Amiloidosis

OlehJohn L. Berk, MD, Amyloidosis Center, Boston University Medical Center;
Vaishali Sanchorawala, MD, Boston University School of Medicine and Boston Medical Center
Ditinjau OlehGlenn D. Braunstein, MD, Cedars-Sinai Medical Center
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Mar 2025
v831725_id

Amiloidosis adalah penyakit langka di mana protein menumpuk secara tidak normal hingga membentuk endapan yang disebut fibril amiloid yang terakumulasi di berbagai jaringan dan organ, yang terkadang dapat menyebabkan disfungsi organ, kegagalan organ, dan kematian.

  • Gejala dan keparahan amiloidosis bergantung pada organ vital mana yang terkena dampaknya.

  • Diagnosis dibuat dengan cara mengambil sampel jaringan (biopsi) dan memeriksanya di bawah mikroskop.

  • Ada banyak bentuk amiloidosis, dan diperlukan pengetesan lainnya untuk mengidentifikasi bentuk dan penyebabnya.

  • Pengobatan tergantung pada jenis amiloidosis.

Penyebab Amiloidosis

Protein adalah rantai panjang molekul yang saling terikat membentuk suatu untaian tertentu. Bentuk yang tepat sangat penting bagi tiap fungsi protein. Semua jenis amiloidosis melibatkan protein yang menumpuk secara tidak normal. Protein yang menumpuk secara abnormal menggumpal dan terakumulasi dalam berbagai jaringan tubuh membentuk endapan amiloid. Endapan ini membentuk fibril amiloid, yang mengandung serat protein abnormal yang tidak dapat dengan mudah dipecah oleh tubuh. Endapan ini mengganggu fungsi organ normal yang menjadi tempat endapan tersebut berada. Semua protein ini diproduksi di dalam tubuh dan tidak berasal dari pola makan seseorang. Beberapa protein amiloid adalah versi mutasi dari protein normal. Yang lainnya adalah protein normal yang hanya memiliki kecenderungan untuk terikat secara tidak normal. Beberapa protein diproduksi dalam berbagai penyakit lainnya (seperti tuberkulosis atau artritis reumatoid).

Bentuk Amiloidosis

Endapan amiloid dapat berbentuk

  • Sistemik: tersebar luas di seluruh tubuh

  • Terlokalisasi: hanya memengaruhi satu organ atau jaringan

Tingkat keparahan penyakit bergantung pada organ mana yang terpengaruh oleh endapan amiloid.

Amiloidosis sistemik

Amiloidosis sistemik dapat diklasifikasikan menjadi 4 kelompok utama:

  • Amiloidosis AL (amiloidosis rantai ringan) terjadi karena kelainan sel plasma (sejenis sel imun yang membuat antibodi) yang menyebabkannya memproduksi protein antibodi abnormal dalam jumlah berlebihan yang disebut rantai ringan. Beberapa orang dengan amiloidosis AL juga menderita kanker sel plasma (multiple myeloma). Hanya sekitar 10% hingga 20% penderita multiple myeloma yang mengalami amiloidosis AL. Lokasi khas penumpukan amiloid pada amiloidosis AL adalah pada kulit, jantung, ginjal, saraf, lidah, usus, hati, limpa, dan pembuluh darah.

  • Amiloidosis AA dapat terjadi sebagai respons tubuh terhadap berbagai penyakit yang mengakibatkan infeksi terus-menerus atau peradangan (seperti tuberkulosis, artritis reumatoid, dan demam familial Mediterania) serta beberapa jenis kanker tertentu. Amiloidosis AA paling sering mengakibatkan penyakit ginjal, meskipun juga dapat mempengaruhi organ lainnya.

