Vaksin COVID-19

OlehMargot L. Savoy, MD, MPH, Lewis Katz School of Medicine at Temple University
Ditinjau OlehEva M. Vivian, PharmD, MS, PhD, University of Wisconsin School of Pharmacy
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Sept 2025
v54076885_id

Ada beberapa jenis vaksin COVID-19 yang saat ini digunakan di seluruh dunia (hanya vaksin yang saat ini digunakan di Amerika Serikat yang dibahas di sini).

Vaksin COVID-19 memberikan perlindungan terhadap COVID-19, infeksi yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2.

Menerima seri awal vaksin COVID-19 dan kemudian vaksinasi booster (biasanya setiap tahun) adalah cara efektif untuk mencegah infeksi, penyakit parah, dan kematian akibat COVID-19. Orang yang tidak divaksin lebih cenderung meninggal karena COVID-19 dibandingkan orang yang divaksin. 

Jenis Vaksin

Ada 2 vaksin mRNA untuk COVID-19 yang digunakan di Amerika Serikat. Vaksin mRNA mengandung RNA pembawa pesan virus yang telah diproduksi di laboratorium. mRNA memberikan sel-sel dalam tubuh petunjuk tentang cara membuat protein atau suatu bagian dari protein virus. Sistem imun tubuh kemudian dapat mengenali protein virus dan melindungi dari infeksi di masa mendatang.

Ada 1 vaksin protein spike rekombinan untuk COVID-19 yang digunakan di Amerika Serikat. Vaksin ini mengandung protein spike virus corona dalam bentuk tidak berbahaya yang diproduksi di laboratorium dan direkombinasi dengan zat lain. Sistem imun tubuh kemudian dapat mengenali dan memerangi protein spike jika seseorang terinfeksi.

Vaksin COVID-19 tidak mengandung virus hidup apa pun, sehingga tidak dapat menyebabkan infeksi COVID-19 pada manusia. Vaksin ini membantu manusia mengembangkan kekebalan untuk melindungi dari penyakit yang parah akibat infeksi COVID-19.

Dosis dan Rekomendasi untuk Vaksin COVID-19

Semua vaksin COVID-19 disuntikkan ke dalam otot.

Jumlah dosis yang diterima seseorang bergantung pada usianya, apakah ia memiliki sistem imun tubuh yang lemah, dan apakah ia pernah menerima dosis vaksin apa pun. Berbagai organisasi pemerintah atau profesional perawatan kesehatan telah menerbitkan rekomendasi terkait siapa yang harus diberi vaksin COVID-19, dan rekomendasi ini dapat bervariasi. Lihat Centers for Disease Control and Prevention (CDC), American Academy of Pediatrics (AAP), dan American Academy of Family Physicians (AAFP).

Efek Samping Vaksin COVID-19

Vaksin COVID-19 menyebabkan efek samping serupa, yang meliputi:

  • Nyeri, bengkak, dan kemerahan di lokasi injeksi

  • Kelelahan

  • Sakit Kepala

  • Nyeri otot dan sendi

  • Demam dan menggigil

  • Mual dan muntah

  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Efek samping cenderung berlangsung selama beberapa hari.

Ada kemungkinan kecil terjadinya reaksi alergi berat. Hal ini biasanya terjadi dalam beberapa menit hingga 1 jam setelah menerima dosis vaksin dan mungkin memerlukan pengobatan darurat. Jika seseorang mengalami kesulitan bernapas, mereka atau seseorang bersama mereka harus menghubungi perawatan medis darurat (911 di Amerika Serikat) atau pergi ke rumah sakit terdekat. Orang yang pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap vaksin lain atau obat suntik harus mendiskusikan risiko reaksi alergi dengan dokter mereka dan dilakukan observasi setelah pemberian vaksin.

Lihat juga CDC: Keamanan Vaksin Penyakit Virus Korona 2019 (COVID-19).

Masalah jantung miokarditis dan perikarditis telah dilaporkan setelah seseorang menerima salah satu vaksin tersebut, yang menunjukkan kemungkinan peningkatan risiko masalah ini setelah pemberian vaksin. Risikonya tertinggi pada laki-laki berusia muda. Penerima vaksin harus segera mendapatkan perawatan medis jika mereka mengalami nyeri dada, sesak napas, atau perasaan memiliki jantung yang berdetak cepat, bergetar, atau berdebar setelah vaksinasi.

Untuk informasi lebih lanjut tentang efek samping, lihat sisipan kemasan.

Informasi Lebih Lanjut

Sumber daya berbahasa Inggris berikut ini mungkin berguna. Harap diperhatikan bahwa Manual ini tidak bertanggung jawab atas konten sumber daya ini.

  1. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit: COVID-19 Vaccines

  2. CDC: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) Vaccine Safety

  3. American Academy of Pediatrics (AAP): Jadwal Imunisasi Anak dan Remaja yang Direkomendasikan untuk Usia 18 Tahun ke Bawah

  4. American Academy of Family Physicians (AAFP): Vaksin COVID-19: Rekomendasi Imunisasi Musim Gugur 2025-26

  5. European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC): Coronavirus Disease (COVID-19): Vaksinasi yang direkomendasikan

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!