Perjalanan Waktu Sekarat

OlehElizabeth L. Cobbs, MD, George Washington University;
Rita A. Manfredi, MD, George Washington University School of Medicine and Health Sciences;Joanne Lynn, MD, MA, MS, The George Washington University Medical Center
Ditinjau OlehMichael R. Wasserman, MD, California Association of Long Term Care Medicine (CALTCM)
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Jul 2024
v714376_id

Prognosis adalah prediksi kemungkinan perjalanan dan hasil dari suatu penyakit atau kemungkinan pemulihan dari suatu penyakit. Orang yang sakit parah dan anggota keluarga mereka berhak atas informasi paling lengkap yang tersedia dan kemungkinan prognosis yang paling realistis. Prognosis dapat memberikan kemungkinan penurunan kondisi dan dapat membantu memperkirakan terjadinya kematian tetapi tidak dapat memberikan waktu yang tepat. Tenaga kesehatan profesional terkadang memperkirakan rentang waktu kemungkinan meninggalnya seseorang. Rentang waktu mungkin diperlukan, misalnya, untuk memesan perawatan hospice, yang biasanya membutuhkan prognosis dari dokter yaitu umur yang tersisa kurang dari 6 bulan.

Tahukah Anda...

  • Dokter biasanya tidak dapat memprediksi secara akurat berapa lama orang yang sakit akan tetap hidup. Dokter sering kali lebih membantu dengan memberikan batas-batas hasil yang diantisipasi secara wajar—yang terbaik dan terburuk yang tidak akan mengejutkan.

Setiap penyakit memiliki perkembangan gejala yang berbeda-beda. Misalnya, pada beberapa orang yang sekarat karena kanker, energi, fungsi, dan kenyamanan biasanya berkurang secara substansial hanya dalam satu atau dua bulan terakhir sebelum kematian. Di saat-saat ini, orang tersebut terlihat semakin melemah, dan kenyataan bahwa ajal sudah dekat menjadi jelas bagi semua orang. Penyakit lain, seperti penyakit Alzheimer, gagal hati, dan gagal ginjal, dapat mengalami penurunan yang lebih bertahap sejak awal tetapi terkadang pada tingkat yang tidak dapat diprediksi. Penyakit jantung berat dan penyakit paru obstruktif kronis menyebabkan penurunan yang stabil tetapi dengan episode memburuk yang serius. Episode-episode ini sering diikuti dengan perbaikan, tetapi biasanya kematian terjadi setelah suatu episode atau terjadi perburukan dalam beberapa hari setelah kondisi pasien stabil. Terkadang orang yang sakit berat tetap hidup hingga beberapa bulan atau tahun, melewati kemungkinan yang diperkirakan. Sementara sebagian lainnya meninggal lebih cepat dari yang diperkirakan.

Berkomunikasi dengan orang yang sekarat

Banyak orang merasa sulit untuk mendiskusikan kematian secara terbuka dengan seseorang yang sedang sekarat. Namun, orang yang hidup dengan kondisi yang akhirnya fatal biasanya akan lebih baik jika anggota keluarga terus berbicara dengan mereka dan menyertakan mereka dalam pengambilan keputusan. Saran berikut dapat membantu orang merasa lebih nyaman saat berkomunikasi dengan seseorang menjelang kematiannya:

  • Dengarkan apa yang dikatakan orang tersebut. Tanyakan, misalnya, “Apa yang engkau pikirkan?” alih-alih menutup komunikasi dengan komentar seperti “Jangan bicara seperti itu.”

  • Bicarakan tentang apa yang mungkin dibayangkan oleh orang tersebut untuk keluarga yang ditinggalkan di masa jauh setelah kepergiannya, lalu perlahan tarik kembali ke peristiwa-peristiwa yang lebih dekat dengan saat-saat menjelang kematian. Pendekatan ini memungkinkan pembahasan dimulai dengan lebih lembut, sebelum beralih ke hal-hal yang lebih mendesak, seperti preferensi orang tersebut terkait pengaturan pemakaman dan dukungan bagi orang-orang tercinta.

  • Berbagi kenangan bersama orang yang sedang menghadapi akhir hayatnya adalah cara untuk menghormati perjalanan hidup mereka.

  • Terus berbicara dengan orang yang sekarat, meskipun orang tersebut tidak dapat berbicara. Cara lain untuk berkomunikasi, seperti memegang tangan orang tersebut, memberikan pijat kepada orang tersebut, atau berada di dekat orang tersebut, akan sangat terasa nyaman baginya.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!