Masalah Infertilitas Dengan Lendir Serviks

OlehRobert W. Rebar, MD, Western Michigan University Homer Stryker M.D. School of Medicine
Ditinjau OlehOluwatosin Goje, MD, MSCR, Cleveland Clinic, Lerner College of Medicine of Case Western Reserve University
Ditinjau/Direvisi Feb 2024 | Dimodifikasi Apr 2024
v73505734_id

Kelainan lendir serviks dapat mencegah sperma memasuki rahim, tetapi masalah ini jarang menjadi penyebab utama infertilitas.

  • Masalah dengan lendir serviks biasanya bukan penyebab utama infertilitas, tetapi dapat menjadi faktor penyebab pada wanita yang memiliki infeksi serviks atau jaringan parut pada serviks (stenosis serviks).

  • Dokter akan melakukan pemeriksaan panggul untuk memeriksa adanya infeksi dan saluran serviks yang menyempit atau tertutup karena adanya jaringan parut.

  • Infeksi dan jaringan parut, jika ada, akan diobati.

(Lihat juga Gambaran Umum Infertilitas.)

Lendir serviks disekresikan oleh kelenjar di serviks (bagian bawah rahim yang membuka ke vagina). Biasanya, lendir serviks bentuknya kental dan tidak dapat ditembus sperma sampai sesaat sebelum pelepasan sel telur (ovulasi). Kemudian, tepat sebelum ovulasi, lendir serviks menjadi lebih jernih dan elastis (karena kadar hormon estrogen meningkat). Akibatnya, sperma dapat bergerak melalui lendir ke dalam rahim menuju tuba falopi, di mana pembuahan dapat terjadi.

Beberapa wanita menggunakan metode melacak kesuburan untuk mencegah kehamilan atau mencoba untuk hamil. Metode ini meliputi pemeriksaan lendir serviks setiap hari untuk mendeteksi waktu terjadinya ovulasi.

Lendir serviks yang abnormal dapat menyebabkan hal berikut ini:

  • Tidak mengalami perubahan seperti biasanya pada saat ovulasi, membuat kehamilan tidak mungkin terjadi

  • Membiarkan keberadaan bakteri di dalam vagina, biasanya yang menyebabkan infeksi pada serviks (servikitis), masuk ke dalam rahim, terkadang dapat menyebabkan sperma rusak

  • Mengandung antibodi sperma, yang akan membunuh sperma sebelum dapat mencapai sel telur (masalah yang jarang terjadi)

Namun, masalah dengan lendir serviks jarang mengganggu kesuburan secara signifikan, kecuali pada wanita yang memiliki infeksi serviks kronis atau saluran serviks yang telah menyempit atau tertutup (disebut stenosis serviks) karena jaringan parut. (Kanal serviks adalah saluran di dalam serviks tempat masuknya sperma dan keluarnya darah menstruasi.) Jaringan parut biasanya disebabkan oleh prosedur bedah, seperti yang dilakukan untuk mengobati abnormalitas prakanker serviks (displasia serviks).

Tahukah Anda...

  • Tepat sebelum telur dilepaskan (ovulasi), konsistensi lendir pada serviks berubah agar sperma dapat memasuki rahim.

Diagnosis Masalah Lendir Serviks

  • Evaluasi dokter

Dokter dapat melakukan pemeriksaan panggul untuk melihat apakah saluran serviks menyempit atau tertutup dan untuk memeriksa ada tidaknya infeksi. Jika wanita mengeluarkan cairan yang tidak normal dari vagina (yang dapat mengindikasikan infeksi) atau berisiko menginfeksi serviks, sampel cairan yang keluar akan diambil dari serviks menggunakan kapas dan dites untuk mengetahui adanya gonore dan klamidia.

Pengobatan Masalah Lendir Serviks

  • Pengobatan infeksi atau jaringan parut, jika ada

Jika didiagnosis infeksi serviks, maka akan diobati dengan antibiotik. Jika terdeteksi stenosis serviks, maka dapat diobati dengan prosedur dilatasi (melebarkan) serviks.

Beberapa wanita dengan lendir serviks abnormal diobati dengan menempatkan air mani langsung di dalam rahim untuk melewati lendir (inseminasi intrauterin).

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!