Defisiensi Kromium

OlehLarry E. Johnson, MD, PhD, University of Arkansas for Medical Sciences
Ditinjau OlehGlenn D. Braunstein, MD, Cedars-Sinai Medical Center
Ditinjau/Direvisi May 2025 | Dimodifikasi Jul 2025
v767395_id

Defisiensi kromium jarang terjadi di negara maju dan dapat terjadi akibat pemberian makanan secara intravena (nutrisi parenteral total) yang digunakan untuk waktu yang lama.

Kromium membantu agar insulin (yang mengontrol kadar gula darah) agar berfungsi dengan baik dan mendukung pemrosesan (metabolisme) dan penyimpanan karbohidrat, protein, dan lemak. Namun, belum jelas apakah kromium harus dianggap sebagai elemen runut esensial (wajib). Para ahli belum menentukan apakah suplemen kromium berguna bagi penderita diabetes. Penderita diabetes tidak boleh mengonsumsi suplemen kromium kecuali di bawah pengawasan ahli diabetes.

Hanya sejumlah kecil kromium dalam makanan yang diserap. Kromium lebih mudah diserap jika dikonsumsi dengan makanan yang mengandung vitamin C atau niasin.

Suplemen kromium tidak meningkatkan ukuran atau kekuatan otot.

Gejala defisiensi kromium dapat mencakup penurunan berat badan, kebingungan, gangguan koordinasi, dan penurunan respons terhadap gula (glukosa) dalam darah, sehingga meningkatkan risiko diabetes.

Pengobatan defisiensi kromium dapat melibatkan penggunaan suplemen kromium.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!