Infeksi yang Didapat di Rumah Sakit pada Bayi Baru Lahir

OlehAnnabelle de St. Maurice, MD, MPH, UCLA, David Geffen School of Medicine
Ditinjau OlehBrenda L. Tesini, MD, University of Rochester School of Medicine and Dentistry
Ditinjau/Direvisi Apr 2025 | Dimodifikasi Oct 2025
v40477510_id

Infeksi yang didapat di rumah sakit pada bayi baru lahir adalah infeksi yang berkembang setelah bayi baru lahir tersebut masuk ke kamar bayi di rumah sakit. Infeksi ini tidak ditularkan dari ibu ketika bayi berada di dalam rahim dan tidak terjadi pada saat kelahiran.

  • Infeksi ini dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur.

  • Gejalanya bervariasi tetapi dapat meliputi muntah, demam, dan ruam.

  • Diagnosis biasanya didasarkan pada pemeriksaan fisik.

  • Infeksi diobati berdasarkan penyebabnya.

  • Berbagai langkah, seperti mencuci tangan, dapat membantu mencegah penyebaran infeksi.

(Lihat juga Gambaran Umum tentang Infeksi pada Bayi Baru Lahir.)

Sebagian bayi mendapatkan infeksi setelah mereka masuk ke kamar bayi di rumah sakit dan bukan dari ibu saat berada di dalam uterus (dalam rahim) atau selama proses kelahiran. Terkadang tidak jelas apakah sumbernya adalah ibu atau lingkungan rumah sakit.

Infeksi yang didapat di rumah sakit terutama merupakan masalah bagi bayi baru lahir yang harus tinggal di rumah sakit untuk waktu yang lama, misalnya bayi baru lahir prematur dan bayi baru lahir cukup bulan yang memiliki gangguan medis serius.

Infeksi yang paling umum didapat di rumah sakit adalah pneumonia (infeksi paru-paru) dan infeksi darah (bakteremia) akibat kateter yang dimasukkan ke dalam vena (juga disebut IV) untuk memberikan cairan atau obat-obatan pada bayi baru lahir.

Pada bayi baru lahir cukup bulan, infeksi yang paling sering didapat di rumah sakit adalah infeksi kulit yang diakibatkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Sering kali, infeksi ini tidak terlihat sampai bayi baru lahir tersebut pulang ke rumah.

Pada bayi dengan berat badan sangat rendah, sebagian besar infeksi yang didapat di rumah sakit juga disebabkan oleh staphylococcus. Namun, bakteri dan jamur tertentu lainnya juga merupakan penyebabnya. Makin rendah berat lahir, makin tinggi risiko infeksi, terutama pada bayi baru lahir yang perlu menggunakan ventilator atau IV untuk waktu yang lama. Semakin lama bayi baru lahir tinggal di ruang perawatan khusus atau unit perawatan intensif neonatal (NICU) dan semakin banyak prosedur yang telah mereka lakukan, semakin tinggi kemungkinan mereka terinfeksi.

Gejala Infeksi yang Didapat di Rumah Sakit pada Bayi Baru Lahir

Gejala infeksi pada bayi baru lahir cenderung tidak spesifik. Misalnya, bayi baru lahir dapat muntah atau kesulitan makan, peningkatan kantuk atau letargi, demam atau suhu rendah, pernapasan cepat, ruam, diare, atau perut bengkak.

Diagnosis Infeksi yang Didapat di Rumah Sakit pada Bayi Baru Lahir

  • Berbagai pengujian

Dugaan infeksi yang didapat di rumah sakit muncul berdasarkan kondisi bayi baru lahir dan pemeriksaan dokter.

Dokter kemudian dapat menguji sampel darah, urine, dan cairan tulang belakang untuk menentukan di mana infeksi tersebut dan organisme mana yang menyebabkannya.

Pengobatan Infeksi yang Didapat di Rumah Sakit pada Bayi Baru Lahir

  • Tergantung pada organismenya

Pengobatan infeksi yang didapat di rumah sakit bergantung pada organisme spesifik yang menyebabkan infeksi.

Pencegahan Infeksi yang Didapat di Rumah Sakit pada Bayi Baru Lahir

Langkah-langkah umum yang digunakan anggota staf rumah sakit untuk membantu mencegah infeksi yang didapat di rumah sakit antara lain sebagai berikut:

  • Langkah-langkah untuk mengurangi penyebaran Staphylococcus aureus

  • Pencegahan penyebaran dan infeksi pada kamar perawatan khusus seperti NICU

  • Mencuci tangan dengan hati-hati

  • Pemantauan infeksi di rumah sakit

  • Terkadang, pemberian antibiotik

  • Vaksinasi

Untuk mengurangi penyebaran infeksi pada kamar bayi perawatan khusus seperti NICU, anggota staf rumah sakit memastikan tersedia cukup ruang antara bayi baru lahir yang berada dalam inkubator atau penghangat. Mereka juga berhati-hati dalam membersihkan dan mendisinfeksi atau mensterilkan peralatan dan menggunakan IV dan ventilator sesingkat mungkin.

Staf rumah sakit, orang tua, dan perawat dapat membantu mencegah penyebaran infeksi yang didapat di rumah sakit dengan selalu mencuci tangan secara menyeluruh dengan sabun dan air atau dengan penyanitasi tangan antibakteri.

Saat berada di rumah sakit, bayi baru lahir dipantau dengan cermat untuk melihat adanya tanda-tanda infeksi.

Jika dokter menentukan bahwa infeksi menyebar melalui kamar bayi di rumah sakit, mereka dapat memberikan antibiotik tertentu kepada bayi baru lahir yang belum terinfeksi. Tindakan pencegahan ini disebut profilaksis.

Anggota staf rumah sakit memberikan vaksin sesuai jadwal rutin kepada bayi yang berada di rumah sakit pada saat itu. Beberapa vaksin tidak diberikan hingga waktu pemulangan.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!