Resistensi Vasopresin Arginin

(Diabetik Insipidus Nefrogenik)

OlehL. Aimee Hechanova, MD, Texas Tech University Health Sciences Center, El Paso
Ditinjau OlehNavin Jaipaul, MD, MHS, Loma Linda University School of Medicine
Ditinjau/Direvisi Apr 2024 | Dimodifikasi Apr 2025
v762497_id

Pada resistensi vasopresinarginin (sebelumnya dikenal sebagai diabetes insipidus nefrogenik), ginjal menghasilkan volume urine encer yang besar karena tubulus ginjal gagal merespons vasopresin (hormon antidiuretik) dan tidak dapat menyerap kembali air yang disaring ke dalam tubuh.

  • Sering kali resistensi vasopressinarginin bersifat herediter, tetapi dapat disebabkan oleh obat-obatan atau gangguan yang memengaruhi ginjal.

  • Gejalanya meliputi rasa haus yang berlebihan dan ekskresi urine dalam jumlah besar.

  • Diagnosis resistensi vasopresinarginin dibuat berdasarkan hasil tes darah dan urine.

  • Minum air putih dalam jumlah lebih banyak membantu mencegah dehidrasi.

  • Untuk mengobati resistensi vasopresinarginin, orang membatasi garam dalam diet mereka dan terkadang meminum obat untuk mengurangi jumlah urine yang diekskresikan.

(Lihat juga Pengantar Gangguan Tubulus Ginjal.)

Seseorang dapat mengalami resistensi vasopresin arginin atau defisiensi vasopresin arginin:

  • Pada resistensi vasopresinarginin, ginjal tidak merespons vasopresin (hormon antidiuretik), sehingga terus mengeluarkan sejumlah besar urine encer.

  • Pada defisiensi vasopresin arginin (sebelumnya disebut diabetes insipidus sentral), yang lebih umum terjadi, kelenjar pituitari gagal mengeluarkan vasopresin.

Penyebab Resistensi VasopresinArginin

Biasanya, ginjal menyesuaikan konsentrasi dan jumlah urine sesuai kebutuhan tubuh. Ginjal melakukan penyesuaian ini sebagai respons terhadap kadar vasopresin dalam darah. Vasopresin, yang disekresikan oleh kelenjar pituitari, memberi sinyal pada ginjal untuk menghemat air dan memekatkan urine. Pada resistensi vasopresinarginin, ginjal gagal merespons sinyal tersebut.

Resistensi vasopresinarginin dapat bersifat

  • Herediter

  • Dapatan

Resistensi vasopresinarginin herediter

Dalam resistensi vasopresinarginin herediter, gen yang biasanya menyebabkan gangguan ini bersifat resesif dan membawa kromosom X, 1 dari 2 kromosom seks, sehingga biasanya hanya laki-laki yang mengalami gejala. Namun demikian, perempuan yang membawa gen tersebut dapat menularkan penyakit tersebut kepada putra mereka. Jarang, gen abnormal lain dapat menyebabkan resistensi vasopresinarginin pada pria dan wanita.

Resistensi vasopresinarginin dapatan

Dalam bentuk dapatan, resistensi vasopresinarginin dapat disebabkan oleh obat-obatan tertentu yang menghalangi kerja vasopresin, seperti litium.

Resistensi vasopresinarginin juga dapat terjadi jika ginjal terpengaruh oleh gangguan seperti penyakit ginjal polikistik, anemia sel sabit, ginjal spons medula, infeksi (pielonefritis) yang parah, amiloidosis, sindrom Sjögren, dan kanker tertentu (misalnya sarkoma atau mieloma).

Selain itu, kadar kalsium yang tinggi atau kadar kalium dalam darah yang rendah, terutama jika tetap ada, menghambat sebagian kerja vasopresin.

Terkadang penyebabnya tidak diketahui.

Gejala Resistensi VasopresinArginin

Gejala resistensi vasopresinarginin adalah

  • Haus berlebihan (polidipsia)

  • Ekskresi urine encer dalam volume besar (poliuria)

Orang dapat mengeluarkan 1 hingga 6 galon (3 hingga 20 liter) urine per hari.

Jika resistensi vasopresinarginin bersifat herediter, gejala biasanya segera muncul setelah kelahiran. Oleh karena bayi tidak dapat mengomunikasikan rasa haus, mereka dapat mengalami dehidrasi berat. Mereka dapat mengalami demam disertai muntah dan kejang.

Lansia dengan demensia juga cenderung mengalami dehidrasi karena mereka juga mungkin tidak dapat mengomunikasikan rasa haus.

Diagnosis Resistensi VasopresinArginin

  • Tes darah

  • Tes urine

Tes laboratorium mengungkapkan kadar natrium yang tinggi dalam darah dan urine yang sangat encer. Dokter dapat menggunakan tes kekurangan air untuk membantu membuat diagnosis.

Pengobatan Resistensi VasopresinArginin

  • Jumlah air yang cukup untuk diminum

  • Diet dan obat-obatan untuk menurunkan volume urine

Untuk mencegah dehidrasi, penderita resistensi vasopresinarginin harus minum air dalam jumlah yang cukup segera setelah merasa haus. Bayi, anak kecil, dan orang dewasa yang sakit parah harus sering diberi minum. Orang yang minum cukup air kemungkinan tidak mengalami dehidrasi, tetapi beberapa jam tanpa air dapat menyebabkan dehidrasi parah.

Diet rendah garam dan protein dapat membantu.

Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dan diuretik tiazid terkadang digunakan untuk mengobati gangguan ini. OAINS dan diuretik tiazid bekerja dengan mekanisme yang berbeda untuk meningkatkan jumlah natrium dan air yang diserap kembali oleh ginjal. Perubahan ini menurunkan volume urine.

Prognosis untuk Resistensi VasopresinArginin

Prognosisnya baik jika resistensi vasopresinarginin didiagnosis sebelum orang tersebut mengalami episode dehidrasi yang parah.

Dengan pengobatan, bayi yang mengalami gangguan ini cenderung berkembang secara normal. Namun, jika resistensi vasopresinarginin herediter tidak segera didiagnosis dan diobati, otak dapat rusak, sehingga bayi akan mengalami kecacatan intelektual permanen. Episode dehidrasi yang sering terjadi juga dapat memperlambat perkembangan fisik.

Dalam kasus di mana gangguan tidak diwariskan, koreksi abnormalitas yang mendasarinya biasanya membantu fungsi ginjal kembali normal.

Informasi Lebih Lanjut

Referensi berbahasa Inggris berikut ini mungkin akan berguna. Harap diperhatikan bahwa Manual ini tidak bertanggung jawab atas konten sumber daya ini.

  1. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK): Diabetes Insipidus

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!