Cervical Cancer

OlehPedro T. Ramirez, MD, Houston Methodist Hospital;
Gloria Salvo, MD, MD Anderson Cancer Center
Ditinjau OlehOluwatosin Goje, MD, MSCR, Cleveland Clinic, Lerner College of Medicine of Case Western Reserve University
Ditinjau/Direvisi Oct 2023 | Dimodifikasi Apr 2024
v806363_id

Kanker serviks tumbuh di serviks (bagian bawah rahim). Sebagian besar kanker serviks disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV).

  • Kanker serviks biasanya disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV), yang ditularkan selama kontak seksual.

  • Gejala pertama biasanya berupa perdarahan vagina yang tidak teratur, biasanya setelah aktivitas seksual, tetapi gejalanya mungkin tidak terjadi sampai kanker membesar atau menyebar.

  • Tes skrining kanker serviks (tes Papanicolaou [Pap] dan/atau tes HPV) biasanya dapat mendeteksi kelainan, yang kemudian dibiopsi.

  • Pengobatan biasanya melibatkan pembedahan untuk mengangkat kanker dan sering kali jaringan di sekitarnya, jika tumor membesar atau telah menyebar, sering kali disertai terapi radiasi dan kemoterapi.

(Lihat juga Gambaran Umum Kanker Sistem Reproduksi Perempuan.)

Serviks adalah bagian bawah rahim. Serviks memanjang ke dalam vagina.

Di Amerika Serikat, kanker serviks (karsinoma serviks) adalah kanker ginekologi paling banyak ketiga di antara semua kanker yang menyerang wanita dan banyak terjadi di kalangan wanita muda. Usia rata-rata saat didiagnosis adalah sekitar 50 tahun, tetapi paling sering terdiagnosis pada wanita berusia 35 hingga 44 tahun.

Di seluruh dunia, sebagian besar kasus kanker serviks (hampir 85%) dan kematian akibat kanker serviks (hampir 90%) terjadi di negara-negara sumber daya rendah dan menengah. Kanker serviks adalah kanker yang paling banyak terjadi pada wanita di 23 negara dan merupakan penyebab utama kematian akibat kanker di 36 negara.

Anatomi Reproduksi Internal Perempuan

Sekitar 80 hingga 85% kanker serviks adalah karsinoma sel skuamosa, yang berkembang dalam sel datar seperti kulit yang melapisi serviks. Sebagian besar kanker serviks lainnya merupakan adenokarsinoma, yang berkembang dari sel kelenjar.

Kanker serviks dimulai dengan perubahan sel yang lambat dan progresif pada permukaan serviks. Perubahan ini, yang disebut displasia atau neoplasia intraepitelial serviks (NIS), dianggap sebagai prakanker. Itu artinya jika tidak diobati, prakanker dapat berkembang menjadi kanker; terkadang perubahan tersebut membutuhkan waktu beberapa tahun. NIS diklasifikasikan sebagai ringan (NIS 1), sedang (NIS 2), atau berat (NIS 3).

Kanker serviks dimulai pada permukaan serviks dan dapat menembus jauh di bawah permukaan. Kanker serviks dapat menyebar dengan cara berikut:

  • Dengan menyebar langsung ke jaringan terdekat, termasuk vagina

  • Dengan memasuki jaringan pembuluh limfatik di dalam serviks, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya

  • Jarang terjadi, penyebaran melalui aliran darah

Penyebab Kanker Serviks

Perubahan prakanker pada sel serviks (neoplasia intraepitel serviks) dan kanker serviks hampir selalu disebabkan oleh human papilomavirus (HPV), yang ditularkan melalui kontak seksual. Virus HPV juga dapat menyebabkan kutil kelamin atau kanker vagina, vulva, atau anus. Jumlah penderita kanker serviks menurun secara stabil selama beberapa dekade terakhir di negara-negara yang memiliki akses ke vaksin HPV, skrining kanker serviks, dan pengobatan neoplasia intraepitel serviks.

