Kelumpuhan Pita Suara

OlehHayley L. Born, MD, MS, Columbia University
Ditinjau OlehLawrence R. Lustig, MD, Columbia University Medical Center and New York Presbyterian Hospital
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Jul 2025
v796713_id

Kelumpuhan pita suara adalah ketidakmampuan untuk menggerakkan otot yang mengontrol pita suara.

  • Kelumpuhan dapat disebabkan oleh tumor, cedera, atau kerusakan saraf.

  • Gejala umum meliputi perubahan suara dan kemungkinan kesulitan bernapas.

  • Diagnosis didasarkan pada pemeriksaan kotak suara (laring), tabung bronkus, atau esofagus.

  • Beberapa prosedur dapat membantu menjaga agar saluran napas tidak menutup.

Kelumpuhan pita suara dapat mempengaruhi salah satu atau kedua pita suara. Wanita lebih sering terkena dibanding pria.

Kelumpuhan satu pita suara dapat terjadi akibat gangguan otak, seperti tumor otak, stroke, dan penyakit demielinasi (seperti multipel sklerosis), atau kerusakan saraf yang mengarah ke kotak suara (laring). Kerusakan saraf dapat disebabkan oleh tumor bersifat nonkanker (jinak) dan kanker (maligna); cedera leher; berbagai jenis operasi yang melibatkan leher atau dada, seperti operasi pengangkatan kelenjar tiroid, bedah tulang belakang, atau bedah jantung; infeksi virus saraf; penyakit Lyme; neurotoksin (zat yang meracuni atau menghancurkan jaringan saraf), seperti timbal, merkuri, dan arsenik; atau toksin yang dihasilkan dalam difteri. Penyebabnya tidak diketahui untuk sebagian orang.

Kelumpuhan kedua pita suara merupakan gangguan yang mengancam jiwa karena pita suara tidak dapat cukup terbuka agar udara mengalir dengan baik. Kelumpuhan ini dapat disebabkan oleh pembedahan tulang belakang melalui bagian depan leher, pengangkatan kelenjar tiroid melalui pembedahan, penyisipan selang pernapasan ke dalam batang tenggorokan (intubasi trakea), atau penyakit yang memengaruhi saraf dan otot (seperti miastenia gravis).

Kelumpuhan Pita Suara

Kelumpuhan dapat mempengaruhi satu pita suara (1 sisi) atau kedua pita suara (2 sisi—tidak ditampilkan).

Gejala Kelumpuhan Pita Suara

Kelumpuhan pita suara mencegah pita suara membuka dan menutup dan dapat memengaruhi kemampuan berbicara, bernapas, dan menelan.

Jika hanya satu pita suara yang lumpuh, suara pengidapnya akan serak dan terengah-engah. Biasanya, saluran napas tidak tersumbat karena pita normal di sisi lain terbuka dengan memadai.

Saat kedua pita suara lumpuh, kekuatan suara menjadi berkurang, tetapi terdengar normal. Namun demikian, jarak antara pita suara yang lumpuh sangat kecil, dan saluran pernapasan tidak memadai sehingga olahraga ringan saja dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan suara yang kasar dan bernada tinggi (stridor) dengan setiap tarikan napas. Kelumpuhan dapat membuat makanan dan cairan terhirup (teraspirasi) ke dalam batang tenggorokan (trakea) dan paru-paru.

Diagnosis Kelumpuhan Pita Suara

  • Laringoskopi

  • Studi pencitraan

Dokter mengevaluasi pasien untuk menemukan penyebab kelumpuhan pita suara. Mereka mengajukan pertanyaan mengenai semua kemungkinan penyebab, termasuk paparan kronis terhadap logam berat (arsenik, timbal, dan merkuri), penggunaan produk obat fenitoin dan vinkristin, riwayat penyakit reumatik sistemik (seperti artritis reumatoid atau lupus eritematosus sistemik), penyakit Lyme, sarkoidosis, diabetes, dan gangguan penggunaan alkohol.

Selain mengajukan pertanyaan mengenai riwayat medis seseorang, dokter juga mendasarkan diagnosis dengan laringoskopi. Laringoskopi adalah pemeriksaan laring, dengan slang pandang tipis yang fleksibel (laringoskop).

Pengujian tambahan dapat mencakup

  • Pencitraan resonansi magnetik (MRI) atau tomografi terkomputasi (CT) pada kepala, leher, dan dada

  • Pemindaian kelenjar tiroid

  • Sinar-X esofagus (barium swallow)

Pengobatan Untuk Kelumpuhan Pita Suara

  • Tindakan bedah

Jika hanya satu sisi yang lumpuh, dapat dilakukan pembedahan untuk memindahkan pita suara lumpuh ke posisi terbaik agar suara menjadi lebih normal. Pembedahan dapat dilakukan dengan memasukkan pengatur jarak yang dapat disesuaikan di dekat pita suara yang lumpuh atau menyuntikkan zat ke dalam pita yang lumpuh untuk memindahkan kedua pita lebih dekat, memperbaiki suara, dan mencegah terjadinya aspirasi.

Ketika kedua sisi lumpuh, akan sulit untuk menjaga saluran pernapasan agar tetap terbuka. Trakeotomi (bedah untuk membuat bukaan ke dalam trakea dengan memotong bagian depan leher) mungkin diperlukan. Bukaan trakeotomi dapat bersifat permanen atau dapat digunakan hanya jika orang tersebut mengalami infeksi saluran pernapasan atas akibat penyumbatan saluran napas. Kadang-kadang operasi reinervasi (memperbaiki saraf ke pita suara) dapat membantu berbicara, bernapas, dan menelan.

Dalam prosedur lain, yang disebut artenoidektomi, pita suara dipisahkan secara permanen, sehingga memperlebar saluran pernapasan. Namun, prosedur ini dapat memperburuk kualitas suara.

Lebih disarankan pelepasan bagian salah satu atau kedua pita suara dengan laser untuk artenoidektomi dan membantu memperlebar saluran napas. Jika dilakukan dengan benar, pelepasan laser dapat mempertahankan kualitas suara yang memuaskan dan menghilangkan kebutuhan trakeotomi.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!