Aspergillosis

OlehPaschalis Vergidis, MD, MSc, Mayo Clinic College of Medicine & Science
Ditinjau OlehChristina A. Muzny, MD, MSPH, Division of Infectious Diseases, University of Alabama at Birmingham
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Nov 2025
v787652_id

Aspergillosis adalah infeksi, biasanya pada paru-paru, yang disebabkan oleh jamur Aspergillus.

  • Infeksi ini terjadi akibat menghirup spora jamur.

  • Bola serat jamur, bekuan darah, dan sel darah putih dapat terbentuk di paru-paru atau sinus.

  • Orang mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun atau mungkin mengalami batuk darah atau demam, nyeri dada, dan kesulitan bernapas.

  • Jika jamur menyebar ke hati atau ginjal, organ-organ ini dapat mengalami malafungsi.

  • Diagnosis biasanya didasarkan pada hasil kultur sampel bahan yang terinfeksi dan pada pemindaian tomografi terkomputasi (CT) dada.

  • Obat-obatan antijamur digunakan, dan terkadang diperlukan pembedahan untuk mengangkat bola jamur.

(Lihat juga Gambaran Umum Infeksi Jamur.)

Aspergilli umum terdapat di lingkungan—baik di dalam maupun di luar ruangan—dan sering berada dalam tumpukan kompos, ventilasi udara, dan debu di udara. Dengan demikian, jamur ini tidak dapat dihindari.

Biasanya, aspergillosis disebabkan akibat menghirup spora Aspergillus. Sebagian besar orang menghirup spora ini setiap hari tanpa efek apa pun. Namun, jika sistem imun melemah, infeksi lebih mungkin terjadi karena aspergillosis merupakan infeksi jamur oportunistik (yang memanfaatkan lemahnya sistem imun). Sistem imun dapat melemah dengan cara berikut:

  • Gangguan yang memengaruhi sistem imun (termasuk infeksi HIV stadium lanjut [disebut juga AIDS] dan beberapa gangguan herediter)

  • Kanker

  • Obat-obatan, seperti steroid (terkadang disebut juga glukokortikoid atau kortikosteroid) (jika dosis tinggi digunakan untuk waktu yang lama), kemoterapi kanker, atau obat-obatan yang digunakan untuk mencegah penolakan transplantasi organ

Aspergillosis memiliki beberapa bentuk:

  • Aspergillosis paru kronis: Aspergillosis biasanya terjadi di ruang terbuka dalam tubuh, seperti rongga paru yang disebabkan oleh gangguan paru yang sudah ada sebelumnya. Dalam paru-paru, aspergillosis dapat berkembang sebagai bola (aspergilloma) yang terdiri dari serat jamur yang kusut, bekuan darah, dan sel darah putih. Bola jamur secara bertahap akan membesar, yang dalam prosesnya akan menghancurkan jaringan paru-paru, tetapi biasanya tidak menyebar ke area lain.

  • Aspergillosis sinus: Infeksi juga dapat terjadi pada sinus. Pada sinus, aspergillosis biasanya terjadi sebagai aspergilloma.

  • Aspergillosis invasif: Dalam kasus yang lebih jarang terjadi, aspergillosis dapat menjadi sangat agresif di seluruh bagian paru-paru dan sering kali melalui aliran darah ke otak, jantung, hati, dan ginjal. Penyebaran cepat ini terjadi terutama pada orang-orang dengan sistem imun yang sangat melemah.

  • Aspergillosis bronkopulmoner alergi: Beberapa orang yang menderita asma atau fibrosis kistik mengalami reaksi alergi kronis akibat batuk, mengi, dan demam jika Aspergillus mengolonisasi lapisan jalan napas mereka.

  • Aspergillosis superfisial: Bentuk ini terbilang tidak umum. Dapat menyebabkan sensasi bakar, di bawah perban, setelah kerusakan pada mata, atau pada sinus, mulut, hidung, atau saluran telinga.