  • Amiloidosis herediter adalah kumpulan penyakit langka yang diturunkan yang menimbulkan gangguan pada masa dewasa. Cacat yang menghasilkan amiloid terjadi karena mutasi yang diturunkan dalam protein spesifik di dalam darah. Protein yang bermutasi ini membentuk fibril amiloid yang biasanya menargetkan ginjal, saraf, atau jantung. Mutasi transtiretin, protein yang diproduksi oleh hati, adalah penyebab paling umum dari amiloidosis herediter.

  • Amiloidosis ATTRwt (transtiretin tipe liar) biasanya memengaruhi jantung. Amiloidosis ATTRwt lebih sering dialami pria daripada wanita. Amiloidosis ATTRwt disebabkan oleh pelipatan abnormal protein prealbumin normal (tipe liar, bukan mutasi). Tidak diketahui apa yang menyebabkan amiloid terbentuk di dalam jantung.

Amiloidosis terlokalisasi

Amiloidosis terlokalisasi terjadi ketika amiloid disimpan dalam organ atau jaringan tertentu. Misalnya, amiloid terakumulasi dalam otak penderita penyakit Alzheimer dan dianggap berperan dalam menyebabkan penyakit Alzheimer. Endapan amiloid terlokalisasi juga dapat terbentuk pada kulit, saluran pencernaan, saluran napas, atau kandung kemih.

Gejala Amiloidosis

Akumulasi endapan amiloid dalam jumlah besar dapat mengganggu fungsi banyak organ normal. Beberapa orang mengalami sedikit gejala, sementara yang lainnya dapat mengalami gejala yang parah dan mengancam nyawa. Gejala umum amiloidosis adalah kelelahan dan penurunan berat badan. Gejala amiloidosis lainnya bergantung pada tempat endapan amiloid menumpuk.

Ketika amiloidosis mempengaruhi jantung, penderita mungkin dapat mengalami ritme jantung yang tidak normal atau gagal jantung, yang dapat menyebabkan sesak napas, lemah, atau pingsan.

Ketika amiloidosis mempengaruhi saraf, penderita mungkin dapat mengalami kesemutan atau mati rasa di jari tangan atau jari kaki atau pusing ketika berdiri. Ketika amiloidosis mempengaruhi ginjal, penderita mungkin dapat mengalami pembengkakan (edema) pada kaki dan tungkai dan terkadang pada perut.

Saat kulit terpengaruh, mudah memar menjadi hal yang umum terjadi, yang terkadang muncul di sekitar mata. Lidah terkadang membesar (makroglosia).

Tabel
Tabel

Diagnosis Amiloidosis

  • Biopsi

Amiloidosis terkadang sulit dikenali oleh dokter karena menyebabkan begitu banyak masalah yang berbeda, dan banyak dari masalah ini juga disebabkan oleh penyakit lain. Dokter mencurigai adanya amiloidosis ketika seseorang mengalami gejala yang melibatkan beberapa organ tubuh, atau jika mereka mengalami gagal jantung, ginjal, atau hati yang tidak dapat dijelaskan. Makroglosia bukan gejala yang umum, tetapi jika terjadi maka itu merupakan pertanda amiloidosis. Ketika beberapa anggota keluarga mengalami masalah jantung atau saraf, hal ini dapat menunjukkan amiloidosis herediter. Gangguan jantung yang tidak dapat dijelaskan pada pria paruh baya dapat menunjukkan tanda amiloidosis ATTRwt.

Diagnosis umumnya dibuat dengan menguji sejumlah kecil lemak abdomen yang diperoleh melalui jarum yang dimasukkan ke dalam perut (biopsi bantalan lemak). Sebagai alternatif, dokter dapat melakukan biopsi dengan mengambil sampel jaringan dari bagian tubuh yang telah terpengaruhi oleh amiloidosis, seperti jantung, ginjal, atau hati, dan memeriksanya di bawah mikroskop dengan menggunakan pewarna khusus.

