Menggunakan Telemedisin

(Kedokteran Digital; E-Health; Mobile Health)

OlehMichael R. Wasserman, MD, California Association of Long Term Care Medicine (CALTCM)
Ditinjau OlehBrian F. Mandell, MD, PhD, Cleveland Clinic Lerner College of Medicine at Case Western Reserve University
Ditinjau/Direvisi Mar 2025 | Dimodifikasi Apr 2025
v53774616_id

Telemedisin adalah perawatan kesehatan yang disediakan dari jarak jauh, biasanya melalui telepon atau internet. Meskipun kunjungan langsung memiliki beberapa keuntungan, telemedisin adalah alternatif berharga jika kunjungan langsung tidak aman atau tidak mungkin untuk dilakukan. Kemajuan teknologi memungkinkan dokter berinteraksi dengan pasien mereka saat mereka tidak dapat atau tidak boleh bertemu secara langsung.

Telemedisin melibatkan penggunaan:

  • Panggilan telepon

  • Pesan teks

  • Email (biasanya dikirim melalui portal pasien—lokasi aman tempat catatan elektronik pasien, termasuk resep, riwayat kesehatan, dan hasil uji laboratorium, disimpan)

  • Percakapan video menggunakan internet

Tidak semua dokter siap untuk memberikan telemedisin, dan tidak semua kondisi medis dapat atau harus diobati dari jarak jauh.

Seseorang harus memiliki peralatan, layanan, dan perangkat lunak yang diperlukan untuk menggunakan telemedisin. Saat mengatur janji temu telemedisin, seseorang dari klinik dokter harus memeriksa bahwa pasien memiliki sebagian atau semua hal berikut: telepon, layanan internet yang andal, dan ponsel pintar atau komputer yang mampu mendukung aplikasi apa pun yang digunakan klinik untuk mengadakan kunjungan dokter jarak jauh. Klinik dokter dapat meminta pasien untuk menguji koneksi sebelum janji temu virtual dilakukan.

Klinik juga dapat membuat rencana cadangan jika koneksi utama tidak berfungsi. Misalnya, percakapan video mungkin akan terganggu jika audio atau video tidak berfungsi, sehingga dalam kondisi ini mungkin sesi perlu dilanjutkan melalui telepon. Orang atau anggota tim perawatan kesehatan mungkin perlu mengunjungi portal pasien sebelum janji temu virtual, baik di awal atau sebagai bagian dari prosedur check-in; terkadang hal ini juga dilakukan selama kunjungan.

Telemedisin dapat berguna bagi orang-orang yang:

  • Memiliki keterbatasan akses ke perawatan kesehatan, termasuk mereka yang tinggal di daerah pedesaan atau jauh dari tempat praktik dokter

  • Kesulitan bergerak, seperti penderita penyakit Parkinson atau masalah mobilitas lainnya

  • Sarana transportasi terbatas atau tidak ada sama sekali

  • Gangguan atau situasi (misalnya epidemi virus) yang membuat kunjungan langsung dinilai kurang aman

Beberapa kondisi medis lebih cocok untuk penatalaksanaan telemedisin dibandingkan kondisi lainnya. Kondisi kronis yang memerlukan pemantauan rutin, termasuk pembacaan di rumah, seperti tekanan darah dan gula darah, sering kali dapat dikelola menggunakan telemedisin. Orang-orang dapat berbagi dan mendiskusikan data yang mereka kumpulkan di rumah selama janji temu virtual. Mereka juga dapat mencatat data tersebut ke portal pasien mereka agar dapat ditinjau oleh dokter sebelum menghadiri janji temu.

Portal pasien juga berguna untuk berbagai cara lain. Misalnya, orang tersebut dapat meminta atau memperoleh informasi kesehatan yang disimpan secara elektronik dari portal pasien, alih-alih menunggu klinik dokter untuk menghubungi mereka. Beberapa kondisi seperti ruam spesifik (misalnya, cacar api) dapat didiagnosis menggunakan video telemedisin atau foto yang ditransmisikan.

Bagi dokter, telemedisin berguna untuk menentukan kapan kunjungan ke klinik benar-benar diperlukan. Selama krisis kesehatan masyarakat yang melibatkan penyakit menular, seperti pandemi COVID-19, fasilitas perawatan kesehatan berupaya membatasi risiko paparan terhadap praktisi perawatan kesehatan dan pasien. Telemedisin memberikan peringatan di awal yang cukup kepada tim perawatan kesehatan untuk mempersiapkan diri guna memenuhi kebutuhan pasien masing-masing dengan aman serta mematuhi protokol yang melindungi tenaga kesehatan itu sendiri serta pasien lainnya dan staf. Dokter dapat membantu menentukan jarak yang aman:

  • Jika suatu kondisi tidak memerlukan intervensi (misalnya, kasus selesma atau kasus COVID-19 tanpa gejala atau bergejala ringan)

  • Jika suatu kondisi perlu dikonfirmasi dengan tes atau diobati secara langsung (misalnya, radang tenggorokan yang perlu dikultur atau dugaan kasus influenza atau COVID-19 yang memerlukan pengujian atau pengobatan)

  • Jika suatu kondisi memerlukan perawatan segera atau mendesak di fasilitas rumah sakit

Cara memaksimalkan penggunaan telemedisin

Memaksimalkan penggunaan telemedisin sama seperti memanfaatkan kunjungan perawatan kesehatan apa pun, dengan beberapa pertimbangan tambahan:

  • Penting untuk menguji teknologi sebelum melakukan kunjungan virtual yang dijadwalkan. Dengan demikian, ada waktu untuk mengatasi masalah.

  • Mungkin diperlukan bagi orang-orang untuk meningkatkan teknologi mereka guna memenuhi permintaan telemedisin (misalnya, dengan meningkatkan bandwidth internet mereka).

  • Melakukan persiapan tertentu sebelum kunjungan spesifik dapat membantu (misalnya, mengambil dan mengunggah foto ruam kulit)

  • Sebaik apa pun teknologinya, tetap diperlukan rencana cadangan (misalnya, bersiap untuk menuntaskan sesi video yang terputus melalui telepon).

Pada akhir sesi telemedisin, dokter atau tenaga kesehatan profesional lainnya mungkin merekomendasikan agar perawatan medis tambahan diberikan di fasilitas klinik yang lebih konvensional.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!