Kelebihan Zat Besi Sekunder

(Hemokromatosis Sekunder)

OlehJames Peter Adam Hamilton, MD, Johns Hopkins University School of Medicine
Ditinjau OlehJerry L. Spivak, MD, MACP, Johns Hopkins University School of Medicine
Ditinjau/Direvisi Jan 2025 | Dimodifikasi Apr 2025
v8486080_id

Kelebihan zat besi sekunder terjadi ketika zat besi terakumulasi dalam tubuh karena orang mengonsumsi terlalu banyak suplemen zat besi, menerima sejumlah besar transfusi darah, atau memiliki gangguan yang membuat mereka tidak dapat membentuk sel darah merah secara efisien, sehingga mengakibatkan pemecahan yang berlebihan.

  • Orang sering merasa lemah dan lelah.

  • Diagnosis dilakukan dengan tes darah untuk mengukur kadar zat besi.

  • Pengobatan biasanya dilakukan dengan obat-obatan yang mengikat dan mengeluarkan zat besi dari tubuh (khelasi).

Komplikasi yang parah lebih jarang terjadi dibandingkan pada orang yang menderita hemokromatosis, gangguan genetik yang menyebabkan kelebihan zat besi. (Lihat juga Gambaran Umum Tentang Kelebihan Zat Besi.) Namun demikian, beberapa orang mengalami komplikasi yang melibatkan jantung, hati, dan organ endokrin.

Penyebab Kelebihan Zat Besi Sekunder

Kelebihan zat besi sekunder biasanya terjadi pada orang-orang yang memiliki gangguan yang mengganggu produksi sel darah merah seperti

  • Gangguan pada struktur atau fungsi hemoglobin yang diturunkan (misalnya, penyakit sel sabit, thalasemia, atau anemia sideroblastik)

  • Gangguan yang menyebabkan pemecahan abnormal sel darah merah (anemia hemolitik yang muncul sejak lahir seperti sferositosis herediter atau defisiensi kinase piruvat—lihat tabel )

  • Gangguan yang disebabkan oleh sel darah merah yang terbentuk dengan buruk (mielodisplasia)

Pada gangguan tersebut, tubuh terkadang meningkatkan jumlah zat besi yang diserapnya. Namun demikian, tubuh tidak selalu dapat menggunakan semua zat besi karena sulitnya memproduksi sel darah merah yang baru. Dalam kasus seperti itu, dapat terjadi kelebihan zat besi.

Zat besi juga dapat menumpuk di dalam tubuh saat orang mengonsumsi terlalu banyak zat besi

  • Terapi zat besi yang diberikan dalam jumlah berlebihan atau terlalu lama

  • Transfusi darah berulang

Pria dan wanita pascamenopause biasanya tidak perlu mengonsumsi suplemen zat besi. Jika mengonsumsi suplemen, mereka dapat memiliki kelebihan zat besi di dalam tubuh, meskipun biasanya tidak cukup untuk menjadi berbahaya.

Gejala-Gejala Kelebihan Zat Besi Sekunder

Orang dengan kelebihan zat besi ringan biasanya tidak menunjukkan gejala apa pun. Yang lain biasanya merasa lemah dan lelah. Kerusakan organ pada kelebihan zat besi sekunder jarang terjadi, tetapi kelebihan zat besi yang parah dapat menyebabkan kerusakan organ dan gejala yang sama seperti pada hemokromatosis:

Diagnosis Kelebihan Zat Besi Sekunder

  • Tes darah

  • Terkadang dilakukan biopsi hati atau pencitraan resonansi magnetik (MRI) pada hati

Kelebihan zat besi sekunder didiagnosis dengan tes yang mengukur kadar zat besi dalam darah

  • Zat Besi

  • Feritin, protein yang menyimpan zat besi

  • Transferin, protein yang membawa zat besi dalam darah saat zat besi tidak berada di dalam sel darah merah

Kadang-kadang MRI hati atau biopsi dilakukan untuk mengukur jumlah zat besi yang terakumulasi di dalam hati dan kerusakan yang ditimbulkannya.

Pengobatan Untuk Kelebihan Zat Besi Sekunder

  • Pengambilan darah atau khelasi

Tujuan pengobatan adalah mengurangi kandungan zat besi tubuh. Bagi sebagian orang, pengobatannya adalah dengan mengeluarkan darah (flebotomi). Namun, banyak orang yang kelebihan zat besi sekunder juga mengalami anemia. Karena flebotomi memperparah anemia, orang-orang ini diberi terapi khelasi zat besi.

Khelasi zat besi dapat diberikan melalui mulut dengan menggunakan deferasirox atau deferiprone atau dengan infus deferoxamine, yang dapat diberikan di bawah kulit (subkutan) atau ke dalam vena (intravena). Terkadang deferasirox dan deferiprone dapat diberikan secara bersamaan.

Obat khelasi zat besi yang diberikan melalui mulut sangat efektif dalam menurunkan kadar zat besi dalam tubuh. Efek samping khelasi zat besi oral meliputi nyeri perut, diare, dan ruam. Pengobatan ini terkadang menyebabkan kerusakan hati dan ginjal, sehingga dilakukan tes darah secara berkala untuk memantau fungsi organ-organ ini.

Infus deferoxamine untuk khelasi zat besi biasanya diberikan semalaman. Efek sampingnya meliputi gangguan pencernaan, tekanan darah rendah, dan reaksi alergi berat (anafilaksis). Terkadang orang mengalami gangguan pendengaran dan kehilangan penglihatan dengan penggunaan jangka panjang.

Informasi Lebih Lanjut

Referensi berbahasa Inggris berikut ini mungkin akan berguna. Harap diperhatikan bahwa MANUAL ini tidak bertanggung jawab atas konten sumber daya ini.

  1. Iron Disorders Institute: menyediakan informasi tentang gangguan yang menyebabkan ketidakseimbangan zat besi, termasuk pengujian dan tips untuk hidup dengan gangguan ini

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!