Disfungsi Otak berdasarkan Lokasi

OlehJuebin Huang, MD, PhD, Department of Neurology, University of Mississippi Medical Center
Ditinjau OlehMichael C. Levin, MD, College of Medicine, University of Saskatchewan
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Sept 2025
v736680_id

Berbagai area otak mengontrol berbagai fungsi yang spesifik, oleh karena itu lokasi kerusakan otak menentukan jenis disfungsi yang terjadi.

Bagian-bagian Otak

Sisi mana dari otak yang terpengaruh juga penting karena fungsi kedua bagian otak besar (hemisfer serebral) tidak sama. Beberapa fungsi otak dilakukan secara eksklusif oleh 1 hemisfer. Misalnya, gerakan dan sensasi di 1 sisi tubuh dikontrol oleh hemisfer di sisi yang berlawanan. Fungsi lain terutama dilakukan oleh 1 hemisfer, yang dikatakan dominan untuk fungsi tersebut, dan hemisfer lainnya dikatakan tidak dominan. Misalnya, hemisfer kiri terutama mengendalikan bahasa pada sebagian besar orang. Karakteristik ini disebut dominasi bahasa hemisfer kiri. Kerusakan hanya pada 1 hemisfer otak dapat menyebabkan hilangnya fungsi tersebut sepenuhnya.

Namun, sebagian besar fungsi (seperti memori) memerlukan koordinasi beberapa area di kedua hemisfer. Agar fungsi tersebut benar-benar hilang, kedua hemisfer harus rusak.

Pola disfungsi spesifik dapat berkaitan dengan area otak yang mengalami kerusakan.

Biasanya, dokter dapat mendiagnosis jenis disfungsi dengan mengevaluasi orang tersebut. Mereka mengajukan pertanyaan yang dirancang untuk mengevaluasi fungsi otak spesifik, melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan neurologi, dan juga dapat melakukan tes laboratorium. Tes pencitraan otak, seperti tomografi terkomputasi (computed tomography, CT) atau pencitraan resonansi magnetik (magnetic resonance imaging, MRI), biasanya diperlukan untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan.

Kerusakan Lobus Frontal

Lobus frontal memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Memulai banyak tindakan

  • Mengendalikan keterampilan motorik yang dipelajari, seperti menulis, memainkan alat musik, dan mengikat tali sepatu

  • Mengendalikan proses intelektual yang kompleks, seperti bicara, pemikiran, konsentrasi, pemecahan masalah, dan perencanaan untuk masa depan

  • Mengendalikan ekspresi wajah serta gerakan tangan dan lengan

  • Mengoordinasi ekspresi dan gerak tubuh dengan suasana hati dan perasaan

Umumnya, kerusakan pada lobus frontal menyebabkan hilangnya kemampuan untuk memecahkan masalah dan merencanakan serta memulai tindakan, seperti menyeberang jalan atau menjawab pertanyaan yang kompleks (terkadang disebut fungsi eksekutif). Namun, beberapa gangguan spesifik bervariasi, bergantung pada bagian mana dari lobus frontal yang rusak.

Jika bagian belakang lobus frontal (yang mengontrol gerakan yang disengaja) rusak, dapat terjadi kelemahan atau kelumpuhan. Mengingat setiap sisi otak mengontrol gerakan sisi tubuh yang berlawanan, kerusakan pada hemisfer kiri menyebabkan kelemahan pada sisi kanan tubuh, dan sebaliknya.

Jika bagian tengah lobus frontal rusak, orang dapat menjadi apatis, kurang perhatian, dan tidak termotivasi. Pemikiran menjadi lambat, dan respons mereka terhadap pertanyaan sangat lambat.

Jika bagian belakang tengah lobus frontal yang dominan (biasanya kiri) (area Broca) rusak, orang tersebut dapat mengalami kesulitan mengekspresikan diri dengan kata-kata—gangguan yang disebut afasia Broca (ekspresif).

