Adaptogen

OlehLaura Shane-McWhorter, PharmD, University of Utah College of Pharmacy
Ditinjau OlehEva M. Vivian, PharmD, MS, PhD, University of Wisconsin School of Pharmacy
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Jul 2025
v61150478_id

Apa yang Dimaksud dengan Adaptogen?

"Adaptogen" adalah istilah untuk makanan dan suplemen tertentu yang dikatakan dapat membantu tubuh mengatasi "stres". Stres dapat bersifat psikologis (dalam pikiran), tetapi juga dapat bersifat fisik (dalam tubuh), dan disebabkan oleh infeksi atau toksin. Konsep adaptogen berasal dari saat peneliti mencari cara untuk meningkatkan ketahanan dan mengurangi kelelahan selama aktivitas fisik ekstrem dan lingkungan yang merugikan. Mereka mulai mempelajari berbagai produk yang berasal dari tanaman dan makanan.

Para pendukung ide ini kemudian memperluas kemungkinan peran adaptogen, termasuk peningkatan energi dan suasana hati, perbaikan masalah hormonal, stabilisasi gula darah, peningkatan daya ingat dan proses berpikir, memperlambat penuaan, dan banyak hal bermanfaat lainnya, bahkan mungkin memperpanjang umur dan mengobati kanker.

Zat yang sering disebut sebagai adaptogen meliputi

Apakah Adaptogen Berhasil?

Karena ada begitu banyak zat yang sangat berbeda yang dianggap adaptogen, tidak mungkin untuk melakukan penelitian di seluruh kelas. Setiap adaptogen perlu dievaluasi sendiri.

Selain itu, definisi "stres" juga masih samar. Misalnya, ada

  • Stres mental, seperti tekanan keluarga dan pekerjaan (apa yang kebanyakan orang anggap sebagai "stres")

  • Stres fisik, seperti melakukan hiking jarak jauh atau menghadapi cuaca dingin atau panas yang ekstrem

  • Stres seluler, di mana sel-sel kita merespons serangan oleh mikroorganisme atau toksin, atau kekurangan oksigen atau nutrisi

Stres ini sangat berbeda sehingga kecil kemungkinannya satu makanan atau zat dapat memengaruhi setiap orang dengan cara yang sama.

Sebagian besar penelitian ilmiah yang mengklaim mendukung adaptogen melibatkan pengukuran bahan kimia yang dilepaskan sel sebagai respons terhadap stres (seperti kortisol). Asumsinya adalah bahwa apa pun yang menurunkan bahan kimia respons stres itu baik. Namun, kebenaran hal itu belum jelas. Sel (dan tubuh) perlu merespons stres (memang, beberapa tingkat stres secara luas dianggap bermanfaat), dan zat yang mengurangi bahan kimia respons stres mungkin pada kenyataannya hanya menghentikan sel untuk membela dirinya.

Zat lain yang dipelajari dalam penelitian adaptogen dapat mencakup protein sistem neurologis, seperti neuropeptida Y, enzim berbeda, neurotransmiter tertentu (seperti serotonin atau dopamin), booster sistem imun, dan zat yang menurunkan peradangan (seperti antioksidan). Namun, semua penelitian terbatas pada pengukuran zat dalam tabung kaca sel harus diikuti dengan penelitian yang menegaskan peningkatan aktual pada manusia. Ada jauh lebih sedikit jenis penelitian konfirmasi tentang adaptogen, dan penelitian yang dilakukan sering kali berkualitas rendah yang tidak memberikan jawaban yang pasti.

Rekomendasi untuk Penggunaan Adaptogen

Secara umum, orang-orang harus berasumsi bahwa makin banyak klaim terpisah yang dibuat untuk suatu zat, makin kecil kemungkinan semua klaim tersebut benar adanya. Suplemen dan makanan yang mengklaim dapat memperbaiki banyak hal yang salah dalam hidup mustahil bisa melakukan hal itu. Untuk adaptogen individu, orang-orang harus meninjau bukti yang mendukung klaim spesifik yang dibuat untuk klaim tersebut.

Kemungkinan terbaiknya, adaptogen mungkin memiliki bukti manfaat yang lemah. Kemungkinan terburuk, beberapa adaptogen mungkin tidak aman. Ingatlah bahwa kesehatan yang baik bergantung terutama pada nutrisi yang sehat dan aktivitas fisik. Mengonsumsi suplemen atau produk nabati yang dianggap sebagai adaptogen tidak menggantikan nutrisi yang tidak sehat atau kurangnya aktivitas fisik.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!