Kehamilan Ektopik

Ditinjau/Direvisi Jun 2025 | Dimodifikasi Jul 2025
v26286583_id

Apa yang dimaksud dengan kehamilan ektopik?

  • Kehamilan ektopik terjadi ketika telur yang dibuahi melekat di tempat yang salah, seperti pada tuba falopi

  • Kehamilan ektopik tidak dapat menghasilkan kelahiran bayi

  • Jika tidak segera didiagnosis dan ditangani, kehamilan ektopik dapat menyebabkan perdarahan yang mengancam jiwa wanita yang mengandung

Pada kehamilan yang sehat, sperma memasuki (membuahi) sel telur ketika sel telur sedang berada di salah satu tuba falopi. Tuba falopi menghubungkan ovarium (indung telur tempat sel telur disimpan) dengan uterus (rahim). