Cedera petir terjadi setelah paparan singkat terhadap arus sambaran yang sangat kuat.
Tersambar petir terkadang berakibat fatal karena jantung berhenti berdetak dan pernapasan terhenti.
Pada beberapa orang yang bertahan dari cedera petir parah, dilakukan pemeriksaan elektrokardiogram untuk memantau detak jantung, dan diperlukan tes darah atau pencitraan.
Setelah orang tersebut diresusitasi, luka bakar dan cedera lainnya akan diobati.
Petir menyebabkan perubahan tegangan listrik yang besar dalam hitungan sepersekian detik. Arus listrik yang melewati tubuh menghasilkan panas, yang membakar dan menghancurkan jaringan. Luka bakar dapat mengenai kulit dan terkadang jaringan internal. Durasi paparan singkat sering kali membatasi kerusakan pada lapisan luar kulit. Selain itu, petir jauh lebih kecil kemungkinannya untuk menyebabkan luka bakar internal daripada cedera listrik akibat listrik yang dihasilkan. Namun demikian, kondisi ini dapat membunuh seseorang dengan menghasilkan arus pendek seketika pada jantung. Petir juga dapat merusak sistem saraf, termasuk otak, yang menyebabkan kejang, kehilangan kesadaran, atau kelainan lainnya.
Petir adalah penyebab kematian terkait badai yang paling sering nomor dua di Amerika Serikat, yang mengakibatkan sekitar 30 kematian dan beberapa ratus cedera setiap tahun. Beberapa cedera dapat mengakibatkan disabilitas permanen.
Petir cenderung menyerang benda tinggi atau terisolasi, termasuk pohon, menara, tempat penampungan, tiang bendera, tribun, dan pagar. Seseorang bisa saja menjadi objek tertinggi di lapangan terbuka. Benda logam dan air tidak menarik petir tetapi mudah menghantarkan listrik setelah terkena petir. Listrik dari petir dapat mengalir dari saluran listrik luar ruangan atau saluran telepon ke peralatan listrik atau saluran telepon di dalam rumah.
Petir dapat mencederai seseorang melalui beberapa cara:
Petir dapat menyambar seseorang secara langsung.
Listrik dari petir dapat menjangkau orang yang menyentuh atau berada di dekat benda yang tersambar.
Arus listrik dapat menjangkau seseorang melalui tanah.
Kejutan dapat membuat seseorang terpental sehingga menyebabkan cedera tumpul.
Gejala Cedera Petir
Setelah seseorang tersambar petir, jantung dapat berhenti berdetak (henti jantung) atau dapat berdetak secara tidak menentu. Ketika jantung berhenti atau berdetak tidak menentu, sering kali napas terhenti. Jantung dapat berdetak kembali dengan sendirinya, tetapi jika pernapasan belum dimulai kembali, tubuh akan kekurangan oksigen. Kurangnya oksigen dan, kemungkinan, kerusakan sistem saraf dapat menyebabkan jantung berhenti berdetak lagi.
Cedera otak biasanya menyebabkan seseorang hilang kesadaran. Jika kerusakan otak parah, seseorang bisa mengalami koma. Biasanya, orang tersebut terbangun tetapi tidak ingat apa yang terjadi sebelum cedera (amnesia). Orang tersebut mungkin bingung, lambat berpikir, dan kesulitan berkonsentrasi serta mengingat kejadian baru-baru ini. Perubahan kepribadian dapat terjadi dan dapat bersifat permanen.
Gendang telinga sering kali berlubang. Banyak juga kasus yang memicu cedera mata, di antaranya katarak. Sering kali kedua kaki lumpuh sementara dan mati rasa (keraunoparalisis). Terkadang kulit mungkin memiliki pola perubahan warna yang tidak teratur atau terlihat membiru. Kulit juga mungkin tidak menunjukkan bekas luka bakar sama sekali atau mungkin mengalami luka bakar ringan dengan pola bercabang , terdiri dari kumpulan titik-titik kecil seperti luka bakar rokok, atau terdiri dari guratan-guratan tempat keringat berubah menjadi uap. Mati rasa, kesemutan, dan rasa lemah dapat terjadi karena saraf yang bercabang keluar dari sumsum tulang belakang mengalami kerusakan (neuropati perifer).
Diagnosis Cedera Petir
Elektrokardiografi
Cedera petir sering kali disaksikan, tetapi juga dapat dicurigai ketika seseorang ditemukan di luar ruangan dalam kondisi pingsan atau dengan amnesia selama atau sesaat setelah terjadi badai petir.
