Dislokasi Pinggul

OlehJames Y. McCue, MD, University of Washington
Ditinjau OlehDiane M. Birnbaumer, MD, David Geffen School of Medicine at UCLA
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Oct 2025
v13967735_id

Dislokasi pinggul terjadi ketika kepala tulang paha (femur) berbentuk bola menyembul keluar dari soket tulang pinggul (pelvis) yang bulat.

  • Biasanya, pinggul terlepas saat kekuatan besar mengenai lutut yang bengkok dan mendorong kepala tulang paha ke belakang—misalnya, saat lutut membentur dasbor dalam kecelakaan mobil.

  • Orang dengan dislokasi pinggul sering kali mengalami cedera lainnya.

  • Pinggul terasa sangat sakit, dan biasanya orang tidak dapat menggerakkan tungkainya.

  • Dokter mendiagnosis dislokasi ini dengan memeriksa pinggul dan melakukan pemeriksaan sinar-x.

  • Dokter biasanya dapat mengembalikan pinggul ke tempatnya tanpa pembedahan, biasanya setelah memberikan medikasi kepada orang yang cedera supaya prosedurnya lebih dapat ditoleransi.

(Lihat juga Gambaran Umum Dislokasi.)

Pada sebagian besar dislokasi pinggul, kepala tulang paha terdorong ke belakang—disebut dislokasi pinggul posterior. Dislokasi ini biasanya terjadi ketika lutut dan pinggul dalam posisi ditekuk (seperti saat duduk) dan kekuatan besar membentur lutut. Penyebab umum adalah lutut menabrak dasbor mobil dalam kecelakaan. Dislokasi pinggul juga dapat terjadi ketika orang jatuh dari tempat tinggi (seperti tangga) atau bermain olahraga kontak fisik (seperti sepak bola dan rugby). Pada lansia, terjadinya dislokasi pinggul membutuhkan kekuatan yang lebih kecil.

Kekuatan yang menyebabkan dislokasi pinggul sering kali juga menyebabkan cedera lainnya. Misalnya, saat dislokasi pinggul terjadi akibat jatuh atau cedera atletik, panggul, lutut, atau tungkai dapat mengalami fraktur, dan punggung atau kepala dapat mengalami cedera.

Jika terjadi dislokasi pinggul, tulang mungkin patah, dan saraf, termasuk saraf skiatik (lihat Skiatika), mungkin cedera. Pasokan darah ke kepala tulang paha dapat terganggu, menyebabkan jaringan tulang mati (disebut osteonekrosis).

Sendi pinggul buatan juga dapat mengalami dislokasi. Kadang-kadang ini terdislokasi setelah cedera tetapi dapat terjadi saat orang melakukan aktivitas sehari-hari mereka, bahkan saat menyilangkan kaki mereka.

Gejala Dislokasi Pinggul

Dislokasi pinggul menimbulkan rasa sakit yang hebat. Seseorang biasanya tidak dapat menggerakkan tungkai mereka.

Ketika tulang paha terdorong ke belakang, tungkai yang terpengaruh akan terlihat lebih pendek dan membengkok ke dalam.

Saat tulang paha terdorong ke depan, tungkai akan membengkok ke arah luar. Tungkai jadi terlihat lebih pendek tetapi tidak sejelas saat tulang paha terdorong ke belakang.

Jika saraf rusak, bagian kaki dan pergelangan kaki mungkin mengalami mati rasa.

Diagnosis Dislokasi Pinggul

  • Sinar-X

Jika seseorang merasa bahwa pinggulnya mengalami dislokasi, maka tidak boleh digerakkan. Mereka harus dibawa ke unit gawat darurat, biasanya dengan menggunakan ambulans.

Dokter biasanya dapat mengidentifikasi adanya dislokasi pinggul saat mereka memeriksa area tersebut. Pengambilan foto sinar-x dilakukan untuk menegakkan diagnosis dan memeriksa adanya fraktur.

