Bakteriuria Tanpa Gejala

OlehTalha H. Imam, MD, University of Riverside School of Medicine
Ditinjau OlehLeonard G. Gomella, MD, Sidney Kimmel Medical College at Thomas Jefferson University
Ditinjau/Direvisi Jan 2024 | Dimodifikasi Jul 2025
v763862_id

Bakteriuria asimtomatik adalah suatu kondisi di mana jumlah bakteri yang lebih besar dari jumlah normal terdapat dalam urine, tetapi tidak menimbulkan gejala.

(Lihat juga Gambaran Umum Infeksi Saluran Kemih [ISK].)

Bakteriuria asimtomatik banyak terjadi pada kelompok orang tertentu, seperti orang yang memakai kateter kandung kemih untuk waktu yang lama. Bakteriuria asimtomatik biasanya tidak diobati karena pemberantasan bakteri bisa jadi sulit dilakukan dan komplikasi biasanya jarang terjadi. Selain itu, pemberian antibiotik dapat mengubah keseimbangan bakteri dalam tubuh, terkadang memungkinkan berkembang biaknya bakteri yang sulit dihilangkan.

Tahukah Anda...

  • Kebanyakan orang yang memiliki bakteri berlebih di dalam urine dan tidak memiliki gejala tidak boleh diobati.

Pengecualian diberikan jika orang tersebut memiliki kondisi yang membuat infeksi saluran kemih (ISK) sangat berisiko. Kondisi tersebut dapat mencakup

Misalnya, infeksi kandung kemih (sistitis) dapat sangat mempersulit kehamilan dengan cara infeksi tersebut naik ke ginjal dan menyebabkan infeksi ginjal (pielonefritis), yang menyebabkan persalinan dini. Selain itu, ISK dapat merusak ginjal yang ditransplantasikan. ISK dapat menyebabkan infeksi aliran darah yang berpotensi fatal pada orang yang sistem imunnya ditekan oleh obat atau gangguan. Kadang-kadang, sistem imun menjadi tertekan setelah kemoterapi kanker. Bakteriuria asimtomatik juga kadang-kadang diobati pada orang yang memiliki jenis batu ginjal tertentu yang tidak dapat dihilangkan (dan dengan demikian menyebabkan IMS berulang) dan pada orang yang dijadwalkan menjalani prosedur bedah saluran kemih.

Mengingat bakteriuria asimtomatik biasanya tidak diobati, dokter biasanya tidak melakukan tes untuk mengidentifikasinya kecuali jika orang tersebut memiliki kondisi yang mengharuskan pengobatan tersebut. Bakteriuria dapat dipastikan dengan kultur urine, di mana bakteri dari sampel urine dibiakkan di laboratorium untuk mengidentifikasi jumlah dan jenis bakteri. Pengujian urine molekuler yang lebih baru terkadang dapat mengungkapkan adanya patogen yang tidak biasa untuk ISK kambuhan dan patogen yang resisten terhadap pengobatan. Jika pengobatan diperlukan, terapi antibiotik akan diberikan.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!