Pembesaran Kelenjar Pituitari

OlehJohn D. Carmichael, MD, Keck School of Medicine of the University of Southern California
Ditinjau OlehGlenn D. Braunstein, MD, Cedars-Sinai Medical Center
Ditinjau/Direvisi Jun 2025 | Dimodifikasi Jul 2025
v771501_id

Pembesaran kelenjar pituitari biasanya disebabkan oleh tumor tetapi dapat juga disebabkan oleh perdarahan ke kelenjar atau berkaitan dengan beberapa penyakit lain, seperti tuberkulosis atau sarkoidosis.

Dalam beberapa kasus, pembesaran kelenjar pituitari disebabkan oleh hiperplasia (peningkatan jumlah sel), yang dapat menjadi respons terhadap rendahnya kadar hormon dari kelenjar lain (misalnya, rendahnya kadar hormon tiroid dari kelenjar tiroid menyebabkan kelenjar pituitari membesar untuk menghasilkan lebih banyak hormon penstimulasi tiroid). Kelenjar pituitari juga biasanya membesar karena hiperplasia selama kehamilan . Penyebab pembesaran ini jarang menimbulkan gejala.

Dalam kasus lain, pembesaran kelenjar pituitari dapat menyebabkan gejala seperti sakit kepala. Karena kelenjar yang membesar sering menekan saraf optik, yang melewati kelenjar pituitari, maka dapat mengakibatkan hilangnya penglihatan. Pada awalnya kehilangan penglihatan sering kali hanya mempengaruhi bidang penglihatan atas dan terluar pada kedua mata.

Produksi hormon pituitari yang rendah atau berlebihan juga dapat terjadi.

Diagnosis dilakukan dengan melakukan tomografi terkomputasi (CT) atau pencitraan resonansi magnetik (MRI). Fungsi fisiologis dapat diperiksa dengan mengukur kadar hormon dalam darah.

Pengobatan tergantung pada penyebab pembesaran. Misalnya, jika pembesaran disebabkan oleh tumor, tumor dapat diobati dengan pembedahan, terapi radiasi, atau pengobatan, tergantung pada jenis tumor, ukurannya, dan gejala yang ditimbulkannya.

(Lihat juga Gambaran Umum Tentang Kelenjar Pituitari.)

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!