Jika bagian depan lobus frontal rusak, hal-hal berikut dapat mengakibatkan:

  • Kesulitan untuk menyimpan sementara informasi yang tersedia untuk diproses (disebut memori kerja)

  • Berkurangnya kefasihan berbicara

  • Apatis (kurangnya emosi, minat, dan kekhawatiran)

  • Kurangnya perhatian

  • Respons yang lambat terhadap pertanyaan

  • Kurang dapat menahan diri secara mencolok, termasuk perilaku yang tidak pantas secara sosial

Orang yang kehilangan kemampuan menahan diri dapat menjadi bersemangat (euforia) pada hal yang tidak tepat atau depresi, terlalu argumentatif atau pasif, dan bersikap vulgar. Mereka mungkin tidak peduli dengan konsekuensi dari perilaku mereka. Mereka juga dapat mengulangi apa yang mereka katakan. Sebagian orang mengalami gejala serupa saat mereka bertambah tua atau jika terjadi demensia. Gejala-gejala ini dapat terjadi akibat degenerasi lobus frontal.

Saat Area Spesifik Otak Rusak

Berbagai area otak mengontrol fungsi spesifik. Akibatnya, bagian otak yang rusak menentukan fungsi mana yang hilang.

Kerusakan Lobus Parietal

Lobus parietal memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Menafsirkan informasi sensorik dari seluruh tubuh

  • Menggabungkan kesan bentuk, tekstur, dan berat ke dalam persepsi umum

  • Memengaruhi keterampilan matematika dan pemahaman bahasa

  • Menyimpan memori spasial yang memungkinkan orang untuk berorientasi pada ruang (mengetahui di mana mereka berada) dan mempertahankan pemahaman arah (mengetahui ke mana mereka akan pergi)

  • Memproses informasi yang membantu orang mengetahui posisi bagian tubuh mereka

Fungsi tertentu terutama dikontrol oleh salah 1 lobus parietal (biasanya kiri). Lobus ini dianggap sebagai lobus dominan saat mengendalikan bahasa. Lobus lain (nondominan) memiliki fungsi lain, seperti memungkinkan seseorang untuk menyadari bagaimana tubuh berhubungan dengan ruang di sekitarnya.

Kerusakan pada bagian depan lobus parietal di 1 sisi menyebabkan kebas dan mengganggu sensasi di sisi tubuh yang berlawanan. Orang yang terdampak mengalami kesulitan mengidentifikasi lokasi dan jenis sensasi (nyeri, panas, dingin, atau getaran). Orang tersebut dapat mengalami kesulitan mengenali objek melalui sentuhan (yaitu melalui tekstur dan bentuknya).

Jika bagian tengah rusak, seseorang tidak dapat membedakan sisi kanan dari sisi kiri (disebut disorientasi kiri kanan) dan memiliki masalah menghitung dan menulis. Mereka mungkin memiliki masalah dalam merasakan di mana bagian tubuh mereka berada (indra yang disebut propriosepsi).

Jika lobus parietal nondominan (biasanya yang kanan) rusak, orang mungkin tidak dapat melakukan tugas terampil sederhana, seperti menyisir rambut atau berpakaian—disebut apraksia. Mereka juga mungkin kesulitan memahami bagaimana objek saling berhubungan di dalam ruang. Akibatnya, mereka mungkin kesulitan menggambar dan membangun sesuatu, dan mereka mungkin tersesat di lingkungan mereka sendiri. Orang-orang ini juga dapat mengabaikan sifat serius dari gangguan mereka atau menyangkal keberadaannya. Mereka mungkin mengabaikan sisi tubuh yang berlawanan dengan kerusakan otak (biasanya sisi kiri).

Kerusakan Lobus Temporal

Lobus temporal memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Menghasilkan memori dan emosi

  • Memproses kejadian langsung menjadi memori terbaru dan jangka panjang

  • Menyimpan dan mengambil memori jangka panjang

  • Memahami suara dan gambar, memungkinkan orang untuk mengenali orang lain dan objek, serta mengintegrasikan pendengaran dan bicara

Pada kebanyakan orang, bagian dari lobus temporal kiri mengontrol pemahaman bahasa. Jika bagian tersebut rusak, memori untuk kata-kata dapat terganggu secara drastis, begitu juga kemampuan untuk memahami bahasa—gangguan yang disebut afasia Wernicke (reseptif) (lihat tabel ).

