Perubahan Warna Lidah dan Perubahan Lainnya

OlehBernard J. Hennessy, DDS, Texas A&M University, College of Dentistry
Ditinjau OlehDavid F. Murchison, DDS, MMS, The University of Texas at Dallas
Ditinjau/Direvisi Apr 2024 | Dimodifikasi Feb 2025
v16230386_id

Warna dan permukaan lidah dapat berubah akibat cedera, kebersihan mulut yang buruk, penyakit, atau faktor lainnya. Sebagian atau seluruh bagian lidah dapat terpengaruh. Banyak perubahan yang terjadi tanpa menimbulkan rasa sakit atau ketidaknyamanan.

Perubahan warna lidah

Papila lidah (tonjolan-tonjolan kecil berbentuk bulat) dapat berubah warna jika seseorang merokok atau mengunyah tembakau, mengonsumsi makanan atau vitamin tertentu, atau memiliki bakteri berwarna yang tumbuh di permukaan lidah.

Perubahan warna hitam di bagian atas lidah dapat terjadi jika seseorang mengonsumsi sediaan bismut untuk mengatasi gangguan lambung. Menyikat lidah dengan sikat gigi atau membersihkannya dengan alat pembersih lidah dapat menghilangkan perubahan warna tersebut.

Perubahan kecil berwarna biru kehitaman di bagian bawah lidah mungkin merupakan tato yang disebabkan oleh pecahan bahan tambalan amalgam gigi, yang mengandung perak, yang tersangkut di dalam jaringan lidah

Lidah yang pucat dan mulus dapat disebabkan oleh anemia karena kekurangan zat besi atau anemia pernisiosa, yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12.

Lidah merah stroberi dapat menjadi tanda awal demam scarlet atau, pada anak, tanda penyakit Kawasaki atau sindrom inflamasi multisistem pada anak (MIS-C), yang merupakan komplikasi langka dari COVID-19.

Lidah merah mulus dan mulut terasa nyeri dapat mengindikasikan peradangan umum pada lidah (glositis) atau disebabkan oleh pellagra, suatu kondisi malnutrisi yang terjadi akibat kekurangan niasin (vitamin B3) dalam pola makan.

Perubahan pada permukaan lidah

Pada lidah geografis, beberapa area lidah berwarna merah dan mulus (seperti bisul), sering kali dikelilingi oleh batas berwarna putih. Area lainnya, yang tampak putih atau kuning dan kasar, dapat menyerupai psoriasis atau disebabkan oleh psoriasis. Area perubahan warna sering kali berpindah-pindah dalam jangka waktu beberapa minggu hingga bertahun-tahun. Kondisi ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, dan tidak memerlukan pengobatan. Lidah geografis lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria, dan risiko mengalaminya lebih rendah pada orang yang merokok.

Jika seseorang mengalami gejala, pemberian kortikosteroid dosis rendah terkadang dapat membantu.

Pada lidah beralur, terdapat alur-alur dalam yang terletak di permukaan lidah. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi lidah beralur dapat terjadi pada lidah geografis dan beberapa kelainan lainnya. Biasanya, kondisi ini tidak menimbulkan gejala dan tidak memerlukan pengobatan.

Pada lidah "berbulu", keratin (protein normal tubuh yang terdapat pada rambut, kulit, dan kuku) menumpuk pada tonjolan-tonjolan normal di bagian atas lidah (papila) dan memberikan tampilan seperti berbulu. Lidah berbulu dapat terjadi ketika sisa makanan terperangkap di dalam papila akibat kebersihan mulut yang tidak terjaga dengan baik. Lidah juga dapat terlihat berbulu setelah demam, setelah pengobatan antibiotik, atau ketika obat kumur yang mengandung peroksida digunakan terlalu sering.

"Bulu-bulu" pada bagian atas lidah ini tidak boleh disamakan dengan leukoplakia berbulu. Leukoplakia berbulu adalah bercak putih yang tampak berbulu di sisi lidah yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang-orang dengan gangguan sistem imun yang lemah, terutama infeksi HIV.

Perubahan Warna dan Permukaan Lidah
Lidah Stroberi

Lidah stroberi menggambarkan lidah berwarna merah dengan "bintil-bintil" kecil. Tonjolan-tonjolan kecil seperti benang (papila) di lidah akan luruh atau mengelupas sementara tonjolan berbentuk jamur akan tetap ada, yang bentuknya seperti “bintil-bintil” pada stroberi." Lidah stroberi juga dapat menjadi tanda pertama dari demam scarlet.

Lidah stroberi menggambarkan lidah berwarna merah dengan "bintil-bintil" kecil. Tonjolan-tonjolan kecil seperti benang

... baca selengkapnya

PERPUSTAKAAN FOTO SAINS

Lidah Geografis

Permukaan lidah memiliki bercak-bercak besar dan tidak beraturan yang menyerupai bentuk negara-negara pada peta.

Permukaan lidah memiliki bercak-bercak besar dan tidak beraturan yang menyerupai bentuk negara-negara pada peta.

Foto atas izin Casey Campbell, DDS, MS.

Lidah Geografis (Dengan Lidah Beralur)

Glositis migrasi jinak (lidah geografis) adalah kondisi di mana tonjolan normal (papila) pada permukaan lidah menghilang dan dikelilingi oleh bagian putih-kuning yang menonjol. Lidah juga menunjukkan adanya fisurre (alur-alur yang dalam di bagian atas dan sisi lidah), yang sering kali muncul bersamaan dengan lidah geografis.

△ Springer Science+Business Media

Glositis migrasi jinak (lidah geografis) adalah kondisi di mana tonjolan normal (papila) pada permukaan lidah menghilan

... baca selengkapnya
Lidah Berbulu

Lidah berwarna kecokelatan dan tampak berbulu karena keratin telah menumpuk pada tonjolan normal di bagian atas lidah (papila).

Lidah berwarna kecokelatan dan tampak berbulu karena keratin telah menumpuk pada tonjolan normal di bagian atas lidah (

... baca selengkapnya

Foto atas izin Craig B. Fowler, DDS.

Bercak putih di lidah, terkadang mirip dengan yang ditemukan di dalam pipi, dapat disebabkan oleh

  • Demam

  • Dehidrasi

  • Tahap kedua sifilis

  • Seriawan (infeksi Candida)

  • Lichen planus (penyakit kulit gatal yang juga dapat memengaruhi mulut)

  • Leukoplakia (bercak putih datar yang muncul akibat iritasi yang berlangsung lama)

  • Pernapasan melalui mulut

  • Bergesekan dengan tepi gigi yang tajam atau tambalan yang rusak

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!