Mukormikosis

(Zigomikosis)

OlehPaschalis Vergidis, MD, MSc, Mayo Clinic College of Medicine & Science
Ditinjau OlehChristina A. Muzny, MD, MSPH, Division of Infectious Diseases, University of Alabama at Birmingham
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Nov 2025
v787957_id

Mukormikosis adalah infeksi jamur yang dapat disebabkan oleh banyak spesies kapang yang berbeda.

  • Infeksi biasanya berkembang setelah spora yang dihasilkan oleh kapang terhirup atau, jauh lebih jarang terjadi, ketika masuk ke dalam tubuh melalui luka atau robekan lain pada kulit.

  • Infeksi tersebut menyebabkan rasa sakit, demam, dan terkadang batuk serta dapat menghancurkan struktur wajah.

  • Dokter mendiagnosis infeksi dengan mengidentifikasi jamur dalam sampel jaringan.

  • Sebagian besar orang diberi dosis amfoterisin B yang tinggi secara intravena, dan pembedahan dilakukan untuk menghilangkan jaringan yang terinfeksi dan mati.

(Lihat juga Gambaran Umum Infeksi Jamur.)

Mukormikosis paling sering terjadi ketika seseorang menghirup spora yang dihasilkan oleh jamur. Zat ini juga dapat berkembang jika spora masuk melalui kulit yang rusak atau cedera.

Banyak spesies jamur yang berbeda dapat menyebabkan mukormikosis. Spesies ini termasuk dalam kelompok besar kapang yang disebut Mucorales. Kapang ini meliputi Rhizopus, Rhizomucor, dan Mucor. Setiap spesies menyebabkan gejala serupa.

Kapang ini umumnya ditemukan di tanah, guguran daun, kompos, limbah hewan, dan udara dan termasuk banyak kapang roti yang umum. Orang tersebut mungkin selalu menghirup spora kapang ini. Meskipun demikian, kapang ini biasanya tidak menyebabkan infeksi pada orang-orang dengan sistem imun yang sehat.

Mukormikosis paling banyak terjadi di antara orang-orang yang memiliki sistem imun yang melemah seperti orang-orang yang:

  • Menderita diabetes yang tidak terkendali dengan baik

  • Memiliki sistem imun yang melemah akibat obat-obatan yang menekan sistem imun, seperti steroid (terkadang disebut juga glukokortikoid atau kortikosteroid) atau oleh leukemia atau gangguan lain yang melemahkan sistem imun

  • Meminum obat deferoksamin untuk mengobati kelebihan zat besi

Ketika infeksi terjadi akibat menghirup spora, hidung, sinus, dan mata paling sering terinfeksi. Infeksi dapat menyebar ke otak, menyebabkan mukormikosis rino-orbital-serebral. Spora dapat masuk ke paru-paru, sehingga menyebabkan mukormikosis pulmoner. Bila spora yang terhirup ke mulut tertelan, saluran pencernaan dapat terinfeksi, sehingga menyebabkan mukormikosis gastrointestinal.

Ketika infeksi disebabkan oleh spora yang masuk melalui kulit yang rusak atau cedera pada kulit, kondisi ini dapat menyebabkan mukormikosis kutan. Bentuk ini dapat terjadi pada orang-orang dengan sistem imun sehat jika tanah yang mengandung spora bersentuhan dengan luka, seperti yang dapat terjadi selama gempa bumi atau bencana alam lainnya atau pada orang yang cedera akibat ledakan selama pertempuran.

Jamur cenderung menyerang arteri. Akibatnya, pembekuan darah terbentuk di arteri, aliran darah ke jaringan terhalang, dan jaringan mati. Jamur tumbuh tak terkendali pada jaringan mati sehingga berubah menjadi hitam. Area di sekitarnya dapat berdarah.

Gejala Mukormikosis

Mukormikosis rino-orbital dapat menyebabkan nyeri, demam, nyeri sinus, dan, jika soket mata terinfeksi (disebut selulitis orbital), menyebabkan penonjolan mata yang terkena (proptosis). Penglihatan mungkin hilang.

