Kanker Vulva

OlehPedro T. Ramirez, MD, Houston Methodist Hospital;
Gloria Salvo, MD, MD Anderson Cancer Center
Ditinjau OlehOluwatosin Goje, MD, MSCR, Cleveland Clinic, Lerner College of Medicine of Case Western Reserve University
Ditinjau/Direvisi Oct 2023 | Dimodifikasi Apr 2024
v806476_id

Kanker vulva biasanya berkembang di labia, jaringan yang mengelilingi bukaan vagina.

  • Kanker dapat terlihat seperti benjolan, area yang gatal, atau luka yang tidak kunjung sembuh.

  • Sampel jaringan abnormal diangkat dan diperiksa (dibiopsi).

  • Semua atau sebagian vulva dan area lain yang terdampak akan diangkat melalui pembedahan.

  • Bedah rekonstruktif dapat membantu meningkatkan penampilan dan fungsi vulva.

(Lihat juga Gambaran Umum Kanker Sistem Reproduksi Perempuan.)

Di Amerika Serikat, kanker vulva (karsinoma vulva) adalah kanker ginekologi paling banyak keempat, yang merupakan 5% dari temuan kanker ginekologi. Kanker vulva biasanya terjadi setelah menopause. Usia rata-rata saat diagnosis adalah 70 tahun. Mengingat semakin banyak wanita yang berumur panjang, kanker ini cenderung menjadi lebih umum. Bukti terbaru menunjukkan bahwa kanker vulva menjadi lebih umum terjadi di kalangan wanita muda.

Vulva mengacu pada area di sekitar bukaan vagina. Merupakan organ reproduksi eksternal perempuan.

Lokasi Vulva

Kanker vulva biasanya berkembang perlahan selama beberapa tahun.

Sebagian besar kanker vulva adalah kanker kulit yang menutupi labia, yang mengelilingi bukaan vagina. Sekitar 90% kanker vulva adalah karsinoma sel skuamosa, yang berkembang pada sel pipih yang membentuk lapisan terluar kulit, dan 5% lainnya adalah melanoma, yang berkembang pada sel penghasil pigmen kulit (melanosit). Sisa 5% selebihnya termasuk adenokarsinoma (yang berkembang dari sel kelenjar), karsinoma sel basal (yang jarang menyebar), dan kanker langka seperti kanker kelenjar Bartholin. (Kelenjar bartholin adalah kelenjar bulat yang berukuran sangat kecil yang terletak jauh di dalam vulva di kedua sisi bukaan vagina.)

Anatomi Kelamin Eksternal Wanita (Vulva)

Gambar ini menunjukkan bagian luar area genital wanita, termasuk vagina (terdiri dari jaringan otot), lubang uretra (tempat urine dikeluarkan), dan struktur di sekitarnya seperti labia dan klitoris. Gambar ini juga menyoroti kelenjar yang membantu pelumasan dan area yang terlibat dalam sensasi seksual, seperti kelenjar Bartholin, kelenjar Skene, dan jaringan ereksi seperti bulbus vestibular dan crura klitoris.

BO VEISLAND/SCIENCE PHOTO LIBRARY

Kanker vulva dimulai di permukaan vulva. Sebagian besar kanker vulva tumbuh secara perlahan, dan bertahan di permukaan selama bertahun-tahun. Namun, beberapa kanker (misalnya, melanoma) dapat tumbuh dengan cepat. Kanker vulva yang tidak diobati pada akhirnya dapat menyerang vagina, uretra, atau anus dan menyebar ke kelenjar getah bening di panggul dan perut serta ke dalam aliran darah.

Faktor Risiko Kanker Vulva

Risiko terkena kanker vulva dapat meningkat karena hal-hal berikut:

Sebagian besar kanker vulva disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV).

Gejala Kanker Vulva

Kemerahan atau perubahan warna kulit vulva dapat bersifat prakanker (menunjukkan kemungkinan besar perkembangan kanker).

