Kontrasepsi dengan Metode Berbasis Pelacakan Kesuburan

(Metode Jadwal; Pantang Berkala)

OlehFrances E. Casey, MD, MPH, NYU Grossman Long Island School of Medicine
Ditinjau OlehOluwatosin Goje, MD, MSCR, Cleveland Clinic, Lerner College of Medicine of Case Western Reserve University
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Aug 2023
v8951596_id

Metode melacak kesuburan melibatkan penentuan masa subur seorang wanita selama siklus menstruasinya. Informasi ini dapat digunakan untuk meningkatkan peluang kehamilan atau mencegah kehamilan.

Ketika digunakan untuk mencegah kehamilan, metode ini mengharuskan wanita pantang melakukan hubungan seksual selama masa suburnya. Pada sebagian besar wanita, ovarium melepaskan sel telur sekitar 14 hari sebelum dimulainya periode menstruasi. Meskipun sel telur yang tidak dibuahi hanya bertahan sekitar 12 jam, sperma dapat bertahan selama 5 hari setelah hubungan seksual. Oleh karena itu, pembuahan dapat terjadi jika melakukan hubungan seksual 5 hari sebelum ovulasi (saat sel telur dilepaskan), dan pada saat ovulasi.

Ada beberapa metode pelacakan kesuburan:

  • Metode kalender: Hubungan seksual dihindari pada hari ke-8 hingga ke-12 dari siklus menstruasi.

  • Metode lendir: Metode ini didasarkan pada pengamatan wanita terhadap sekresi (lendir serviks) dari vagina,

  • Metode simptotermal: Metode yang menggabungkan pengukuran suhu tubuh saat istirahat (suhu tubuh basal), pengamatan lendir serviks, dan penggunaan metode kalender.

Setiap metode bertujuan untuk memperkirakan kapan ovulasi terjadi sehingga dapat ditentukan hari apa yang menjadi masa subur wanita. Metode ini membutuhkan latihan, upaya, dan banyak langkah agar efektif.

Tingkat terjadinya kehamilan dengan penggunaan sempurna metode simptotermal lebih rendah dibandingkan dengan metode kalender atau lendir. Namun, tingkat terjadinya kehamilan dengan penggunaan tipikal salah satu dari metode ini cukup tinggi. Oleh karena itu, metode ini tidak dianjurkan bagi wanita yang memang menghindari kehamilan.

Tabel

Metode amenore laktasi adalah metode yang lain. Metode ini dapat digunakan setelah melahirkan bayi jika seorang wanita menyusui. Metode ini dapat sangat efektif dalam situasi tertentu.

Tahukah Anda...

  • Sperma dapat bertahan hidup (dan membuahi sel telur) hingga 5 hari setelah hubungan seksual.

Metode kalender

Metode kalender (juga disebut metode hari standar) hanya dapat digunakan oleh wanita yang siklus menstruasinya teratur. Wanita dapat menggunakan cyclebeads atau alat lain (seperti aplikasi pelacak siklus menstruasi) untuk membantu mereka melacak masa subur. Cyclebeads adalah manik-manik yang diberi kode warna, dan setiap manik mewakili satu hari dalam siklus. Untuk menggunakan pelacak ini, wanita memasukkan tanggal hari pertama menstruasi terakhir mereka dimulai, lama menstruasi tersebut berlangsung, dan panjang rata-rata siklus mereka. Informasi ini membantu wanita mengidentifikasi kapan ovulasi kemungkinan besar akan terjadi—biasanya pada hari ke-14 siklus menstruasi.

Untuk menghitung kapan harus menghindari hubungan seksual, seorang wanita harus mengurangi 18 hari dari siklus menstruasi terpendek dan 11 hari dari siklus menstruasi terpanjang dari 12 siklus menstruasi sebelumnya. Sebagai contoh, jika siklus berlangsung dari 26 hingga 29 hari, ia harus menghindari hubungan seksual dari hari ke-8 (26 dikurangi 18) hingga hari ke-18 (29 dikurangi 11) dari setiap siklus. Semakin panjang siklus menstruasi, semakin lama seorang wanita harus pantang melakukan hubungan seksual. Hari dimulainya periode menstruasi dianggap sebagai hari ke-1.