Setelah dokter menentukan orang tersebut menderita amiloidosis, mereka akan melakukan tes lain untuk menentukan jenis amiloidosis dan untuk mengidentifikasi setiap gangguan yang mungkin menjadi penyebab amiloidosis. Dokter juga akan melakukan pengujian untuk melihat organ apa yang terkena dampak.

Pengobatan Amiloidosis

  • Pada amiloidosis AL, kemoterapi, dan imunoterapi

  • Pada amiloidosis AA, mengobati penyakit yang menjadi penyebabnya

  • Pada amiloidosis yang disebabkan oleh endapan protein transtiretin, digunakan obat-obatan untuk menstabilkan transtiretin atau mengurangi produksi protein tersebut

  • Terkadang, transplantasi organ

Pengobatan untuk mengurangi atau mengendalikan gejala dan komplikasi amiloidosis dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang dari segala bentuk amiloidosis. Pengobatan spesifik untuk memperlambat atau menghentikan pembentukan amiloid dapat membantu dalam bentuk amiloidosis tertentu.

Untuk amiloidosis AL, pengobatan berfokus pada gangguan sel plasma yang mendasari. Dosis tinggi melfalan dan transplantasi sel punca dapat menghasilkan remisi berkepanjangan dan meningkatkan kelangsungan hidup. Namun, hanya 15% sampai 20% orang yang baru didiagnosis amiloidosis AL yang memenuhi syarat untuk menerima pengobatan ini karena peningkatan risiko efek samping. Sebagai alternatif, menggabungkan obat-obatan dari kelas yang berbeda (daratumumab, siklofosfamid, bortezomib, dan deksametason [disebut dara-VCd]) sangat efektif dalam mengobati amiloidosis AL. Kombinasi obat imunoterapi lainnya digunakan dalam mengobati orang dengan amiloidosis AL yang kambuh.

Untuk amiloidosis AA, mengobati penyakit yang mendasari dapat mengurangi endapan amiloid. Untuk amiloidosis AA yang secara khusus disebabkan oleh demam familial Mediteranian, sangat efektif menggunakan colchicine.

Untuk amiloidosis yang disebabkan oleh endapan protein transtiretin, obat-obatan, seperti diflunisal, tafamidis, dan acoramidis, dapat menstabilkan protein transtiretin (mencegahnya membentuk fibril amiloid) sehingga memperlambat perkembangan penyakit amiloid transtiretin tipe liar dan herediter. Tafamidis dan acoramidis sangat berguna jika jantung terdampak. Terapi gen yang mengurangi produksi transtiretin (seperti patisiran dan vutrisiran) dapat meningkatkan efek sistem saraf akibat penyakit herediter. Pada penyakit jantung amiloid transtiretin, terapi gen memperpanjang kelangsungan hidup dan mengurangi frekuensi rawat inap terkait jantung.

Transplantasi organ (misalnya, ginjal atau jantung) telah memperpanjang hidup bagi beberapa orang yang mengalami kegagalan organ karena amiloidosis.

Pada amiloidosis prealbumin herediter, dapat dilakukan transplantasi hati. Transplantasi hati dapat memperlambat perkembangan penyakit karena hati adalah tempat protein mutan diproduksi. Hati yang diangkat dari seseorang dengan amiloidosis transtiretin herediter terkadang ditransplantasikan kepada orang dengan penyakit hati yang fatal, seperti sirosis atau kanker hati. "Transplantasi domino" semacam itu dimungkinkan karena hati dari seseorang dengan amiloidosis prealbumin familial merupakan hati yang berfungsi normal. Meskipun orang yang menerima hati dari seseorang dengan amiloidosis prealbumin familial pada akhirnya dapat mengembangkan amiloidosis tersendiri, transplantasi dapat menyelamatkan hidup mereka dalam jangka pendek.

Prognosis untuk Amiloidosis

Prognosis bergantung pada jenis amiloidosis dan sistem organ yang terpengaruh. Keterlibatan jantung adalah bentuk yang paling berbahaya dan dapat memiliki prognosis yang suram.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!