Faktor risiko terjadinya kanker serviks meliputi hal-hal berikut ini:

  • Memiliki risiko terpapar infeksi menular seksual (misalnya, melakukan hubungan seksual untuk pertama kalinya di usia muda, memiliki lebih dari satu pasangan seks, atau memiliki pasangan seks yang memiliki faktor risiko menularkan infeksi seksual)

  • Menggunakan kontrasepsi oral (pil KB)

  • Kebiasaan merokok

  • Pernah mengalami peralihan prakanker atau kanker pada vulva, vagina, atau anus

  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah (karena gangguan seperti kanker atau AIDS atau obat-obatan seperti obat kemoterapi atau kortikosteroid)

HPV dapat ditularkan melalui segala jenis aktivitas seksual, termasuk kontak oral, genital, atau anal. Infeksi HPV sangat umum terjadi, dan sekitar 80% orang yang aktif secara seksual terpapar infeksi HPV setidaknya sekali seumur hidup mereka. Banyak infeksi HPV yang berlangsung hanya dalam waktu singkat, tetapi beberapa orang dapat terinfeksi HPV lebih dari satu kali, dan beberapa infeksi HPV bertahan selama bertahun-tahun.

Gejala Kanker Serviks

Peralihan prakanker dan kanker serviks dini sering kali tidak menimbulkan gejala.

Gejala pertama kanker serviks biasanya ditandai dengan perdarahan abnormal dari vagina, umumnya setelah aktivitas seksual. Bercak atau perdarahan yang lebih berat dapat terjadi di antara periode menstruasi, atau mengalami periode menstruasi yang sangat berat. Kanker yang lebih besar cenderung mengeluarkan darah dan dapat menyebabkan keluarnya cairan berbau busuk dari vagina dan nyeri di daerah panggul.

Jika kanker menyebar luas, dapat menyebabkan nyeri punggung bawah dan pembengkakan kaki. Dapat menyebabkan saluran kemih tersumbat, dan jika tidak diobati, dapat mengakibatkan gagal ginjal .

Diagnosis Kanker Serviks

  • Tes Papanicolaou (Pap)

  • Biopsi

Tes Pap rutin dapat mendeteksi sel-sel abnormal prakanker (displasia) pada permukaan serviks. Dokter memeriksa wanita dengan sel prakanker secara berkala. Displasia dapat diobati, sehingga membantu mencegah kanker.

Biopsi

Jika pertumbuhan atau area abnormal lainnya terlihat pada serviks selama pemeriksaan panggul atau jika tes Pap mendeteksi sel prakanker atau kanker, maka biopsi dapat dilakukan. Biasanya, dokter melakukan prosedur yang disebut kolposkopi menggunakan instrumen dengan lensa pembesar binokular (kolposkop), yang dimasukkan melalui vagina, untuk memeriksa serviks, dan untuk memilih lokasi biopsi terbaik.

Dua jenis tes berbeda yang dapat dilakukan:

  • Biopsi serviks: Bagian kecil serviks, yang dipilih menggunakan kolposkop, akan diangkat.

  • Kuretase endoserviks: Jaringan diambil dari dalam serviks.

Tes tersebut mirip dengan tes Pap. Biasanya hanya menimbulkan nyeri ringan dan sedikit perdarahan.

Jika diagnosisnya tidak jelas, maka akan dilakukan biopsi kerucut untuk mengeluarkan potongan jaringan berbentuk kerucut yang lebih besar. Biasanya, menggunakan kumparan kawat tipis yang dialiri arus listrik. Prosedur ini disebut prosedur eksisi elektrobedah loop (loop electrosurgical excision procedure, LEEP). LEEP hanya membutuhkan anestesi lokal. Teknik alternatifnya adalah menggunakan pisau bedah (pisau dingin) atau laser (pancaran cahaya yang sangat terfokus). Prosedur ini memerlukan ruang operasi dan biasanya anestesi umum.

Penentuan stadium kanker serviks

Jika didiagnosis kanker serviks, dokter akan menentukan ukuran dan lokasi pasti dari kanker tersebut (stadium kanker). Penentuan stadium dimulai dengan pemeriksaan fisik terhadap panggul dan rontgen dada. Biasanya, tomografi terkomputasi (computed tomography, CT), pencitraan resonansi magnetik (magnetic resonance imaging, MRI), atau kombinasi CT dan tomografi emisi positron (positron emission tomography, PET) dilakukan untuk menentukan apakah kanker telah menyebar ke jaringan terdekat atau ke bagian tubuh yang lebih jauh. Jika prosedur ini tidak tersedia, dokter dapat melakukan prosedur pencitraan lain untuk memeriksa organ tertentu, seperti sistoskopi (kandung kemih), sigmoidoskopi (usus besar), atau urografi IV (saluran kemih).

