Herpes Zoster Oticus

(Herpes Genikulatum; Sindrom Ramsay Hunt; Neuronitis Virus)

OlehMickie Hamiter, MD, Tampa Bay Hearing and Balance Center
Ditinjau OlehLawrence R. Lustig, MD, Columbia University Medical Center and New York Presbyterian Hospital
Ditinjau/Direvisi Oct 2025 | Dimodifikasi Nov 2025
v1526009_id

Herpes zoster oticus adalah infeksi virus herpes zoster dari kluster sel saraf (ganglia) yang mengontrol saraf yang bertanggung jawab untuk pendengaran dan keseimbangan (saraf kranial kedelapan) dan untuk gerakan wajah (saraf kranial ketujuh).

Herpes zoster (cacar api) adalah infeksi yang terjadi akibat reaktivasi virus varicella-zoster, yang menyebabkan cacar air. Setelah episode cacar air, virus ini berada dalam kondisi tidak aktif di akar saraf dan dapat diaktifkan kembali, bergerak menyusuri serabut saraf ke kulit, dan menyebabkan luka yang menyakitkan. Penyebab reaktivasi paling sering tidak diketahui, tetapi terkadang terjadi ketika sistem imun melemah, misalnya, akibat kanker, HIV stadium akhir, atau obat-obatan tertentu.

Herpes zoster oticus terjadi ketika virus herpes zoster diaktifkan kembali pada saraf kranial ketujuh (fasial) dan kedelapan (auditori atau vestibulokoklear). Saraf kranial ketujuh mengontrol beberapa otot wajah. Saraf kranial kedelapan mengontrol pendengaran dan keseimbangan.

Gejala Herpes Zoster Oticus

Gejala herpes zoster oticus meliputi:

  • Nyeri telinga parah

  • Lepuhan berisi cairan (vesikel) di bagian luar telinga (pinna) dan saluran telinga

  • Kelumpuhan sementara atau permanen pada satu sisi wajah (mirip dengan Bell’s palsy)

  • Vertigo (sensasi palsu bergerak atau berputar) yang berlangsung berhari-hari hingga berminggu-minggu

  • Kehilangan pendengaran, yang mungkin permanen atau dapat hilang sebagian atau seluruhnya

  • Jarang terjadi, sakit kepala, kebingungan, atau leher kaku

Terkadang saraf kranial lainnya terpengaruh.

Diagnosis Herpes Zoster Oticus

  • Evaluasi dokter

  • Kadang-kadang tes laboratorium cairan dari lepuhan

  • Terkadang pencitraan resonansi magnetik (MRI)

Dokter biasanya mendiagnosis herpes zoster oticus setelah evaluasi di klinik. Kadang-kadang dokter mengambil kerokan vesikel untuk diperiksa di bawah mikroskop dan untuk kulturasi. MRI juga dapat dilakukan untuk memastikan gejala tidak disebabkan oleh gangguan lain.

Pengobatan Herpes Zoster Oticus

  • Terkadang diberikan steroid (disebut juga kortikosteroid atau glukokortikoid), seperti prednison, untuk mengurangi peradangan

  • Terkadang obat antivirus untuk mengobati infeksi

  • Terkadang obat opioid untuk nyeri

  • Jarang dilakukan pembedahan untuk mengurangi tekanan pada saraf wajah

Dokter dapat memberikan pengobatan kepada pasien untuk meredakan gejala mereka dan mengobati herpes zoster oticus. Namun, masih belum pasti sejauh mana efektivitas obat-obatan ini. Steroid seperti prednison diberikan untuk mengurangi peradangan. Obat-obatan antivirus seperti asiklovir atau valasiklovir dapat membantu mengurangi durasi infeksi dan diberikan secara rutin kepada orang-orang yang sistem kekebalannya lemah atau terganggu. Diazepam diberikan untuk menghilangkan vertigo. Opioid dapat diberikan melalui mulut untuk rasa sakit yang parah.

Pengobatan lain dapat diberikan kepada orang-orang yang mengalami nyeri residual berkepanjangan (disebut neuralgia pasca herpetik). Pengobatan ini meliputi koyok kulit yang mengandung obat, obat antikejang, dan antidepresan trisiklik atau obat-obatan lain yang digunakan untuk mengobati nyeri neuropatik.

Orang yang mengalami kelumpuhan total pada wajah mungkin memerlukan prosedur bedah untuk mengurangi tekanan pada saraf wajah.

Pencegahan Herpes Zoster Oticus

Vaksinasi adalah metode utama yang direkomendasikan untuk mencegah herpes zoster oticus, terutama untuk orang dewasa berusia 50 tahun ke atas. Vaksin herpes zoster rekombinan (RZV) sangat efektif dalam mencegah herpes zoster, termasuk herpes zoster oticus. (Lihat Vaksin Cacar Api untuk informasi lebih lanjut.)

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!