Metode lendir

Metode lendir juga disebut metode 2 hari (atau ovulasi). Seorang wanita menentukan masa suburnya dengan mengamati sekresi (lendir serviks) dari vagina, beberapa kali setiap hari, dimulai sehari setelah menstruasi berhenti. Wanita harus mencatat hasil pengamatan mereka.

Lendir biasanya memiliki pola sebagai berikut selama siklus menstruasi:

  • Bisa saja tidak ada lendir selama beberapa hari setelah menstruasi berhenti.

  • Kemudian muncul lendir yang keruh, kental, dan tidak elastik.

  • Sesaat sebelum ovulasi, lendir akan lebih banyak diproduksi, dan lendir menjadi lebih tipis, elastik (meregang di antara jari-jari), lebih jernih, dan lebih encer (seperti putih telur mentah).

Hubungan seksual harus dihindari sepenuhnya selama periode menstruasi (karena lendir tidak dapat diperiksa). Hubungan seksual diperbolehkan ketika lendir tidak ada tetapi dibatasi dua hari sekali karena air mani dapat disalahartikan sebagai lendir. Hubungan seksual dihindari sejak lendir pertama kali muncul setelah periode menstruasi hingga lendir benar-benar hilang. Setelah lendir hilang, hubungan seksual diperbolehkan tanpa batasan sampai menstruasi berikutnya dimulai.

Jika lendir tidak sesuai dengan pola yang biasa terjadi atau jika seorang wanita mengalami kesulitan dalam mengenali lendir, ia harus berkonsultasi dengan dokter.

Wanita yang menggunakan metode ini tidak boleh menggunakan douche atau semprotan dan krim pembersih kewanitaan karena formulasi ini dapat mengubah tekstur lendir.

Perubahan lendir serviks mengindikasikan ovulasi lebih akurat daripada suhu tubuh.

Metode simptotermal

Metode simptotermal menggabungkan pengukuran suhu tubuh saat istirahat (suhu tubuh basal) dengan metode lendir dan kalender. Dengan demikian, dari semua metode pelacakan kesuburan, metode simptotermal adalah yang paling efektif.

Suhu basal tubuh wanita sedikit meningkat, sekitar 0,9° F (0,5° C), setelah sel telur dilepaskan. Untuk melacak perubahan suhu, seorang wanita harus mengukur suhu tubuhnya setiap pagi sebelum dia bangun dari tempat tidur. Termometer suhu tubuh basal adalah yang paling akurat. Jika tidak tersedia, dapat digunakan termometer air raksa. Termometer elektronik paling tidak akurat.

Wanita tersebut mencatat kapan lendir serviks bertambah banyak dan menjadi lebih tipis, elastik, jernih, dan berair (seperti untuk metode lendir) dan kapan suhu meningkat. Ia harus menghindari hubungan seksual sejak hari pertama pantangan sesuai metode kalender hingga setidaknya 72 jam setelah suhu tubuh basalnya meningkat dan lendir serviks berubah.

Metode amenore laktasi

Metode amenore laktasi digunakan setelah melahirkan bayi jika seorang wanita menyusui bayinya dengan ASI (laktasi mengacu pada produksi ASI). Biasanya, wanita tersebut tidak mengalami menstruasi (disebut amenore), tidak melepaskan sel telur (ovulasi), dan dengan demikian sedang tidak dalam masa subur. Namun, wanita menjadi subur 2 minggu sebelum menstruasi dimulai kembali (saat ovulasi terjadi) dan banyak yang tidak mengetahui periode 2 minggu tersebut.

Metode ini dapat sangat efektif jika:

  • Bayi berusia di bawah 6 bulan.

  • Menyusui adalah satu-satunya sumber makanan bayi. Melengkapi ASI dengan susu formula atau makanan padat atau memompa ASI membuat metode ini jadi kurang efektif.

  • Bayi disusui setidaknya setiap 4 jam pada siang hari dan setiap 6 jam pada malam hari.

  • Setelah melahirkan, siklus menstruasi belum dimulai kembali.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!