Gejala Aspergillosis

Aspergillosis paru kronis

Bola jamur di paru-paru tidak menimbulkan gejala dan hanya dapat ditemukan jika pemeriksaan sinar-x pada dada dilakukan karena alasan lain. Atau dapat menyebabkan batuk darah berulang dan, yang jarang terjadi gagal napas yang berat atau bahkan berakibat fatal. Gejala lainnya meliputi batuk, nyeri dada, dan sesak napas.

Aspergillosis sinus

Aspergillosis pada sinus menyebabkan hidung tersumbat dan terkadang rasa nyeri, keluarnya cairan, atau perdarahan dari hidung. Seseorang mungkin mengalami demam, sakit kepala, dan pilek. Borok dapat terjadi di atas hidung atau sinus, atau pada gusi atau langit-langit mulut. Orang yang menderita infeksi berat juga dapat mengalami pembekuan darah (trombosis) dalam sinus kavernosus (pembuluh vena besar di dasar tengkorak).

Aspergillosis invasif

Bentuk ini adalah infeksi invasif yang cepat pada paru-paru dan sering menyebabkan batuk, demam, nyeri dada, dan kesulitan bernapas. Tanpa pengobatan, aspergillosis invasif dapat berakibat fatal.

Aspergillosis yang menyebar ke organ lain membuat seseorang sakit parah. Gejalanya meliputi demam, menggigil, syok, mengigau, dan bekuan darah. Gagal ginjal, gagal hati (menyebabkan sakit kuning), dan kesulitan bernapas dapat terjadi. Jenis infeksi ini dapat berakibat fatal dengan cepat.

Diagnosis Aspergillosis

  • Kultur, pemeriksaan, dan analisis sampel bahan yang terinfeksi

  • Pemindaian tomografi terkomputasi (CT) pada dada

  • Tes antigen

  • Tes reaksi rantai polimerase (PCR)

Dokter mencurigai aspergillosis berdasarkan gejala seseorang.

Untuk mengidentifikasi jamur, dokter biasanya perlu mengirimkan sampel bahan yang terinfeksi ke laboratorium untuk dibiakkan (dibuat kultur), diperiksa, dan dianalisis. Selang pengamatan (bronkoskop atau rinoskop) dapat digunakan untuk mendapatkan bahan ini dari paru-paru atau sinus. Terkadang biopsi perlu dilakukan untuk mengambil sampel.

Pemindaian CT dada juga memberikan petunjuk untuk membuat diagnosis.

Sampel darah atau spesimen lain dari paru-paru dapat diuji untuk mencari antigen (molekul dari organisme asing yang dapat memicu respons imun dalam tubuh) yang dihasilkan oleh jamur.

Tes yang mendeteksi materi genetik dalam mikroorganisme, seperti tes PCR, dapat dilakukan. Uji PCR digunakan untuk menghasilkan banyak salinan gen dari jamur, membuat jamur jauh lebih mudah diidentifikasi.

Pengobatan Aspergillosis

  • Obat-obatan antijamur

  • Terkadang dilakukan pembedahan untuk menghilangkan aspergilloma

Aspergillosis yang hanya memengaruhi sinus atau area tunggal di paru-paru membutuhkan pengobatan, tetapi tidak menimbulkan bahaya langsung karena berkembang perlahan. Meskipun demikian, jika infeksi menyebar luas atau jika orang terlihat sakit parah atau memiliki sistem imun yang melemah, pengobatan akan segera dimulai.

Aspergillosis invasif diobati dengan obat-obatan antijamur vorikonazol, isavuconazonium, atau posakonazol. Pengobatan alternatifnya adalah amfoterisin B atau kombinasi obat-obatan.

Kondisi apa pun yang melemahkan sistem imun harus dikoreksi jika memungkinkan. Misalnya, dokter dapat menyarankan agar orang-orang menghentikan penggunaan steroid karena dapat menekan sistem imun.

Bola-bola jamur di paru-paru atau sinus (aspergilloma) tidak hilang setelah orang mulai menggunakan obat antijamur. Jika bola-bola tersebut menyebabkan perdarahan (menyebabkan orang batuk darah) atau gejala lainnya, mungkin perlu diangkat melalui pembedahan. Pembedahan menyembuhkan infeksi tetapi sering kali berisiko karena banyak orang dengan aspergilloma juga memiliki gangguan lain.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!