Gangguan Minat/Gairah Seksual

(Penurunan Libido pada Wanita)

OlehAllison Conn, MD, Baylor College of Medicine, Texas Children's Pavilion for Women;
Kelly R. Hodges, MD, Baylor College of Medicine, Texas Children's Pavilion for Women
Ditinjau OlehOluwatosin Goje, MD, MSCR, Cleveland Clinic, Lerner College of Medicine of Case Western Reserve University
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Jul 2023
v804754_id

Gangguan minat/gairah seksual pada wanita adalah kurangnya atau menurunnya minat terhadap aktivitas seksual (libido rendah) dan pikiran seksual dan/atau kurangnya respons terhadap rangsangan seksual.

  • Banyak faktor yang dapat memengaruhi minat wanita terhadap seks dan kemampuan untuk terangsang secara seksual, termasuk masalah hubungan, menopause, obat-obatan, kondisi medis, depresi, kecemasan, stres, dan riwayat trauma seksual.

  • Dokter mendiagnosis gangguan minat/gairah seksual berdasarkan deskripsi masalah dan kriteria spesifik wanita tersebut.

  • Meningkatkan hubungan dan pengaturan aktivitas seksual serta mengidentifikasi hal yang dapat merangsang wanita secara seksual dapat membantu.

  • Obat-obatan atau terapi psikologis, terutama terapi kognitif berbasis kesadaran, dapat direkomendasikan.

(Lihat juga Gambaran Umum Disfungsi Seksual pada Wanita.)

Perubahan sementara dalam hasrat atau gairah seksual umum terjadi pada kehidupan seksual wanita. Namun demikian, gangguan minat/gairah seksual dapat menyebabkan minat dalam aktivitas seksual dan respons terhadap stimulasi seksual akan terus menurun atau hilang. Kurangnya minat seksual dan ketidakmampuan untuk terangsang secara seksual dianggap sebagai gangguan hanya jika hal tersebut menimbulkan stres pada wanita dan jika tidak memiliki minat pada pengalaman seksual sama sekali.

Biasanya, seorang wanita merasa bergairah secara seksual, mental dan emosional, ketika dirangsang secara seksual. Mungkin juga ada perubahan fisik tertentu. Misalnya, vagina melepaskan sekresi yang memberikan pelumasan (menyebabkan basah). Aliran darah ke alat kelamin meningkat, menyebabkan jaringan di sekitar bukaan vagina (labia) dan klitoris (yang berhubungan dengan penis pada pria) membengkak, payudara sedikit membengkak, dan menimbulkan sensasi yang menggelitik. Pada gangguan minat/gairah seksual, semua atau sebagian dari respons ini tidak ada atau menurun secara signifikan.

Gangguan minat/gairah seksual diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Subjektif: Seorang wanita tidak merasa bergairah oleh rangsangan seksual jenis apa pun, termasuk, berciuman, berdansa, menonton video erotis, dan rangsangan fisik pada area genital. Namun demikian, wanita dengan gangguan minat/gairah seksual subjektif dapat merasakan respons fisik terhadap stimulasi seksual. Misalnya, aliran darah ke klitoris meningkat (menyebabkannya membengkak), dan peningkatan aliran darah menyebabkan sekresi vagina meningkat.

  • Kelamin: Seorang wanita merasa bergairah untuk merespons rangsangan yang tidak melibatkan alat kelamin (seperti video erotis), tetapi tidak merespons rangsangan fisik pada alat kelamin. Sekresi vagina dan/atau sensitivitas alat kelamin berkurang.

  • Komibinasi: Seorang wanita merasa sedikit atau tidak bergairah sama sekali dalam merespons segala jenis rangsangan seksual. Respons fisik (peningkatan aliran darah ke alat kelamin dan produksi sekresi vagina) bersifat minimal atau tidak ada. Ia mungkin melaporkan bahwa ia membutuhkan pelumas eksternal dan klitorisnya tidak lagi membengkak.

Penyebab Gangguan Minat/Gairah Seksual

Penyebab gangguan minat/gairah seksual sering kali tidak diketahui. Penyebab yang dapat diketahui adalah

  • Faktor psikologis, seperti kurangnya komunikasi antara pasangan dan masalah hubungan lainnya, depresi, kecemasan, stres akan citra diri seksual yang negatif, dan gangguan

  • Pengalaman seksual yang tidak memuaskan

  • Faktor fisik, seperti gangguan kronis tertentu, menopause, sindrom genitourinari menopause, obat-obatan tertentu, kelelahan, dan kelemahan

Gangguan kronis tertentu (seperti diabetes atau multipel sklerosis) dapat merusak saraf, mengurangi aliran darah ke dan/atau sensasi di area genital.

