Defisiensi Vasopresin Arginin (Diabetes Insipidus sentral)

(Diabetes Insipidus Sensitif Vasopressin)

OlehJohn D. Carmichael, MD, Keck School of Medicine of the University of Southern California
Ditinjau OlehGlenn D. Braunstein, MD, Cedars-Sinai Medical Center
Ditinjau/Direvisi Jun 2025 | Dimodifikasi Jul 2025
v771659_id

Defisiensi vasopresin arginin (diabetes insipidus sentral) adalah kurangnya hormon vasopresin (hormon antidiuretik) yang menyebabkan produksi urine yang sangat encer secara berlebihan (poliuria).

  • Defisiensi vasopresin arginin memiliki beberapa penyebab, termasuk tumor otak, cedera otak, operasi otak, tuberkulosis, dan beberapa bentuk penyakit lainnya.

  • Gejala utamanya adalah rasa haus yang berlebihan dan produksi urine yang berlebihan.

  • Diagnosis didasarkan pada tes urine, tes darah, dan tes kekurangan air.

  • Orang yang menderita defisiensi vasopresin argininbiasanya diberi obat vasopresin atau desmopresin.

(Lihat juga Gambaran Umum Tentang Kelenjar Pituitari.)

Vasopressin adalah hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus (daerah otak yang terletak tepat di atas pituitari) yang disimpan dan dilepaskan dari lobus posterior kelenjar pituitari. Vasopressin membantu mengatur jumlah air dalam tubuh dengan cara memberi sinyal pada ginjal untuk mengurangi jumlah urine yang dihasilkannya. Sebelumnya vasopressin disebut sebagai hormon anti diuretik karena diuretik adalah zat yang meningkatkan produksi urine.

Penyebab Defisiensi VasopresinArginin

Defisiensi vasopresinarginin terjadi akibat kekurangan vasopresin. Defisiensi ini dapat:

  • Diwariskan

  • Disebabkan oleh gangguan lain

  • Tidak diketahui penyebabnya

Gangguan lain yang dapat menyebabkan defisiensi vasopresinarginin antara lain sebagai berikut:

  • Kerusakan tidak disengaja yang terjadi selama pembedahan pada hipotalamus atau kelenjar pituitari

  • Cedera otak, terutama fraktur pangkal tengkorak

  • Tumor

  • Sarkoidosis

  • Tuberkulosis

  • Aneurisme (tonjolan di dinding arteri) dalam arteri yang mengarah ke otak

  • Sumbatan dalam arteri yang mengarah ke otak

  • Beberapa bentuk ensefalitis (radang otak)

  • Beberapa bentuk meningitis (radang selaput otak)

  • Penyakit langka Langerhans cell histiocytosis (LCH)

Resistansi vasopresin arginin (diabetes insipidus nefrogenik) adalah gangguan ketika terdapat jumlah vasopresin yang cukup, tetapi abnormalitas pada ginjal menyebabkan ginjal tidak merespons vasopresin.

Gejala Defisiensi VasopresinArginin

Gejala dapat dimulai secara bertahap atau tiba-tiba pada usia berapa pun. Sering kali gejala satu-satunya adalah:

  • Haus berlebihan

  • Produksi urine yang berlebihan

Penderita akan lebih sering buang air kecil dan terbangun di malam hari untuk buang air kecil. Seseorang dapat meminum cairan dalam jumlah besar—4 hingga 40 quart (3 hingga 30 liter) sehari—untuk mengompensasi cairan yang hilang dalam urine. Air dingin sering menjadi minuman yang lebih disukai. Jika penggantian cairan tidak terpenuhi, maka dehidrasi dapat segera terjadi, sehingga menyebabkan tekanan darah rendah dan syok. Orang tersebut akan terus mengeluarkan urine encer dalam jumlah besar, dan buang air kecil secara berlebihan terutama di malam hari.

Diagnosis Defisiensi VasopresinArginin

  • Tes kekurangan air

Dokter mencurigai adanya defisiensi vasopresinarginin pada seseorang yang memproduksi urine dalam jumlah besar. Pertama-tama dokter akan menguji gula dalam urine untuk mengesampingkan kemungkinan diabetes melitus (penyebab umum buang air kecil berlebih). Tes darah dapat menunjukkan kadar elektrolit yang tidak normal, termasuk kadar natrium yang tinggi.

Tes kekurangan air adalah tes terbaik untuk mendiagnosis defisiensi vasopresinarginin. Dalam tes kekurangan air, produksi urine, kadar elektrolit darah, dan berat badan diukur secara teratur selama sekitar 12 jam, selama melakukan tes orang tersebut tidak diizinkan untuk minum. Dokter memantau kondisi orang tersebut selama pelaksanaan tes. Setelah 12 jam—atau lebih cepat jika seseorang mengalami penurunan tekanan darah, peningkatan detak jantung, atau penurunan lebih dari 5% berat badan—dokter akan menghentikan tes dan menyuntikkan vasopressin. Diagnosis defisiensi vasopresinarginin dapat dikonfirmasi jika, sebagai respons terhadap vasopresin, pasien berhenti buang kecil secara berlebihan, urine menjadi lebih pekat, tekanan darah meningkat, dan jantung berdetak lebih normal. Diagnosis resistansi vasopresinarginin dibuat jika, setelah injeksi, buang air kecil yang berlebihan berlanjut, urine tetap encer, dan tekanan darah serta denyut jantung tidak berubah.

Dokter terkadang mengukur kadar sirkulasi vasopresin atau copeptin (bagian dari hormon vasopresin) dalam darah untuk mengonfirmasi defisiensi vasopresinarginin. Namun, kadar vasopressin dan copeptin sulit diukur, dan tes ini tidak tersedia secara rutin. Kadar copeptin dan vasopressin yang ditentukan tanpa kekurangan air umumnya tidak membantu diagnosis. Selain itu, tes kekurangan air sangat akurat sehingga pengukuran langsung vasopressin atau copeptin biasanya tidak diperlukan.

Pengobatan untuk defisiensi VasopresinArginin

  • Desmopressin

Desmopressin (bentuk vasopressin yang dapat bekerja lebih lama) dapat digunakan sebagai semprotan hidung dua kali sehari atau terkadang sebagai tablet atau sebagai injeksi di bawah kulit atau ke dalam vena (secara intravena). Dosis disesuaikan untuk menjaga keseimbangan air tubuh dan produksi urine normal. Mengonsumsi terlalu banyak vasopressin dapat menyebabkan retensi cairan, pembengkakan, dan masalah lainnya. Orang dengan defisiensi vasopresinarginin yang menjalani tindakan bedah atau tidak sadar umumnya diberi injeksi vasopresin.

Terkadang defisiensi vasopresinarginin dapat dikontrol dengan diuretik tiazid dan penghambat prostaglandin seperti indometasin. Kombinasi obat-obatan ini dapat membantu mengurangi jumlah hasil urine hingga tingkat normal. Obat diuretik ini cenderung tidak sepenuhnya meredakan gejala pada orang-orang yang mengalami defisiensi vasopresinarginin parah. Penghambat prostaglandin juga dapat memiliki efek sederhana dalam mengurangi jumlah hasil urine karena resistansi vasopresinarginin.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!