Fasiitis Plantar

(Fasiosis Plantar)

OlehJames C. Connors, DPM, Kent State University College of Podiatric Medicine
Ditinjau OlehBrian F. Mandell, MD, PhD, Cleveland Clinic Lerner College of Medicine at Case Western Reserve University
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Oct 2025
v26371341_id

Fasiitis plantar adalah rasa sakit yang berasal dari pita jaringan padat yang disebut fasia plantar yang memanjang dari dasar tulang tumit ke pangkal jari kaki (bola telapak kaki).

  • Jaringan ikat antara tumit dan bola telapak kaki dapat rusak dan menyebabkan rasa sakit.

  • Rasa nyeri, yang sering kali lebih parah saat pertama kali menopang berat badan di pagi hari dan setelah periode istirahat, terletak di bagian dasar tumit.

  • Diagnosis didasarkan pada pemeriksaan kaki dan tes pencitraan.

  • Peregangan, kompres es, mengganti alas kaki, memakai alat di dalam sepatu yang memberikan bantalan, menopang, dan mengangkat tumit, dan terkadang suntikan steroid dapat membantu.

(Lihat juga Gambaran Umum tentang Masalah Kaki.)

Fasia plantar menghubungkan bagian bawah tulang tumit ke bola telapak kaki dan penting untuk berjalan, berlari, dan memberikan dorongan saat melangkah.

Istilah lain yang digunakan untuk menggambarkan fasciitis plantar meliputi fasciosis plantar, entesopati kalkaneal, dan sindrom spur kalkaneal (taji tumit). Taji tumit adalah pertumbuhan tulang tambahan yang runcing pada tulang tumit. Taji tumit terjadi seiring waktu akibat kombinasi tarikan yang meningkat pada fasia dan disfungsi kaki. Namun demikian, taji tumit mungkin saja timbul atau tidak. Sering kali sobekan kecil disebabkan oleh regangan berlebihan yang terjadi pada fasia plantar. Fasiitis plantar adalah salah satu penyebab paling umum dari nyeri tumit.

Fasiitis plantar dapat terjadi pada orang-orang yang memiliki gaya hidup kurang aktif, mengenakan sepatu bertumit tinggi, memiliki lengkungan telapak kaki yang terlalu tinggi atau rendah di kaki, atau memiliki otot betis yang kencang atau tendon Achilles yang kencang (tendon yang melekatkan otot betis ke tulang tumit). Orang yang kurang aktif biasanya mengalami masalah ini ketika mereka tiba-tiba meningkatkan tingkat aktivitas atau mengenakan sepatu yang kurang mendukung seperti sandal atau sandal jepit. Fasiitis plantar juga banyak terjadi di kalangan pelari dan penari karena tekanan yang berlebih pada fasia, terutama jika orang tersebut juga memiliki postur kaki yang buruk. Berkembangnya gangguan yang menyakitkan ini lebih sering terjadi pada orang-orang yang pekerjaannya mengharuskan mereka berdiri atau berjalan di atas permukaan keras untuk waktu yang lama.

Gangguan yang dapat menyebabkan atau memperparah fasiitis plantar adalah obesitas, artritis reumatoid, dan jenis artritis lainnya. Terlalu banyak suntikan steroid (terkadang disebut glukokortikoid atau kortikosteroid) yang diberikan di sekitar tumit untuk membantu meredakan fasiitis plantar sebenarnya dapat memperburuk kondisi dengan menyebabkan penipisan bantalan lemak di bawah tumit, sehingga menyebabkan kerusakan pada fasia.

Gejala Fasiitis Plantar

Seseorang dengan fasciitis plantar dapat mengalami nyeri di sepanjang fasia plantar tetapi lebih umum terjadi di mana fasia menempel pada bagian bawah tulang tumit. Orang tersebut sering kali merasa sangat sakit saat menahan berat badan, terutama ketika manahan berat badan pada kaki pertama kali di pagi hari. Nyeri akan berkurang sementara dalam waktu 5 hingga 10 menit, tetapi dapat timbul kembali di hari yang sama. Sering kali lebih parah ketika mendorong dari tumit (seperti ketika berjalan atau berlari) dan setelah periode istirahat. Dalam kasus ini, rasa sakit memancar dari bagian bawah tumit ke arah jari kaki. Sebagian orang merasa terbakar atau nyeri terus menerus di sepanjang batas dalam telapak kaki saat berjalan.

