Reishi adalah jamur gelap dengan nama botani Ganoderma lucidum. Reishi dianggap sebagai adaptogen, senyawa yang dapat membantu tubuh mengatasi stres dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Jamur Reishi penting dalam sistem pengobatan tradisional beberapa negara di Asia, termasuk Tiongkok, Jepang, dan Korea.
Nama lain untuk jamur ini, termasuk reishi merah, jamur basidiomycetes, ling zhi, atau ling chih (di Tiongkok), dan mannentake (di Jepang).
Manusia dapat memakan seluruh jamur, tetapi bentuk serbuk atau ekstrak umumnya digunakan dalam obat tradisional atau alternatif.
Klaim untuk Reishi
Pendukung jamur reishi mengklaim bahwa jamur dapat bermanfaat bagi kesehatan dalam banyak cara, termasuk hal-hal berikut:
Meningkatkan sistem imun (meskipun apa artinya atau bagaimana hal ini dapat dilakukan masih belum jelas) untuk mencegah atau mengobati infeksi
Mengobati kelelahan
Menurunkan kolesterol tinggi dan tekanan darah
Meningkatkan kekuatan dan stamina
Mengobati infeksi virus imunodefisiensi manusia (HIV)
Mencegah atau mengobati kanker
Mengurangi peradangan
Bukti untuk Reishi
Setiap senyawa tunggal, termasuk reishi, sangat tidak mungkin memiliki berbagai manfaat kesehatan. Dengan demikian, sangat kecil kemungkinannya bukti yang ada dapat mengonfirmasi beberapa manfaat tersebut.
Penelitian pada hewan dan sel menunjukkan bahwa reishi dapat melindungi ginjal dan hati dari kerusakan, membunuh sel kanker, dan membantu melawan infeksi.
Penelitian pada manusia belum mengonfirmasi temuan ini.
Bukti dari penelitian pada manusia untuk menunjukkan bahwa reishi memiliki manfaat kesehatan yang diklaimkan tersebut masih terbatas. Penelitian yang ada banyaknya masih dalam skala kecil dan berkualitas buruk, dan beberapa di antaranya bertentangan dengan temuan yang lain.
Tinjauan yang dilakukan dengan baik menemukan bahwa bukti tidak cukup untuk menunjukkan bahwa reishi dapat digunakan sebagai pengobatan awal untuk kanker. Bukti tidak menunjukkan apakah reishi dapat memperpanjang kelangsungan hidup penderita kanker.
Juga terdapat bukti bahwa reishi dapat berpotensi menimbulkan efek antivirus terhadap dengue, enterovirus, virus lain, dan mikroba.
Penelitian kecil dengan desain yang lemah juga menunjukkan bahwa pengobatan dengan jamur reishi mengurangi rasa sakit dan mendorong tingkat penyembuhan lesi varicella-zoster yang menyakitkan pada lansia. Penelitian kecil lainnya menemukan bahwa reishi dapat mengurangi kelelahan dan meningkatkan kualitas hidup pada orang-orang yang menderita kanker payudara. Bukti lain menunjukkan bahwa reishi dapat membantu meredakan gejala saluran kemih pada laki-laki dengan pembesaran prostat.
Efek Samping Reishi
Mengonsumsi ekstrak jamur reishi hingga satu tahun mungkin aman, tetapi mengonsumsi reishi dalam bentuk serbuk selama lebih dari satu bulan dapat merusak hati.
Efek samping lain dari jamur reishi antara lain mulut kering, ruam, sakit perut, diare, sakit kepala, mimisan, dan pusing.
Keamanan jamur reishi pada perempuan hamil dan perempuan menyusui belum diteliti secara menyeluruh.
Reishi dosis tinggi dapat meningkatkan risiko perdarahan pada orang dengan gangguan perdarahan tertentu, termasuk trombositopenia (kadar trombosit yang rendah di dalam darah).
Mengonsumsi reishi dalam dosis tinggi sebelum atau selama pembedahan dapat meningkatkan risiko perdarahan.
Karena reishi dapat menurunkan tekanan darah, hal ini dapat memperparah tekanan darah rendah pada orang yang tekanan darahnya sudah rendah.
Reishi dianggap cukup aman untuk penggunaan jangka panjang. Namun demikian, keamanannya untuk digunakan selama kehamilan atau menyusui masih belum diketahui.
interaksi Obat dengan Reishi
Reishi dapat menurunkan tekanan darah, sehingga mengonsumsi obat-obatan reishi dan obat-obatan untuk mengurangi tekanan darah (seperti kaptopril, enalapril, lisinopril, amlodipin, hidroklorotiazid) dapat membuat tekanan darah terlalu rendah.
Reishi dapat memperlambat pembekuan darah, sehingga menggabungkan reishi dengan obat-obatan yang memperlambat pembekuan darah (misalnya, klopidogrel, ibuprofen, naproksen, heparin, dan warfarin) dapat meningkatkan kemungkinan perdarahan dan memar.
Reishi dapat membuat beberapa obat kemoterapi kurang efektif (meski sebaliknya dapat membuat beberapa obat kemoterapi lebih efektif).
Reishi dapat mengganggu tes lab untuk penanda tumor serum (CA72-4) yang menunjukkan adanya jenis kanker tertentu.
Dalam penelitian pada hewan, reishi dapat berinteraksi dengan obat-obatan diabetes untuk menurunkan gula darah. Hal ini belum ditunjukkan pada manusia.
Rekomendasi untuk Penggunaan Reishi
Tampaknya tidak ada alasan kuat untuk mengonsumsi reishi bagi kebanyakan orang.
Manfaat kesehatan yang diklaim dari reishi belum dikonfirmasi dalam penelitian berkualitas tinggi pada manusia.
Namun, reishi mungkin aman bagi sebagian besar orang; meskipun demikian,
Perempuan hamil dan menyusui, orang dengan tekanan darah rendah atau kelainan perdarahan tertentu, dan mereka yang menjalani pembedahan harus menghindari reishi.
Orang yang meminum obat-obatan tertentu (termasuk obat-obatan untuk memperlambat pembekuan darah dan obat-obatan kemoterapi) harus berkonsultasi dengan dokter mereka sebelum menggunakan reishi.
