Gangguan Saraf Hipoglosal

OlehMichael Rubin, MDCM, New York Presbyterian Hospital-Cornell Medical Center
Ditinjau OlehMichael C. Levin, MD, College of Medicine, University of Saskatchewan
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Aug 2025
v746314_id

Gangguan saraf kranial kedua belas (saraf hipoglosal) menyebabkan perlemahan atau menyusutnya (atrofi) lidah pada sisi yang terdampak. Saraf ini menggerakkan lidah.

  • Gangguan saraf hipoglosal dapat disebabkan oleh tumor, stroke, infeksi, cedera, atau amoitrofik lateral sklerosis.

  • Orang dengan gangguan saraf hipoglosal mengalami kesulitan berbicara, mengunyah, dan menelan.

  • Dokter biasanya melakukan pencitraan resonansi magnetik dan/atau spinal tap untuk mengidentifikasi penyebabnya.

  • Penyebabnya diobati.

Penyebab Gangguan Saraf Hipoglosal

Penyebab gangguan saraf hipoglosal meliputi

  • Tumor atau kelainan tulang di dasar tengkorak

  • Tonjolan (aneurisme) dalam arteri di dasar otak

  • Stroke

  • Infeksi batang otak (ensefalitis batang otak)

  • Cedera pada leher, seperti yang dapat terjadi setelah pembedahan pengangkatan sumbatan dari arteri di leher (endarterektomi)

  • Amiotrofik lateral sklerosis (penyakit Lou Gehrig)

Gejala Gangguan Saraf Hipoglosal

Lidah menjadi lemah pada sisi yang terkena dan pada akhirnya terbuang (atrofi). Akibatnya, orang mengalami kesulitan berbicara, mengunyah, dan menelan.

Kerusakan akibat sklerosis lateral amitrofik menyebabkan gerakan kedutan kecil dan halus (fasikulasi) pada permukaan lidah.

Diagnosis Gangguan Saraf Hipoglosal

  • Pencitraan resonansi magnetik

  • Terkadang spinal tap

Pencitraan resonansi magnetik (magnetic resonance imaging, MRI) biasanya dilakukan untuk mencari tumor atau bukti stroke.

Mungkin diperlukan spinal (pungsi lumbar) jika kanker atau infeksi mungkin terjadi.

Pengobatan Gangguan Saraf Hipoglosal

  • Pengobatan penyebab

Pengobatan gangguan saraf hipoglosal bergantung pada penyebabnya.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!