Jika area tertentu dari lobus temporal kanan rusak, memori untuk suara dan musik dapat terganggu. Akibatnya, orang dapat mengalami kesulitan bernyanyi.

Kerusakan Lobus Oksipital

Lobus oksipital berisi pusat utama untuk memproses informasi visual.

Lobus oksipital memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Memproses dan menafsirkan penglihatan

  • Membentuk memori visual

  • Mengintegrasikan persepsi visual dengan informasi spasial yang disediakan oleh lobus parietal di dekatnya

Jika kedua sisi lobus oksipital rusak, orang tidak dapat mengenali objek dengan penglihatan, meskipun mata berfungsi secara normal. Gangguan ini disebut kebutaan korteks. Beberapa orang dengan kebutaan korteks tidak menyadari bahwa mereka tidak dapat melihat.

Kejang yang melibatkan lobus oksipital dapat menyebabkan halusinasi yang melibatkan penglihatan. Misalnya, orang mungkin melihat garis warna saat mereka melihat ke arah tertentu.

Kerusakan Lobus Limbik

(Sistem Limbik)

Lobus limbik mencakup struktur yang terletak jauh di dalam serebrum dan beberapa bagian lobus yang berdekatan, seperti lobus temporalis. Struktur ini memiliki fungsi berikut:

  • Menerima dan mengintegrasikan informasi dari banyak area otak, memungkinkan orang untuk mengalami dan mengekspresikan emosi

  • Membantu membentuk dan mengingat kembali memori

  • Membantu orang menghubungkan memori dengan emosi yang dialami saat memori terbentuk

Kerusakan yang memengaruhi lobus limbik biasanya menimbulkan berbagai masalah perilaku dan memori.

Kejang yang diakibatkan oleh kerusakan pada area lobus temporalis di lobus limbik biasanya hanya berlangsung beberapa menit. Pada awalnya, orang mungkin tidak dapat mengendalikan perasaan mereka atau berpikir jernih. Atau mereka mungkin mencium bau tidak sedap yang tidak ada (sejenis halusinasi). Mereka mungkin tampak bingung dan tidak menyadari lingkungan sekitar dan melakukan gerakan otomatis, seperti berulang kali menelan atau mendecakkan bibir mereka. Selama dan segera setelah kejang (yang disebut keadaan postiktal), beberapa orang mengalami perubahan kepribadian dan gejala psikiatri seperti tanpa humor, religiusitas ekstrem, obsesif, perubahan suasana hati, agresi, paranoia, dan halusinasi. Orang mungkin juga memiliki keinginan yang sangat besar untuk menulis.

Lokasi Lainnya

Banyak fungsi otak dilakukan oleh beberapa area otak yang bekerja sama (jaringan), bukan oleh satu area di otak. Kerusakan pada jaringan ini dapat menyebabkan hal berikut:

  • Agnosia (hilangnya kemampuan untuk mengidentifikasi objek menggunakan 1 atau beberapa indra)

  • Amnesia (kehilangan total atau sebagian dari kemampuan untuk mengingat pengalaman atau peristiwa)

  • Afasia (hilangnya kemampuan sebagian atau seluruhnya untuk mengekspresikan atau memahami bahasa lisan atau tertulis)

  • Apraksia (hilangnya kemampuan untuk melakukan tugas yang memerlukan pola atau urutan gerakan yang perlu diingat)

Disartria (hilangnya kemampuan untuk mengartikulasikan kata-kata secara normal) dapat disebabkan oleh kerusakan pada area otak atau saraf kranial yang mengontrol otot yang terlibat dalam menghasilkan ucapan atau oleh kerusakan pada serat saraf yang menghubungkan area ini.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!