Jahe

OlehLaura Shane-McWhorter, PharmD, University of Utah College of Pharmacy
Ditinjau OlehEva M. Vivian, PharmD, MS, PhD, University of Wisconsin School of Pharmacy
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Jul 2025
v833900_id

Jahe adalah tanaman berbunga dengan akar (rimpang) yang telah lama digunakan dalam memasak dan dalam obat-obatan dan diduga memiliki efek antioksidan dan antiradang. Antioksidan melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas, yang merupakan produk sampingan yang sangat aktif secara kimia dari aktivitas sel normal. Batangnya mengandung zat yang disebut gingerol, yang memberikan rasa dan bau jahe. Shogaol adalah jenis bahan aktif lainnya. Jahe dapat digunakan dalam kondisi segar, kering, atau sebagai jus atau minyak.

Klaim untuk Jahe

Banyak orang meminum jahe untuk meredakan mual dan muntah terkait kehamilan, mual dan muntah pascaoperasi, mabuk perjalanan, nyeri menstruasi, atau osteoartritis. Beberapa orang meminum jahe untuk membantu mengelola diabetes tipe 2.

Bukti untuk Jahe

Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa jahe efektif untuk mual terkait kehamilan dan mual serta muntah pascaoperasi, tetapi tidak untuk mual yang disebabkan oleh kemoterapi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jahe cukup menurunkan nyeri lutut dan panggul akibat osteoartritis, tetapi penelitian lain tidak mengonfirmasi manfaat tersebut.

Untuk periode menstruasi yang menyakitkan yang tidak disebabkan oleh gangguan lain (dismenore primer), penelitian menunjukkan bahwa serbuk jahe dapat bermanfaat.

Jahe sedang dievaluasi untuk diabetes tipe 2, dan bukti yang muncul menunjukkan sedikit penurunan HbA1C (bentuk hemoglobin yang menunjukkan kadar gula darah rata-rata).

Efek Samping Jahe

Jahe biasanya tidak berbahaya, meskipun sebagian orang mengalami sensasi terbakar saat memakannya. Hal ini juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan dan menyebabkan rasa yang tidak menyenangkan di mulut. Jahe dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Interaksi Obat dengan Jahe

Orang yang meminum jahe dan obat-obatan yang mencegah pembekuan darah mungkin perlu dipantau untuk mengetahui adanya perdarahan atau pembekuan darah.

Rekomendasi untuk Penggunaan Jahe

Jahe relatif aman dan mungkin efektif untuk mual terkait kehamilan serta mual dan muntah pascaoperasi. Jahe juga dapat membantu meredakan periode nyeri akibat dismenore primer.

Informasi Lebih Lanjut

Referensi berbahasa Inggris berikut ini mungkin akan berguna. Harap diperhatikan bahwa Manual ini tidak bertanggung jawab atas konten sumber daya ini.

  1. National Institutes of Health's National Center for Complementary and Integrative Health: Jahe

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!