Apa yang Dimaksud dengan Taji Tumit?

Taji tumit adalah pertumbuhan tulang tambahan yang runcing pada tulang tumit (kalkaneus). Ini dapat terbentuk ketika fasia plantar, jaringan ikat yang memanjang dari dasar tulang tumit ke pangkal jari kaki (bola telapak kaki), menarik tumit secara berlebihan. Taji tumit dapat terasa sakit saat tumbuh tetapi rasa sakitnya dapat berkurang seiring penyesuaian kaki. Tidak semua taji tumit menimbulkan gejala. Ketika taji tumit menyebabkan gejala, sebagian besar dapat diobati tanpa operasi.

Diagnosis Fasiitis Plantar

  • Pemeriksaan kaki oleh dokter

  • Terkadang sinar-x

Dokter dapat melakukan diagnosis fasciitis plantar dengan memeriksa kaki. Diagnosis dikonfirmasi jika orang memiliki bagian lunak di mana fasia plantar memasuki tulang tumit.

Sinar-x dapat menunjukkan taji tumit menonjol dari tepi depan bawah tulang tumit. Meskipun demikian, penderita fasciitis plantar sering kali tidak mengalami taji tumit, dan sebagian besar penderita tusukan taji tumit tidak mengalami nyeri, sehingga adanya taji tumit tidak selalu mengonfirmasi adanya fasciitis plantar dan juga tidak berarti taji tumitnya perlu diobati.

Tes diagnostik lainnya, seperti pencitraan resonansi magnetik (MRI), dapat dilakukan jika dokter menduga fasia orang tersebut sobek.

Pengobatan untuk Fasiitis Plantar

  • Peregangan, ortosis, dan belat malam

Untuk meredakan stres dan nyeri pada fasia, orang tersebut dapat mengambil langkah yang lebih pendek dan menghindari berjalan tanpa alas kaki. Aktivitas yang melibatkan tekanan pada kaki, seperti joging, harus dihindari. Orang tersebut mungkin perlu menurunkan berat badan. Meregangkan kaki dan tendon Achilles sering kali mempercepat penyembuhan. Oleh karena itu, perawatan yang paling efektif untuk fasiitis plantar meliputi penggunaan bantalan tumit dan penyangga lengkung dalam sepatu, melakukan latihan peregangan tendon Achilles, dan mengenakan belat yang meregangkan tendon Achilles dan fasia plantar saat tidur. Ortosis (alat yang ditempatkan dalam sepatu) dapat membantu melindungi, menopang, dan mengangkat tumit.

Langkah-langkah lain yang mungkin diperlukan termasuk penggunaan tali perekat atau selubung pendukung lengkung, pijat dingin dan es, penggunaan obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS), dan suntikan steroid sesekali ke dalam tumit. Suntikan steroid biasanya tidak diberikan lebih dari beberapa kali karena dapat memperburuk gangguan dengan menipiskan bantalan lemak tumit.

Jika langkah-langkah ini tidak membantu, dapat digunakan gips, dan dokter mungkin merekomendasikan fisioterapi. Jika gejalanya masih berlanjut, operasi mungkin diperlukan untuk melepaskan sebagian tekanan pada fasia dan menghilangkan taji tumit jika berkemungkinan menyebabkan nyeri.

Dalam beberapa kasus, dokter dapat menggunakan terapi aktivasi denyut ekstrakorporeal (EPAT) untuk memberikan gelombang tekanan suara pada tumit. Gelombang tekanannya akan merangsang sirkulasi darah, yang dapat membantu penyembuhan.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!