Mendapatkan Opini Kedua

OlehMichael R. Wasserman, MD, California Association of Long Term Care Medicine (CALTCM)
Ditinjau OlehBrian F. Mandell, MD, PhD, Cleveland Clinic Lerner College of Medicine at Case Western Reserve University
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Mar 2025
v712098_id

Meskipun banyak kesamaan dalam menjalani pendidikan, dokter dapat memiliki pendapat yang berbeda-beda dalam hal cara mendiagnosis atau mengobati gangguan tertentu. Perbedaan tersebut dapat terjadi walaupun di antara dokter-dokter terbaik. Perbedaan sering kali terjadi karena bukti untuk pendekatan terbaik masih belum jelas. Misalnya, pendapat mungkin berbeda dalam hal perlunya atau kapan sebaiknya mengukur antigen spesifik prostat (PSA) untuk pemeriksaan kanker prostat pada pria yang tidak memiliki gejala. Perbedaan dalam rekomendasi juga dapat didasarkan pada cara dokter menafsirkan informasi ilmiah tentang tes atau pengobatan dan menimbang potensi manfaat dan risikonya bagi individu, seberapa bersedia dokter untuk menggunakan tes dan pengobatan terbaru, dan seberapa tersedia tes dan pengobatan ini di tengah masyarakat.

Karena alasan ini, mendapatkan opini kedua dari dokter yang berbeda dapat memberikan wawasan tambahan dan informasi lebih lanjut tentang apa yang harus dilakukan. Jika opini kedua ternyata sama, maka dapat menenangkan orang tersebut dan mengurangi kecemasan. Jika berbeda, pilihan dapat dipertimbangkan, dan hasilnya adalah pilihan yang lebih matang tentang apa yang harus dilakukan. Selain itu, seseorang bisa mendapatkan opini ketiga, terutama jika opini kedua berbeda dari opini pertama.

(Lihat juga Pengantar untuk Memaksimalkan Perawatan Kesehatan.)

Cara Mendapatkan Opini Kedua

  • Orang-orang harus menghubungi penyedia asuransi kesehatan mereka untuk memastikan biaya untuk mendapatkan opini kedua ditanggung oleh asuransi. Mereka juga harus bertanya dan mengikuti prosedur khusus untuk mendapatkan opini kedua.

  • Seseorang dapat meminta dokter mereka untuk merekomendasikan dokter atau spesialis lain. Sebagian besar dokter menerima opini lain. Namun demikian, dokter kedua tidak boleh menjadi rekan dekat dokter pertama karena mereka mungkin memiliki perspektif yang sama. Jika seseorang merasa tidak nyaman bertanya kepada dokter mereka, mereka mungkin dapat bertanya kepada dokter lain yang mereka percayai. Jika tidak, rumah sakit pendidikan universitas, perhimpunan medis khusus (seperti American College of Surgeons atau Sekolah Dokter Bedah Amerika), atau penyedia asuransi sering kali dapat memberikan daftar nama dokter. Meskipun beberapa orang mungkin merasa tidak nyaman bertanya kepada dokter mereka tentang opini kedua, berbicara secara jujur dan sopan tentang mengapa opini kedua mungkin membantu dan meminta rujukan yang paling tepat dapat meningkatkan komunikasi dan menghasilkan keputusan yang lebih baik.

  • Rekam medik orang-orang harus dikirim ke dokter kedua sebelum kunjungan dilakukan. Dengan demikian dokter tersebut diberi waktu untuk mengamati catatan, sehingga mencegah pengulangan tes diagnostik yang tidak perlu. Karena adanya Undang-Undang Portabilitas dan Akuntabilitas Asuransi Kesehatan (Health Insurance Portability and Accountability Act atau HIPAA), seseorang diwajibkan untuk memberikan izin tertulis kepada dokter asli mereka untuk meneruskan catatan atau hasil tes apa pun.

  • Orang tersebut harus menuliskan pertanyaan dan kekhawatiran tentang gangguan mereka dan membawa daftar tersebut untuk didiskusikan dengan dokter kedua.

  • Orang itu umumnya harus pergi ke dokter secara langsung untuk mendapatkan pendapat kedua, alih-alih mengandalkan telemedisin. Agar pendapat kedua bermakna, dokter harus meninjau rekam medik secara menyeluruh dan melakukan semua bagian pemeriksaan fisik yang relevan. Sering kali dokter ingin melihat beberapa studi pencitraan (bukan hanya laporan) atau sampel patologi, dan salinannya harus diperoleh terlebih dahulu.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!