Pengobatan Dislokasi Pinggul

  • Manuver untuk menempatkan pinggul kembali pada tempatnya

  • Mungkin harus menjalani tirah baring atau imobilisasi untuk waktu yang singkat

  • Fisioterapi

Jika dislokasi pinggul adalah satu-satunya cedera atau cedera yang paling serius, dokter akan menempatkan pinggul kembali pada tempatnya (disebut reduksi) sesegera mungkin. Penundaan dapat meningkatkan risiko matinya jaringan tulang. Pembedahan tidak selalu perlu dilakukan.

Sebelum reduksi pinggul, seseorang akan menerima obat penenang (biasanya melalui pembuluh vena), pereda nyeri, dan relaksan otot, tetapi mereka mungkin tetap sadar. Atau mereka mungkin memerlukan anestesi umum (membuat mereka tidak sadar) atau zat anestesi yang disuntikkan di sekitar sumsum tulang belakang untuk membuat mereka mati rasa dari pinggang ke bawah.

Salah satu dari beberapa manuver dapat digunakan untuk mengembalikan pinggul ke tempatnya. Dalam satu manuver (teknik Captain Morgan), seseorang berbaring menghadap ke atas, biasanya beralaskan papan kaku di atas tandu beroda. Pinggul orang yang cedera ditahan dengan selembar kain atau sabuk, dan seorang dokter akan menekuk lutut orang tersebut secara perlahan dan menggerakkannya sehingga berada di atas sendi pinggul. Dokter kemudian menempatkan lutut mereka di bawah lutut orang tersebut dan mengangkatnya dari bawah lutut sambil menekan pergelangan kaki ke bawah.

Mereduksi Dislokasi Pinggul: Teknik Captain Morgan

Untuk teknik ini, seseorang berbaring menghadap ke atas, biasanya beralaskan papan kaku di atas lantai. Pinggul orang yang cedera ditahan dengan selembar kain atau sabuk, dan seorang dokter akan menekuk lutut orang tersebut secara perlahan dan menggerakkannya sehingga berada di atas sendi pinggul. Dokter kemudian menempatkan lutut mereka di bawah lutut orang tersebut dan mengangkatnya dari bawah lutut sambil menekan pergelangan kaki ke bawah.

Setelah reduksi, pemindaian tomografi terkomputasi (CT) dilakukan untuk memeriksa fraktur dan adanya serpihan atau fragmen tulang atau tulang rawan pada sendi. Jika ada yang ditemukan, dokter akan berkonsultasi dengan dokter bedah ortopedi untuk menentukan perlunya dilakukan pembedahan.

Jika fraktur, serpihan, atau fragmen tidak ditemukan, sebagian besar orang dengan dislokasi pinggul posterior akan dipulangkan dengan memakai kruk. Mereka diberi tahu bahwa kaki mereka pada sisi yang cedera dapat menyentuh lantai—misalnya, untuk membantu keseimbangan—tetapi mereka tidak boleh menumpukan beban apa pun.

Kunjungan tindak lanjut dengan dokter ortopedi perlu dilakukan. Orang-orang tidak boleh menumpukan beban pada kaki mereka hingga dokter ortopedi mengizinkan.

Sebagian besar orang dapat berjalan tanpa kruk setelah dokter ortopedi mengatakan bahwa mereka sudah bisa. Orang yang memiliki jenis dislokasi tertentu mungkin memerlukan kruk lebih lama atau, dalam kasus yang jarang terjadi, memakai kruk secara permanen.

Tirah baring tidak dianjurkan karena meningkatkan risiko komplikasi seperti bekuan darah.

Jika terjadi cedera lain, pembedahan mungkin diperlukan untuk memperbaikinya.

Tepat setelah seseorang menjalani pembedahan untuk dislokasi pinggul, terapis fisik biasanya melatih sendi orang tersebut secara perlahan (disebut latihan pasif), kadang-kadang menggunakan mesin gerakan pasif yang kontinu.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!