Penggunaan obat-obatan tertentu, termasuk antidepresan (terutama penghambat reuptake serotonin selektif), opioid, beberapa obat antikejang, dan penyekat beta, dapat mengurangi hasrat seksual, seperti halnya meminum alkohol dalam jumlah yang berlebihan.

Banyak wanita mengalami penurunan gairah seksual setelah menopause karena proses penuaan alami atau pengangkatan ovarium melalui pembedahan (ooforektomi). Tingkat estrogen dan progesteron menurun secara signifikan setelah menopause. Testosteron menurun secara bertahap seiring bertambahnya usia tetapi tidak berubah mendadak ketika menopause.

Namun, secara keseluruhan, gangguan minat/gairah seksual pun umum terjadi di kalangan wanita muda yang sehat sama seperti di kalangan wanita paruh baya. Tetap saja, perubahan hormon seks terkadang menyebabkan berkurangnya minat pada hubungan seksual. Misalnya, pada wanita muda yang sehat, penurunan kadar hormon seks secara tiba-tiba, seperti yang dapat terjadi selama beberapa minggu pertama setelah melahirkan, dapat menyebabkan penurunan minat seksual. Pada wanita paruh baya dan lansia, hasrat seksual dapat menurun, tetapi hubungan antara penurunan dan hormon belum terbukti.

Penurunan estrogen yang terjadi pada saat menopause dapat menyebabkan sindrom genitourinari menopause (yang menimbulkan gejala yang dapat memengaruhi vagina, vulva, dan saluran kemih). Dalam sindrom tersebut, jaringan vagina dapat menipis, kering, dan sulit untuk meregang. Akibatnya, hubungan seksual dapat terasa tidak nyaman atau menyakitkan. Wanita dengan sindrom ini juga dapat merasakan kebutuhan yang mendesak untuk buang air kecil (urgensi untuk buang air kecil) dan mengalami infeksi saluran kemih berulang. Gejala-gejala ini membuat wanita kurang tertarik dengan seks.

Stimulasi seksual yang tidak memadai juga dapat menyebabkan gangguan minat/gairah seksual.

Tahukah Anda...

  • Wanita muda yang sehat memiliki kemungkinan yang sama besarnya untuk mengalami gangguan minat/gairah seksual dengan wanita yang lebih tua.

Diagnosis Gangguan Minat/Gairah Seksual

  • Evaluasi dokter berdasarkan kriteria spesifik

Dokter mendiagnosis gangguan minat/gairah seksual berdasarkan riwayat dan deskripsi wanita terhadap masalah yang dialaminya serta kriteria dari the Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Edisi Kelima (DSM-5), yang diterbitkan oleh the American Psychiatric Association. Kriteria ini memerlukan adanya kekurangan atau penurunan setidaknya tiga hal berikut ini:

  • Minat pada aktivitas seksual

  • Inisiasi aktivitas seksual dan respons terhadap inisiasi pasangan

  • Kegembiraan atau kesenangan selama hampir semua aktivitas seksual

  • Fantasi atau pemikiran seksual atau erotis

  • Sensasi fisik di area genital atau di tempat lain selama aktivitas seksual

  • Minat atau gairah dalam menanggapi rangsangan seksual—tertulis, lisan, atau visual

Gejala-gejala ini harus sudah muncul setidaknya selama 6 bulan dan harus menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan pada wanita tersebut.

Pemeriksaan panggul dilakukan jika penetrasi selama aktivitas seksual menimbulkan nyeri.

Pengobatan Gangguan Minat/Gairah Seksual

  • Mengobati penyebabnya, jika memungkinkan

  • Tindakan umum

  • Terapi psikologis

  • Obat-obatan

Perawatan untuk wanita dengan gangguan minat/gairah seksual sebaiknya dikelola oleh tim yang terdiri dari beberapa jenis tenaga perawatan kesehatan profesional (tim multidisiplin). Tim multidisiplin dapat mencakup dokter perawatan primer atau ginekolog, konselor seks, spesialis nyeri, psikoterapis, dan terapis fisik.

Salah satu tindakan yang paling membantu untuk gangguan minat/gairah seksual adalah bagi wanita untuk mengidentifikasi dan memberi tahu pasangannya hal-hal apa saja yang dapat menstimulasi mereka. Wanita mungkin perlu mengingatkan pasangan mereka bahwa mereka memerlukan pemanasan—yang mungkin melibatkan sentuhan atau tidak—untuk bersiap melakukan aktivitas seksual. Misalnya, mereka mungkin ingin berbicara secara intim, menonton video romantis atau erotis, atau berdansa. Wanita mungkin ingin dicium, dipeluk, atau bermesraan. Mereka mungkin menginginkan pemanasan yang lebih atau berbeda (pasangan mereka menyentuh berbagai bagian tubuh mereka, kemudian payudara atau alat kelamin) sebelum beralih ke hubungan seksual atau aktivitas seksual lain yang melibatkan penetrasi. Pasangan mungkin dapat bereksperimen dengan teknik atau aktivitas yang berbeda (termasuk fantasi dan mainan seks) untuk menemukan rangsangan yang efektif.

