungkinan obat-obatan tertentu

Perawatan jangka panjang

Seperti halnya orang yang mengalami koma, orang yang berada dalam kondisi sadar minimal memerlukan perawatan menyeluruh.

Memberikan nutrisi yang baik (dukungan nutrisi) sangatlah penting. Mereka diberi makan melalui slang yang dimasukkan melalui hidung dan ke dalam lambung (disebut pemberian makan dengan slang). Kadang-kadang mereka diberi makan melalui slang yang dimasukkan langsung ke lambung atau usus kecil melalui sayatan di perut. Obat-obatan juga dapat diberikan melalui slang ini.

Banyak masalah yang diakibatkan oleh tidak dapat bergerak, dan tindakan untuk mencegahnya sangatlah penting. Misalnya, hal berikut dapat terjadi:

  • Luka tekan: Berbaring dalam satu posisi dapat memutus suplai darah ke beberapa area tubuh, menyebabkan kulit rusak dan terbentuknya luka tekan.

  • Kontraktur: Kurangnya gerakan juga dapat menyebabkan kekakuan otot (kontraktur) permanen yang menyebabkan sendi menjadi bengkok permanen.

  • Bekuan Darah: Kurangnya gerakan membuat bekuan darah lebih mungkin terbentuk di vena tungkai—disebuttrombosis vena dalam.

  • Kerusakan otot dan saraf pada lengan dan kaki: Kurang bergerak atau berbaring dalam satu posisi untuk waktu yang lama dapat memberikan tekanan pada saraf yang berada di dekat permukaan tubuh di dekat tulang yang menonjol, seperti saraf pada siku, bahu, pergelangan tangan, atau lutut. Tekanan semacam itu dapat mencederai saraf. Akibatnya, otot-otot yang dikendalikan saraf berfungsi kurang baik.

Luka tekan dapat dicegah dengan sering mengubah posisi orang tersebut dan menempatkan bantalan pelindung di bawah bagian tubuh yang bersentuhan dengan tempat tidur, seperti tumit, untuk melindunginya.

Untuk mencegah kontraktur, terapis fisik dengan lembut menggerakkan sendi pasien ke segala arah (latihan rentang gerak pasif) atau membebat sendi pada posisi tertentu.

Mencegah darah membeku dilakukan dengan menggunakan obat-obatan dan kompresi atau menaikkan kaki orang tersebut. Menggerakan lengan dan kaki, seperti yang terjadi dalam latihan rentang gerak pasif, juga dapat membantu mencegah darah membeku.

Jika orang tersebut mengalami inkontinensia, perawatan harus dilakukan untuk menjaga kulit tetap bersih dan kering. Jika kandung kemih tidak berfungsi dan urine tertahan, slang (kateter) dapat dipasang di kandung kemih untuk mengalirkan urine. Kateter dibersihkan dengan hati-hati dan diperiksa secara teratur untuk mencegah terjadinya infeksi saluran kemih.

Pengobatan lainnya

Sangat sedikit orang yang membaik setelah diberi obat tertentu, tetapi hanya selama pengobatan dilanjutkan. Obat-obatan ini meliputi zolpidem (obat tidur), apomofin (digunakan untuk mengobati penyakit Parkinson), dan amantadin (digunakan untuk mengobati infeksi virus). Meskipun demikian, tidak ada pengobatan yang terbukti efektif dalam jangka panjang.

Terapi musik mungkin memiliki sedikit efek menguntungkan dengan merangsang beberapa respons pada orang yang berada dalam kondisi minimal sadar. Namun manfaat terapi ini masih belum jelas.

Prognosis Keadaan Sadar Minimal

Sebagian besar orang dalam keadaan sadar minimal cenderung terus membaik, tetapi peningkatannya terbatas. Beberapa orang mendapatkan kembali kemampuan untuk berkomunikasi dan memahami, terkadang setelah bertahun-tahun. Namun, sangat sedikit yang cukup pulih untuk hidup dan berfungsi secara mandiri. Semakin lama keadaan sadar minimal berlangsung, semakin sedikit fungsi yang dapat diperoleh kembali. Namun demikian, dengan layanan keperawatan yang terampil, pasien dapat hidup selama bertahun-tahun. Pemulihan mungkin lebih baik jika penyebabnya adalah cedera kepala.

Ada beberapa laporan tentang orang yang terbangun setelah menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam keadaan koma. Laporan ini sering kali melibatkan orang-orang yang berada dalam kondisi kesadaran minimal setelah mengalami cedera kepala.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!