Dokter biasanya juga memeriksa penyebaran kanker ke kelenjar getah bening dengan melakukan tes pencitraan atau biopsi. Dengan mengetahui apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening dan seberapa banyak kelenjar getah bening yang terdampak dapat membantu dokter memprediksi hasil dan merencanakan pengobatan bagi penderita kanker.

Stadium kanker serviks dimulai dari I (paling dini) hingga IV (lanjut). Penetapan stadium didasarkan pada seberapa jauh kanker telah menyebar:

  • Stadium I: Kanker terbatas pada serviks.

  • Stadium II: Kanker telah menyebar di luar rahim, ke dua pertiga bagian atas vagina atau ke jaringan di luar rahim, tetapi masih berada di dalam panggul (yang berisi organ internal reproduksi, kandung kemih, dan rektum).

  • Stadium III: Kanker telah menyebar ke seluruh panggul dan/atau ke sepertiga bagian bawah vagina dan/atau menghalangi ureter dan/atau menyebabkan ginjal mengalami gangguan fungsi dan/atau menyebar ke kelenjar getah bening di dekat aorta (arteri terbesar dalam tubuh).

  • Stadium IV: Kanker telah menyebar ke luar panggul dan/atau ke kandung kemih atau rektum atau ke organ yang jauh.

Pengobatan Kanker Serviks

  • Bedah, terapi radiasi, dan/atau kemoterapi

Pengobatan kanker serviks bergantung pada stadium kankernya. Pengobatan dapat mencakup pembedahan, terapi radiasi, dan kemoterapi.

Peralihan prakanker dan kanker serviks stadium I awal

Sel serviks prakanker (neoplasia intraepitelial serviks) dan kanker serviks yang hanya terlihat pada permukaan serviks (tahap awal I) ditangani dengan cara yang sama. Dokter sering kali dapat mengangkat seluruh kanker dengan mengangkat sebagian serviks menggunakan prosedur biopsi kerucut. Dokter dapat menggunakan prosedur eksisi elektrobedah loop (loop electrosurgical excision procedure, LEEP), laser, atau pisau bedah. Pengobatan ini dapat mempertahankan kemampuan wanita untuk memiliki anak.

Pengangkatan rahim (histerektomi) dapat dilakukan jika wanita tidak tertarik untuk mempertahankan kemampuannya untuk memiliki anak. Jika sebagian kanker masih tetap ada setelah dilakukan biopsi kerucut, maka histerektomi atau biopsi kerucut lainnya dapat dilakukan.

Jika kanker stadium awal telah menyebar ke dalam serviks atau ke dalam pembuluh darah atau pembuluh limfatik, dapat dilakukan histerektomi radikal termodifikasi, dan pengangkatan kelenjar getah bening yang ada di sekitarnya. Histerektomi radikal termodifikasi melibatkan pengangkatan serviks dan beberapa jaringan di dekatnya (disebut parametrium). Namun tidak seperti histerektomi radikal standar, histerektomi radikal termodifikasi hanya melibatkan pengangkatan setengah dari parametrium.

Kelenjar getah bening dapat diperiksa untuk mengetahui penyebaran sel kanker dengan prosedur yang disebut pemetaan kelenjar getah bening sentinel.

Opsi pengobatan lainnya adalah dengan terapi radiasi eksternal ditambah dengan implan radioaktif yang ditempatkan di serviks untuk menghancurkan kanker (sejenis radiasi internal yang disebut brakiterapi).

Terapi radiasi dapat mengiritasi kandung kemih atau rektum. Akibatnya, usus dapat tersumbat, dan kandung kemih serta rektum dapat rusak. Selain itu, ovarium juga biasanya berhenti berfungsi, dan vagina mungkin menyempit.

Kanker serviks stadium I akhir dan stadium II awal

Jika kanker serviks menyebar melebihi permukaan serviks tetapi kankernya masih relatif kecil, biasanya dilakukan pengobatan

  • Histerektomi radikal (histerektomi plus pengangkatan jaringan di sekitarnya termasuk bagian atas vagina dan ligamen) dan evaluasi kelenjar getah bening

Histerektomi dilakukan dengan membuat sayatan besar pada perut (bedah terbuka) atau dengan menggunakan teropong kamera (laparoskopi) dan instrumen bedah khusus yang disisipkan melalui sayatan kecil tepat di bawah pusar. Penelitian menunjukkan bahwa kanker yang ditangani dengan bedah terbuka lebih kecil kemungkinannya untuk kembali dan wanita dapat hidup lebih lama dibandingkan dengan kanker yang ditangani dengan bedah laparoskopi.