Langkah-langkah yang disarankan untuk mengobati disfungsi seksual secara umum juga dapat membantu meningkatkan minat pada seks. Misalnya, menghilangkan gangguan (seperti televisi di kamar tidur) dan mengambil tindakan yang dapat membantu meningkatkan privasi dan rasa aman. Dokter dapat merekomendasikan penggunaan rangsangan erotis yang intens (seperti video) dan berfantasi.

Pengobatan sering kali difokuskan pada faktor-faktor yang berkontribusi pada kurangnya minat pada seks dan kurangnya respons terhadap stimulasi seksual, seperti depresi, tidak percaya diri, dan masalah dalam hubungan.

Terapi psikologis, terutama terapi kognitif berbasis kesadaran, dapat bermanfaat bagi sebagian wanita. Kesadaran melibatkan fokus pada apa yang sedang terjadi. Terapi kognitif berbasis kesadaran, biasanya dilakukan dalam kelompok kecil, dengan menggabungkan kesadaran dan terapi kognitif-perilaku. Hal ini dapat membantu meningkatkan gairah, orgasme, dan keinginan untuk melakukan aktivitas seksual.

Dokter dapat merujuk wanita dengan gangguan minat/gairah seksual ke konselor seks atau terapis atau psikoterapis.

Pengobatan lain bergantung pada penyebabnya. Misalnya, jika obat-obatan yang jadi penyebabnya, maka obat-obatan tersebut akan dihentikan jika memungkinkan.

Mengobati faktor-faktor penyebab

Jika wanita mengalami nyeri seksual, pengobatan nyeri yang efektif dapat mengatasi masalah kurangnya minat seksual atau gairah. Hal ini dapat terjadi akibat sindrom genitourinari menopause, vulvodynia (nyeri kronis di sekitar vulva), sindrom levator ani, infeksi panggul, fibroid, endometriosis, atau penyebab lainnya.

Terapi testosteron

Tidak banyak yang diketahui tentang efektivitas dan keamanan jangka panjang dari testosteron (dikonsumsi melalui mulut atau sebagai krim kulit). Jika diminum untuk waktu yang singkat, testosteron yang digunakan bersama dengan estrogen (dan biasanya progestogen) dapat efektif pada wanita pascamenopause dengan gangguan minat/gairah seksual. Namun, penggunaan testosteron untuk tujuan ini dianggap eksperimental dan perempuan harus mendiskusikan risiko dan manfaatnya dengan dokter mereka.

Tidak ada obat resep testosteron yang diproduksi untuk wanita di Amerika Serikat. Namun, beberapa dokter meresepkan krim kulit yang diracik. Wanita hanya boleh diobati dengan testosteron oleh dokter dengan pelatihan dan pengalaman mengatasi disfungsi seksual pada wanita.

Jika diresepkan testosteron, dokter akan menjelaskan ketidakpastian efektivitas dan risiko terapi tersebut. Dokter akan melakukan tes darah untuk memeriksa fungsi ginjal dan hati serta mengukur kadar lipid sebelum pengobatan menggunakan testosteron dimulai. Testosteron tidak akan diresepkan jika hasil tes tersebut menunjukkan bahwa wanita tersebut berisiko mengalami gangguan hati atau dislipidemia (misalnya, kadar LDL atau kolesterol "buruk" yang terlalu tinggi). Jika diresepkan testosteron, dokter akan menjadwalkan pertemuan rutin untuk memeriksa efek samping yang muncul seperti jerawat, hirsutisme, dan virilisasi.

Terapi lainnya

Flibanserin dapat digunakan untuk mengobati wanita pramenopause yang mengalami gangguan minat/gairah seksual. Namun demikian, terdapat sedikit bukti atas keefektifan dan keamanannya.

Bremelanotid digunakan untuk mengobati libido rendah pada wanita. Bremelanotid adalah injeksi yang diberikan setidaknya 45 menit sebelum merencanakan aktivitas seksual.

Alat seperti vibrator atau stimulator penyedot klitoral dapat membantu, tetapi hanya ada sedikit bukti yang mendukung efektivitasnya. Beberapa produk ini dijual bebas dan dapat dicoba.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!