Langit-langit mulut (palate), tulang wajah yang mengelilingi soket mata atau sinus, atau pemisah antara lubang hidung (septum) dapat rusak akibat infeksi. Jaringan mati berubah menjadi hitam.

Infeksi pada otak dapat menyebabkan kesulitan menggunakan dan memahami bahasa, kejang, kelumpuhan sebagian, dan koma.

Mukormikosis Rinoserebral
Sembunyikan Detail

Pada mukormikosis rinoserebral, orang tersebut menghirup jamur tertentu, yang menginfeksi hidung, sinus, mata, dan otak. Jaringan yang terdampak akan mati. Jika mata terinfeksi, nanah dapat mengalir dari mata.

Gambar milik Dr. Thomas F. Sellers, Universitas Emory, melalui Pustaka Gambar Kesehatan Masyarakat dari Centers for Disease Control and Prevention.

Mukormikosis pulmoner menyebabkan gejala berat, termasuk demam tinggi, batuk, dan kesulitan bernapas. Tanpa pengobatan, mukormikosis paru dapat berakibat fatal.

Pada mukormikosis kutan, area di sekitar kulit yang rusak dapat terasa hangat, memerah, membengkak, dan nyeri. Seseorang mungkin mengalami demam. Ulkus atau lepuhan dapat terbentuk, dan jaringan yang terinfeksi dapat berubah menjadi hitam.

Diagnosis Mukormikosis

  • Kultur dan pemeriksaan sampel jaringan yang terinfeksi

  • Tes untuk mendeteksi DNA jamur

Untuk mendiagnosis mukormikosis, dokter mengambil sampel jaringan yang terinfeksi dan mengirimkannya ke laboratorium untuk dibiakkan (dikultur) dan diperiksa di bawah mikroskop. Diagnosis dibuat saat jamur di dalam sampel berhasil teridentifikasi. Namun, terkadang tes ini tidak menunjukkan jamur dengan jelas.

Tes yang mendeteksi materi genetik dalam mikroorganisme, seperti tes PCR, dapat dilakukan. Uji PCR digunakan untuk menghasilkan banyak salinan gen dari jamur, membuat jamur jauh lebih mudah diidentifikasi.

Dokter dapat melakukan pemindaian tomografi terkomputasi (CT) atau melakukan pemeriksaan sinar-x untuk memeriksa kerusakan pada struktur wajah.

Tahukah Anda...

  • Tanpa diagnosis dan pengobatan dini, mukormikosis dapat merusak wajah secara parah, dan orang dapat mengalami perburukan tampilan akibat pembedahan yang diperlukan untuk mengobatinya.

Pengobatan Mukormikosis

  • Obat-obatan antijamur

  • Pengobatan kondisi yang mendasarinya

  • Pembedahan untuk menghilangkan jaringan yang terinfeksi dan mati

Diagnosis dini dan pengobatan mukormikosis penting untuk mencegah kematian atau untuk menghindari pembedahan ekstensif, yang sering menyebabkan perburukan tampilan. Dengan demikian, pengobatan dimulai segera setelah infeksi ini didiagnosis atau dicurigai.

Sebagian besar orang dengan mukormikosis atau dugaan mukormikosis diobati dengan dosis tinggi obat antijamur amfoterisin B yang diberikan secara intravena. Isavukonazonium, yang diminum atau diberikan secara intravena, merupakan alternatifnya. Obat antijamur lain yang disebut posakonazol juga dapat diberikan.

Mengendalikan kondisi yang mendasarinya sangatlah penting. Misalnya, orang yang meminum deferoksamin dapat berhenti meminum obat tersebut. Orang dengan diabetes yang tidak terkontrol diberi insulin untuk menurunkan kadar gula darah mereka.

Jaringan yang terinfeksi dan terutama jaringan mati harus diangkat melalui pembedahan.

Prognosis untuk Mukormikosis

Mukormikosis adalah kondisi yang sangat serius. Meskipun sebanyak mungkin jaringan yang terinfeksi dan mati telah dihilangkan dan obat-obatan antijamur digunakan dengan tepat, infeksi ini berakibat fatal bagi banyak orang.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!