Kanker vulva biasanya menyebabkan benjolan yang tidak biasa atau luka yang rata, halus atau kasar, merah, atau berwarna seperti daging yang dapat dilihat dan dirasakan dan yang tidak kunjung sembuh. Terkadang luka berubah menjadi bersisik, berwarna, atau keduanya. Jaringan di sekitar luka dapat menegang dan mengerut. Luka dapat mengeluarkan darah. Melanoma dapat berwarna hitam kebiruan atau cokelat dan menonjol. Beberapa luka terlihat seperti kutil.

Banyak wanita sudah sejak lama mengalami gatal-gatal di daerah vulva.

Biasanya, kanker vulva menyebabkan sedikit ketidaknyamanan, namun gatal-gatal umum terjadi. Pada akhirnya, benjolan atau nyeri tersebut dapat berdarah atau mengeluarkan cairan (menetes). Gejala-gejala tersebut harus segera dievaluasi oleh dokter.

Diagnosis Kanker Vulva

  • Biopsi

Dokter mendiagnosis kanker vulva dengan mengambil sampel kulit abnormal dan memeriksanya (biopsi). Biopsi memungkinkan dokter untuk menentukan apakah kulit abnormal tersebut bersifat kanker atau hanya terinfeksi atau teriritasi. Jenis kanker, jika ada, juga dapat diidentifikasi, sehingga membantu dokter mengembangkan rencana pengobatan. Jika abnormalitas kulit tidak dapat diidentifikasi dengan baik, dokter akan mengaplikasikan pewarna ke area abnormal untuk membantu menentukan lokasi pengambilan sampel jaringan untuk biopsi. Atau, dokter dapat menggunakan alat dengan lensa pembesar binocular (kolposkop) untuk memeriksa permukaan vulva—prosedur yang disebut kolposkopi.

Penentuan stadium kanker vulva

Dokter menentukan stadium kanker vulva berdasarkan seberapa besar kanker tersebut, di mana kanker tersebut berada, dan apakah kanker tersebut telah menyebar ke kelenjar getah bening terdekat, yang ditentukan selama operasi pengangkatan kanker. Penentuan stadium dari I (paling dini) hingga IV (lanjut).

  • Stadium I: Kanker terbatas pada vulva.

  • Stadium II: Kanker telah menyebar ke jaringan terdekat (bagian bawah uretra dan/atau vagina atau ke anus) tetapi tidak ke kelenjar getah bening terdekat.

  • Stadium III: Kanker telah menyebar ke bagian atas struktur di dekatnya atau kelenjar getah bening.

  • Stadium IV: Kanker telah menyebar ke area yang jauh (misalnya, di luar panggul) atau kelenjar getah bening di pangkal paha, membentuk luka atau saling menempel atau melekat pada tulang.

Pengobatan Kanker Vulva

  • Mengangkat seluruh atau sebagian vulva

  • Biasanya mengangkat kelenjar getah bening terdekat

  • Untuk kanker stadium lanjut, pembedahan dan terapi radiasi, sering kali disertai kemoterapi

Operasi pengangkatan seluruh atau sebagian vulva (prosedur yang disebut vulvektomi). Kelenjar getah bening di dekatnya biasanya juga diangkat. Tetapi terkadang dokter dapat melakukan pemotongan kelenjar getah bening sentinel (mengangkat kelenjar getah bening yang akan pertama kali yang terkena kanker). Karena karsinoma sel basal vulva cenderung tidak menyebar (bermetastasis) ke area yang jauh, pembedahan biasanya hanya dilakukan untuk mengangkat kankernya saja. Seluruh vulva diangkat hanya jika karsinoma sel basal menyebar.