Di rumah sakit, elektrokardiografi (EKG) dapat dilakukan jika cedera terbilang berat (misalnya, jika seseorang kolaps dan mungkin mengalami henti jantung sementara). EKG, jika dilakukan, menentukan apakah jantung berdetak secara normal.
Terkadang diperlukan tes darah atau tes pencitraan, seperti tomografi terkomputasi (CT) atau pencitraan resonansi magnetik (MRI).
Pengobatan Cedera Petir
Resusitasi jantung paru jika diperlukan
Seseorang yang tersambar petir tidak menyimpan listrik, sehingga tidak ada bahaya dalam memberikan pertolongan pertama. Orang yang tidak memiliki detak jantung dan tidak bernapas perlu segera menjalani resusitasi jantung paru (RJP), termasuk kompresi dada dan pernapasan buatan. Jika defibrilator eksternal otomatis tersedia, maka harus digunakan (lihat gambar ). Denyut nadi seseorang yang muncul kembali tetapi masih tidak bernapas mengharuskan pernapasan buatan berkelanjutan karena otot-otot pernapasan mungkin tetap lumpuh setelah detak jantung kembali. Bantuan medis darurat harus dipanggil. Banyak orang yang tersambar petir berada dalam kondisi kesehatan umum yang baik dan cenderung pulih jika diberikan RJP secara tepat waktu.
Luka bakar dan cedera lainnya ditangani sesuai kebutuhan. Jika upaya resusitasi tidak membuahkan hasil dalam 20 menit pertama, berarti upaya resusitasi tersebut tidak mungkin berhasil, sehingga upaya resusitasi selanjutnya dihentikan.
Prognosis untuk Cedera Petir
Tersambar petir terkadang berakibat fatal. Satu-satunya penyebab kematian adalah henti jantung dan berhenti bernapas pada saat cedera. Orang yang detak jantung dan pernapasannya kembali dapat bertahan hidup.
Jika memori peristiwa baru-baru ini terganggu atau lambat berpikir, orang tersebut mungkin mengalami cedera otak permanen.
Keraunoparalisis biasanya sembuh dalam beberapa jam, meskipun kadang-kadang pasien merasa lemah atau mengalami gangguan koordinasi motorik. Orang dengan cedera saraf sering kali mengalami masalah jangka panjang, termasuk nyeri kronis, kesulitan tidur, dan disfungsi ereksi.
Pencegahan Cedera Petir
Selama musim badai, mendengarkan laporan cuaca, yang sangat penting terutama bagi penyelenggara acara luar ruangan, dapat membantu memutuskan perlunya membatalkan aktivitas luar ruangan dan dalam merencanakan kedaruratan yang mungkin terjadi.
Angin kencang, hujan, dan awan dapat menandakan badai petir akan segera terjadi. Pada saat guntur terdengar, pengamat sudah dalam bahaya dan harus mencari tempat berlindung yang aman, seperti bangunan besar yang dapat dihuni atau kendaraan logam yang tertutup sepenuhnya (misalnya, mobil atau van) dengan jendela tertutup. Berteduh di kendaraan terbuka (seperti truk atau kereta golf dengan bagian atas terbuka) atau bangunan kecil yang terbuka, seperti gazebo, adalah tindakan yang tidak aman. Tidak aman untuk melanjutkan aktivitas di luar ruangan hingga 30 menit setelah suara guntur terakhir terdengar atau petir terlihat.
Untuk mencegah cedera petir saat berada di dalam ruangan, orang harus menghindari kontak dengan pipa air atau kabel listrik atau menggunakan perangkat berkabel, termasuk telepon, komputer, konsol video game, atau headset yang disambungkan oleh kabel ke sistem suara. Menjauh dari jendela dan pintu meningkatkan keselamatan, begitu juga mematikan dan mencabut kabel peralatan listrik sebelum badai petir tiba. Telepon seluler, komputer tablet dan laptop, serta pemutar musik aman digunakan hanya dengan daya baterai, karena tidak menarik petir.
Informasi Lebih Lanjut
Referensi berbahasa Inggris berikut ini mungkin akan berguna. Harap diperhatikan bahwa Manual ini tidak bertanggung jawab atas konten sumber daya ini.
Centers for Disease Control and Prevention (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit); Bencana Alam dan Cuaca Ekstrem. Petir: Kiat Keselamatan dari Petir: Situs ini mencantumkan beberapa kiat keselamatan dari petir ke dalam poin-poin yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan untuk lingkungan dalam dan luar ruangan.
