Gangguan Fetisistik

(Fetishisme)

OlehGeorge R. Brown, MD, East Tennessee State University
Ditinjau OlehMark Zimmerman, MD, South County Psychiatry
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Oct 2025
v53074481_id

Fetisisme adalah penggunaan benda mati (fetish) sebagai cara yang disukai untuk menghasilkan gairah seksual. Gangguan fetisistik terjadi ketika gairah seksual yang berulang dan intens dari penggunaan benda mati atau fokus pada bagian tubuh yang bukan bawaan lahir (seperti kaki) menyebabkan penderitaan yang signifikan, mengganggu fungsi sehari-hari secara substansial, atau membahayakan atau dapat membahayakan orang lain.

Fetisisme adalah bentuk parafilia yang pertama kali dijelaskan pada abad ke-19. Tidak ada yang tahu pasti bagaimana parafilia (fetisisme) berkembang menjadi gangguan fetisistik yang berkembang sepenuhnya. Namun demikian, beberapa ilmuwan meyakini bahwa gangguan tersebut muncul ketika pengalaman awal masa kanak-kanak yang bersifat nonseksual dan akhirnya dikaitkan dengan peningkatan atau gratifikasi seksual setelah awal pubertas.

Orang dengan fetish dapat dirangsang dan dipuaskan secara seksual dengan berbagai cara, seperti berikut ini:

  • Mengenakan pakaian dalam orang lain

  • Mengenakan karet atau kulit

  • Memegang, menggosok, atau mencium benda, seperti sepatu bertumit tinggi

Jika gairah seksual terjadi terutama karena mengenakan pakaian dari jenis kelamin yang berlawanan (yaitu, cross-dressing) daripada menggunakan pakaian dengan cara lain, parafilia dianggap transvestisme.

Orang dengan gangguan fetisistik mungkin tidak dapat berfungsi secara seksual tanpa fetish mereka. Fetish dapat menggantikan aktivitas seksual umum dengan pasangan atau dapat diintegrasikan ke dalam aktivitas seksual dengan pasangan yang bersedia. Kebutuhan akan fetish mungkin begitu intens dan kompulsif sehingga menjadi sangat menguasai pikiran dan merusak kehidupan orang tersebut. Namun pada kebanyakan orang yang memiliki fetish, perilaku mereka tidak memenuhi kriteria gangguan karena tidak menyebabkan mereka mengalami tekanan yang signifikan, mengganggu fungsi sehari-hari, atau merugikan orang lain.

Pengobatan Gangguan Fetisistik

Pengobatan gangguan fetisisme terbatas dalam keefektifannya. Pengobatan ini dapat termasuk psikoterapi dan SSRI, yang telah digunakan dengan keberhasilan terbatas pada orang yang mencari pengobatan. Seperti kebanyakan parafilia lainnya, hanya sedikit orang yang mengalami kondisi ini yang secara sukarela mencari bantuan profesional.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!