Jika kanker telah tumbuh atau mulai menyebar di dalam panggul, biasanya dilakukan pengobatan

  • Terapi radiasi disertai kemoterapi

Ovarium biasanya dibiarkan tidak diangkat karena kanker serviks tidak mungkin menyebar (bermetastasis) ke ovarium.

Jika selama pembedahan, dokter menemukan bahwa kanker telah menyebar ke luar serviks, dokter tidak akan melakukan histerektomi, dan akan merekomendasikan terapi radiasi yang disertai kemoterapi.

Stadium II akhir hingga kanker serviks stadium IV awal

Ketika kanker serviks telah menyebar lebih jauh di dalam panggul atau telah menyebar ke organ lain, pengobatan berikut lebih direkomendasikan:

  • Terapi radiasi disertai kemoterapi

Dokter dapat menggunakan tomografi emisi positron bersama dengan tomografi terkomputasi (PET-CT) untuk menentukan apakah kelenjar getah bening terlibat sehingga dengan demikian dapat menentukan ke mana radiasi harus diarahkan. Radiasi eksternal (diarahkan ke panggul dari luar tubuh) digunakan untuk mengecilkan kanker dan mengobati kanker yang mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening terdekat. Kemudian implan radioaktif ditempatkan di serviks untuk menghancurkan kanker (sejenis radiasi internal yang disebut brakiterapi).

Kemoterapi biasanya diberikan bersama dengan terapi radiasi, biasanya untuk meningkatkan kemungkinan kerusakan tumor akibat terapi radiasi.

Penyebaran luas atau kekambuhan kanker serviks

Pengobatan utama untuk kanker serviks yang telah menyebar luas atau berpotensi untuk kambuh adalah

  • Kemoterapi

Namun, kemoterapi hanya mengurangi ukuran kanker dan mengendalikan penyebarannya pada hampir separuh wanita yang diobati, dan efek menguntungkannya biasanya hanya bersifat sementara. Menambahkan obat lain (seperti antibodi monoklonal yang digunakan untuk mengobati beberapa jenis kanker; ini disebut imunoterapi) dapat memperpanjang harapan hidup hingga beberapa bulan.

Jika kanker tetap berada di panggul setelah terapi radiasi, dokter dapat merekomendasikan pembedahan untuk mengangkat sebagian atau seluruh organ panggul (disebut eksenterasi panggul). Organ-organ ini mencakup organ reproduksi (vagina, rahim, tuba falopi, dan ovarium), kandung kemih, uretra, rektum, dan anus. Organ mana yang akan diangkat dan apakah semuanya diangkat bergantung pada banyak faktor, seperti lokasi kanker, anatomi wanita, dan tujuan wanita setelah pembedahan. Bukaan permanen—untuk urine (urostomi) dan untuk feses (kolostomi)—akan dibuat di perut sehingga produk limbah tersebut dapat meninggalkan tubuh dan dikumpulkan dalam kantong.

Pemetaan kelenjar getah bening sentinel dan pemotongan

Kelenjar getah bening sentinel adalah kelenjar getah bening pertama yang kemungkinan menjadi tempat penyebaran sel kanker. Mungkin ada lebih dari satu kelenjar getah bening sentinel. Nodus tersebut disebut kelenjar getah bening sentinel karena mereka adalah yang pertama memperingatkan bahwa kanker telah menyebar.

Pemotongan kelenjar getah bening sentinel dilakukan dengan

  • Mengidentifikasi kelenjar getah bening sentinel (disebut pemetaan)

  • Mengangkatnya

  • Memeriksa kelenjar getah bening untuk menentukan apakah terdapat sel-sel kanker di dalamnya

Untuk mengidentifikasi kelenjar getah bening sentinel, dokter akan menyuntikkan pewarna biru atau hijau dan/atau zat radioaktif ke dalam serviks di dekat tumor. Zat-zat tersebut dapat memetakan jalur dari serviks ke kelenjar getah bening pertama (atau nodus) di panggul. Selama pembedahan, dokter kemudian akan memeriksa kelenjar getah bening yang terlihat biru atau hijau atau yang mengeluarkan sinyal radioaktif (terdeteksi oleh perangkat genggam). Dokter mengangkat kelenjar getah bening tersebut (atau nodus) dan mengirimkannya ke laboratorium untuk pemeriksaan ada tidaknya kanker. Jika kelenjar getah bening sentinel atau nodus tidak mengandung sel kanker, kelenjar getah bening lain tidak akan diangkat (kecuali terlihat abnormal).