Untuk mengidentifikasi kelenjar getah bening sentinel, dokter akan menyuntikkan pewarna biru atau hijau dan/atau zat radioaktif ke dalam vulva di sekitar tumor. Zat-zat tersebut dapat memetakan jalur dari vulva ke kelenjar getah bening pertama (atau nodus) di panggul. Selama pembedahan, dokter kemudian akan memeriksa kelenjar getah bening yang terlihat biru atau hijau atau yang mengeluarkan sinyal radioaktif (terdeteksi oleh perangkat genggam). Dokter mengangkat nodus getah bening tersebut dan mengirimkannya ke laboratorium untuk pemeriksaan ada tidaknya kanker. Jika bebas kanker, tidak ada kelenjar getah bening lain yang perlu diangkat (kecuali jika terlihat abnormal). Untuk kanker stadium awal, biasanya hanya memerlukan pengobatan semacam itu. Dokter dapat mengangkat kelenjar getah bening sentinel pada salah satu atau kedua sisi vulva, tergantung ukuran tumor.

Jika area kanker yang berukuran kurang dari 2 milimeter (disebut mikrometastasis) terdeteksi pada kelenjar getah bening sentinel, maka area tersebut akan diobati dengan terapi radiasi. Jika areanya lebih besar (makrometastasis), kelenjar getah bening di pangkal paha akan diangkat (limfadenektomi).

Untuk kanker vulva yang stadium lanjut, terapi radiasi, sering kali disertai kemoterapi, biasanya digunakan sebelum vulvektomi. Pengobatan tersebut dapat menyusutkan kanker yang sangat besar, sehingga lebih mudah diangkat. Terkadang klitoris dan organ lain di panggul juga harus diangkat.

Untuk kanker vulva yang sangat parah, pengobatan dapat mencakup pembedahan untuk mengangkat semua organ panggul (disebut eksenterasi panggul), terapi radiasi, dan/atau kemoterapi. Organ-organ ini mencakup organ reproduksi (vagina, rahim, tuba falopi, dan ovarium), kandung kemih, uretra, rektum, dan anus. Organ mana yang diangkat dan apakah semuanya diangkat bergantung pada banyak faktor, seperti lokasi kanker, anatomi wanita, dan tujuan wanita setelah pembedahan. Bukaan permanen—untuk urine (urostomi) dan untuk feses (kolostomi)—akan dibuat di perut sehingga produk limbah tersebut dapat meninggalkan tubuh dan dikumpulkan dalam kantong.

Setelah kanker diangkat, pembedahan untuk merekonstruksi vulva dan area lain yang terdampak (seperti vagina) dapat dilakukan. Bedah tersebut dapat meningkatkan fungsi dan tampilan.

Dokter bekerja sama dengan wanita tersebut untuk mengembangkan rencana pengobatan yang paling sesuai baginya dengan mempertimbangkan usia, gaya hidup seksual, dan masalah medis lainnya. Hubungan seksual biasanya dapat dilakukan setelah vulvektomi.

Prognosis Kanker Vulva

Jika kanker vulva terdeteksi dan diobati lebih awal, sekitar 3 dari 4 wanita tidak memiliki tanda-tanda kanker 5 tahun setelah diagnosis. Persentase wanita yang hidup 5 tahun setelah diagnosis dan melakukan pengobatan (tingkat harapan hidup 5 tahun) bergantung pada apakah dan seberapa jauh kanker telah menyebar. Secara keseluruhan, tingkat harapan hidup 5 tahun adalah sekitar 70%.

Melanoma cenderung menyebar dibandingkan karsinoma sel skuamosa.

Informasi Lebih Lanjut

Referensi berbahasa Inggris berikut ini mungkin akan berguna. Harap diperhatikan bahwa MANUAL ini tidak bertanggung jawab atas konten sumber daya ini.

  1. National Cancer Institute: Vulvar Cancer: Situs web ini menyediakan tautan ke informasi umum tentang kanker vulva, serta tautan ke informasi tentang penyebab, pencegahan, skrining, pengobatan, dan penelitian serta cara menghadapi kanker.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!