Meningitis Noninfeksius

OlehRobyn S. Klein, MD, PhD, University of Western Ontario
Ditinjau OlehMichael C. Levin, MD, College of Medicine, University of Saskatchewan
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Nov 2024
v8343041_id

Meningitis noninfeksius adalah peradangan pada lapisan jaringan yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang (meninges) dan ruang berisi cairan di antara meninges (ruang subarakhnoid), yang disebabkan oleh kelainan yang bukan infeksi, atau karena obat atau vaksin.

(Lihat juga Pengantar Meningitis.)

Otak dan sumsum tulang belakang tertutup oleh 3 lapisan jaringan yang disebut meninges. Ruang subaraknoid terletak di antara lapisan tengah dan lapisan dalam meninges. Ruang ini berisi cairan serebrospinal, yang mengalir melalui meninges, mengisi ruang di dalam otak, dan membantu melindungi otak dan sumsum tulang belakang.

Meningitis noninfeksius adalah jenis meningitis aseptik (meningitis yang disebabkan oleh hal lain selain bakteri yang biasanya menyebabkan meningitis akut).

Jaringan yang Menutupi Otak

Di dalam tengkorak, otak ditutupi oleh 3 lapisan jaringan yang disebut meninges.

Penyebab Meningitis Noninfeksius

Meningitis noninfeksius disebabkan oleh gangguan yang bukan infeksi atau obat atau vaksin. Secara keseluruhan, kondisi ini merupakan penyebab meningitis yang jarang terjadi.

Gangguan yang paling sering menyebabkan meningitis noninfeksius meliputi gangguan yang menyebabkan inflamasi, seperti inflamasi yang terjadi ketika sistem imun tubuh mengalami malafungsi dan menyerang jaringan tubuh sendiri (gangguan autoimun). Gangguan tersebut meliputi artritis reumatoid dan lupus eritematosus sistemik (lupus).

Obat-obatan yang dapat menyebabkan meningitis noninfeksius meliputi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dan antibiotik tertentu. Meningitis noninfeksius akibat OAINS dapat terjadi pada orang yang memiliki gangguan autoimun seperti artritis reumatoid atau lupus eritematosus sistemik (lupus).

Meningitis noninfeksius juga dapat terjadi setelah kista otak pecah dan cairan di dalamnya bocor ke dalam ruang subarakhnoid. Kista tersebut dapat muncul pada saat lahir atau disebabkan oleh infeksi cacing pita yang disebut cysticercosis.

Tabel
Tabel

Gejala Meningitis Noninfeksius

Biasanya, meningitis noninfeksius menyebabkan gejala yang serupa dengan meningitis bakteri tetapi lebih ringan dan dapat berkembang lebih lambat. Gejalanya meliputi sakit kepala, leher kaku, dan sering kali demam. Ketika leher menjadi kaku, menurunkan dagu ke dada menjadi menyakitkan.

Diagnosis Meningitis Noninfeksius

  • Spinal tap dan analisis cairan serebrospinal

Dokter mencurigai adanya meningitis saat seseorang mengalami sakit kepala dan leher kaku, terutama pada saat demam. Mereka kemudian mencoba untuk menentukan apakah meningitis disebabkan oleh bakteri (membutuhkan pengobatan segera) atau tidak. Jika gejalanya tidak terlalu parah, kemungkinan penyebabnya adalah bakteri.

Spinal tap (pungsi lumbal) dilakukan untuk mendapatkan sampel cairan serebrospinal. Tomografi terkomputasi (computed tomography, CT) atau pencitraan resonansi magnetik (magnetic resonance imaging, MRI) dilakukan terlebih dahulu jika dokter menduga bahwa tekanan di dalam tengkorak meningkat atau bahwa kista otak atau massa lain di dalam otak adalah penyebabnya. Dalam kasus seperti itu, melakukan spinal tap dapat menyebabkan gangguan yang mengancam jiwa yang disebut herniasi otak. Setelah tekanan di dalam tengkorak diturunkan atau jika tidak ada massa yang terdeteksi, dilakukan spinal tap.

Sampel cairan serebrospinal dikirim ke laboratorium untuk diperiksa dan dianalisis. Kadar gula dan protein serta jumlah dan jenis sel darah putih dalam cairan ditentukan. Cairan dikultur untuk memeriksa adanya bakteri dan dengan demikian mengesampingkan atau memastikan adanya meningitis bakteri. Meningitis noninfeksius dapat terjadi jika cairan mengandung sel darah putih berlebih (mengindikasikan inflamasi) dan tidak mengandung bakteri apa pun yang dapat menjadi penyebabnya. Kemudian tes lain dilakukan untuk mengidentifikasi organisme infeksius selain bakteri, seperti virus dan jamur dalam cairan serebrospinal.

Meningitis noninfeksius cenderung terjadi jika seseorang memiliki gangguan atau meminum obat yang dapat menyebabkan meningitis dan gejala serta hasil uji orang tersebut tidak menunjukkan bahwa penyebabnya adalah infeksi.

Pengobatan Meningitis Noninfeksius

  • Pengobatan penyebab

Jika orang tersebut terlihat sangat sakit, dokter segera memulai pengobatan tanpa menunggu hasil tes untuk mengidentifikasi penyebabnya. Pengobatan termasuk antibiotik, yang diberikan hingga dokter yakin bahwa orang ini tidak menderita meningitis bakteri, yang, jika tidak diobati, dapat dengan cepat menyebabkan kerusakan otak permanen atau kematian. Mereka juga diberi asiklovir (obat antivirus) jika infeksi disebabkan oleh virus herpes simpleks.

Setelah penyebabnya diidentifikasi, dokter akan mengobati penyebabnya dengan tepat—misalnya, dengan mengobati gangguan atau menghentikan obat. Gejala diobati sesuai kebutuhan.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!