Untuk wanita dengan kanker serviks stadium awal, pemotongan kelenjar getah bening sentinel merupakan alternatif untuk mengangkat kelenjar getah bening di panggul. Kanker serviks menyebar ke kelenjar getah bening hanya pada 15 sampai 20% wanita dengan kanker stadium awal. Pemotongan kelenjar getah bening sentinel dapat membantu dokter membatasi jumlah kelenjar getah bening yang perlu diangkat, terkadang hanya satu yang perlu diangkat. Pengangkatan kelenjar getah bening sering menimbulkan masalah seperti akumulasi cairan dalam jaringan, yang dapat menyebabkan pembengkakan terus-menerus (limfedema), dan kerusakan saraf.

Fertilitas dan menopause setelah kanker serviks

Pengobatan dengan histerektomi radikal, kemoterapi, dan/atau terapi radiasi biasanya tidak memungkinkan bagi wanita untuk hamil atau melanjutkan kehamilan hingga cukup bulan. Namun demikian, jika sangat menginginkan anak, seorang wanita harus berkonsultasi dengan dokter mereka untuk mendapatkan sebanyak mungkin informasi tentang bagaimana pengobatan tersebut memengaruhi kesuburan dan apakah mereka memenuhi syarat untuk mendapatkan pengobatan yang memungkinkan untuk hamil di masa depan.

Biopsi kerucut (konisasi) dapat menjadi pilihan bagi wanita yang menderita kanker serviks stadium awal berisiko rendah dan ingin mempertahankan kemampuan mereka untuk memiliki anak. Sebelum melakukan prosedur tersebut, dokter akan memeriksa apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di panggul. Jika kanker belum menyebar, dokter dapat mengangkat kanker sepenuhnya dengan mengangkat sebagian serviks selama biopsi kerucut.

Jika wanita dengan kanker serviks stadium awal ingin mempertahankan kemampuan mereka untuk memiliki anak, pengobatan kanker berbeda yang disebut trakelektomi radikal (pengobatan untuk mempertahankan kesuburan) mungkin dapat dilakukan. Dokter mengangkat serviks, jaringan di sebelah serviks, bagian atas vagina, dan kelenjar getah bening di panggul. Untuk mengangkat jaringan tersebut, dokter dapat melakukan salah satu dari hal berikut:

  • Melakukan bedah terbuka

  • Menggunakan laparoskop yang disisipkan melalui sayatan kecil tepat di bawah pusar, kemudian instrumen dimasukkan melalui laparoskop, terkadang dengan bantuan roboti (bedah laparoskopi)

  • Mengangkat jaringan melalui vagina (bedah vaginal)

Kemudian rahim dilekatkan kembali ke bagian bawah vagina. Dengan demikian, wanita masih bisa hamil. Namun, bayi harus dilahirkan melalui bedah caesar.

Trakelektomi tampaknya sama efektifnya dengan histerektomi radikal bagi banyak wanita penderita kanker serviks stadium awal.

Jika wanita pramenopause menjalani terapi radiasi, dokter akan mendiskusikan pilihan untuk melindungi ovarium agar tidak menyebabkan menopause dini. Sebelum terapi radiasi panggul, ovarium dapat dipindahkan ke luar bidang radiasi (oophoropexy) untuk menghindari paparan radiasi.

Prognosis Kanker Serviks

Prognosisnya bergantung pada stadium kanker serviks. Persentase wanita yang masih hidup 5 tahun setelah diagnosis dan pengobatan

  • Stadium I: 80 sampai 90% wanita

  • Stadium II: 60 hingga 75%

  • Stadium III: 30 sampai 40%

  • Stadium IV: 15% atau kurang

Jika kanker kambuh, biasanya terjadi dalam 2 tahun.

Informasi Lebih Lanjut

Referensi berbahasa Inggris berikut ini mungkin akan berguna. Harap diperhatikan bahwa MANUAL ini tidak bertanggung jawab atas konten sumber daya ini.

  1. National Cancer Institute: Cervical Cancer: Situs web ini menyediakan tautan ke informasi umum tentang kanker serviks, serta tautan ke informasi tentang penyebab, pencegahan, skrining, pengobatan, dan penelitian serta cara menghadapi kanker.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!