Infeksi Esofagus

Ditinjau/Direvisi: Feb 2026 OlehKristle Lee Lynch, MD, Perelman School of Medicine at The University of Pennsylvania | Ditinjau OlehMinhhuyen Nguyen, MD, Fox Chase Cancer Center, Temple University
Last updated: Feb 2026
v28575271_id

Infeksi esofagus terjadi terutama pada orang yang memiliki gangguan mekanisme pertahanan yang melindungi esofagus dari infeksi. Penyebab utama infeksi adalah Candida albicans, virus herpes simplex, dan sitomegalovirus.

Esofagus adalah tabung berongga yang mengarah dari tenggorokan (faring) ke lambung. (Lihat juga Gambaran Umum Esofagus.)

Ada beberapa mekanisme pertahanan yang melindungi esofagus dari infeksi. Pertahanan ini mencakup air liur, gerakan normal (kontraksi) esofagus, dan sel-sel sistem imun.

Pada orang yang sehat, pertahanan ini biasanya mencegah infeksi. Meskipun demikian, orang yang memiliki gangguan pertahanan, seperti mereka yang menderita HIV, gangguan penggunaan alkohol, diabetes, sistem kekebalan tubuh yang lemah atau terganggu, kekurangan gizi, kanker, atau gangguan gerakan (motilitas) esofagus, berisiko mengalami infeksi. Selain itu, steroid (terkadang disebut glukokortikoid atau kortikosteroid) yang ditelan atau dihirup dapat menyebabkan peningkatan risiko infeksi esofagus pada orang tersebut. Infeksi Kandida (sejenis jamur) dapat terjadi pada orang-orang ini. Selain itu, pengobatan dengan inhibitor pompa proton untuk penyakit refluks gastroesofagus dapat meningkatkan risiko infeksi Kandida.

Infeksi virus herpes simpleks dan infeksi sitomegalovirus pada esofagus terjadi terutama pada orang yang menderita HIV atau yang pernah menjalani transplantasi organ dan sedang menggunakan obat-obatan yang menekan sistem imun.

Tahukah Anda...

  • Air liur membantu melindungi esofagus dari infeksi.

Gejala Infeksi Esofagus

Nyeri saat menelan (odinofagia) adalah gejala yang umum terjadi. Sebagian orang juga mengalami kesulitan menelan (disfagia).

Infeksi esofagus juga menyebabkan ulkus (luka) dan iritasi serta pembengkakan esofagus (esofagitis).

Diagnosis Infeksi Esofagus

  • Endoskopi

Kadang-kadang, dokter dapat melihat tanda-tanda infeksi Candida di mulut (seriawan) pada orang yang menderita infeksi Candida di esofagus. Biasanya tidak ada abnormalitas di mulut pada orang yang terinfeksi virus herpes simpleks atau infeksi sitomegalovirus.

Untuk mendiagnosis infeksi esofagus, biasanya dokter melihat ke bawah esofagus menggunakan slang pengamatan fleksibel (endoskopi). Selama endoskopi, dokter biasanya mengeluarkan jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop (biopsi).

Infeksi Esofagus yang Disebabkan oleh Candida
Sembunyikan Detail

Foto ini menunjukkan bintik-bintik keputihan di esofagus yang khas terjadi pada infeksi ragi Candida.

Foto disediakan oleh Kristle Lynch, MD.

Pengobatan Infeksi Esofagus

  • Untuk infeksi Kandida dapat diberikan medikasi antijamur

  • Untuk infeksi virus herpes simpleks atau sitomegalovirus, medikasi antivirus

Orang dengan Candida diberi antijamur, seperti flukonazol. Obat diberikan sebagai pil atau, jika orang mengalami kesulitan menelan, obat tersebut dapat diberikan melalui injeksi ke vena. Orang dengan esofagitis Kandida kambuhan dapat meminum obat antijamur dalam jangka panjang untuk mencegah infeksi berulang.

Orang dengan infeksi virus herpes simpleks diberi antivirus seperti asiklovir, valasiklovir, atau famsiklovir. Pemberian diberikan melalui mulut atau injeksi ke dalam vena.

Orang dengan infeksi sitomegalovirus diberi antivirus, seperti gansiklovir yang diberikan melalui injeksi ke vena atau valgansiklovir yang diberikan melalui mulut.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!