Fraktur Tangan

OlehDanielle Campagne, MD, University of California, San Francisco
Ditinjau OlehDiane M. Birnbaumer, MD, David Geffen School of Medicine at UCLA
Ditinjau/Direvisi Mar 2025 | Dimodifikasi Apr 2025
v830241_id

Tulang apa pun pada tangan bisa mengalami patah. Fraktur tangan meliputi:

(Lihat juga Gambaran Umum Fraktur.)

Fraktur tulang karpal umum termasuk fraktur skafoid dan fraktur kait hamate (lihat ), yang biasanya dianggap sebagai fraktur pergelangan tangan.

Agar tangan berfungsi secara normal, banyak otot, tendon, ligamen, dan tulang yang harus bekerja sama. Fraktur yang tampak ringan dapat sangat mencederai jaringan lunak. Jika cedera ini tidak ditangani dengan benar, sendi dapat menjadi kaku, lemah, atau cacat permanen, sehingga dapat menyebabkan disabilitas berat.

Diagnosis Fraktur Tangan

  • Evaluasi dokter

  • Sinar-X

  • Terkadang dilakukan tomografi terkomputasi atau pencitraan resonansi magnetik

(Lihat juga Diagnosis Fraktur.)

Jika seseorang merasa mereka mungkin mengalami fraktur tangan, mereka harus mengunjungi dokter.

Kadang-kadang dokter dapat mendiagnosis fraktur tangan saat memeriksa tangan. Sebelum pemeriksaan, anestesi lokal dapat disuntikkan ke area tersebut. Jika tidak, pemeriksaan mungkin menimbulkan rasa yang sangat nyeri. Biasanya diperlukan pemeriksaan sinar-x.

Terkadang, tomografi terkomputasi (CT) atau pencitraan resonansi magnetik (MRI) diperlukan untuk mengidentifikasi fraktur.

Pengobatan Fraktur Tangan

  • Perban, bidai, atau gips

  • Terkadang pembedahan

  • Latihan tangan

Sering kali, jika fraktur tidak diobati, tangan tetap terlihat tidak beraturan dan mungkin tidak berfungsi secara normal. Oleh karena itu, dokter memanipulasi tangan untuk memindahkan tulang kembali ke posisi normal (reduksi) dan kemudian mengimobilisasi tangan sehingga dapat sembuh secara normal.

Perban, bidai, atau gips dapat digunakan, bergantung pada lokasi dan tingkat keparahan fraktur.

Pembedahan terkadang diperlukan jika tulang bergeser dari posisinya atau jika sendi tidak stabil.

Latihan tangan dimulai sesegera mungkin untuk mencegah hilangnya fungsi.

Cedera Tangan yang Umum Terjadi

Cedera tangan yang umum terjadi meliputi

  • Patah tulang

  • Robekan ligamen (disebut terkilir, atau ruptur)

  • Dislokasi sendi

Ketika ligamen robek, tulang dapat bergerak keluar dari posisinya, sehingga mengakibatkan dislokasi sendi.

Cedera tangan menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan kekakuan serta terkadang membatasi gerakan.

Cedera Spesifik

Fraktur skafoid adalah jenis fraktur pergelangan tangan yang umum terjadi. Area di pangkal ibu jari terasa nyeri jika ditekan dan membengkak.

Fraktur kait hamate dapat terjadi karena menghantam tanah dengan tongkat atau melakukan divot saat bermain golf. Bagian bawah telapak tangan di pangkal jari kelingking terasa nyeri jika ditekan.

Ibu jari terkilir (seperti ibu jari gamekeeper, atau ibu jari pemain ski) adalah robekan pada ligamen yang melekatkan ibu jari ke tangan, biasanya di sisi telapak tangan dari ibu jari. Jika ligamen terkilir parah, orang tidak dapat mencubit. Pembedahan atau pemasangan bidai perlu dilakukan untuk memperbaiki ligamen yang terkilir.

Ruptur ligamen skapholunat, ligamen di pergelangan tangan, dapat terjadi akibat jatuh bertumpu pada tangan yang teregang. Nyeri dirasakan terutama di bagian atas pergelangan tangan. Ligamen biasanya diperbaiki melalui pembedahan.

Dislokasi jari dapat terjadi di pangkal ibu jari atau jari lainnya, di persendian tengah jari (biasanya saat jari tertekuk terlalu jauh ke belakang), atau pada persendian di dekat ujung jari.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!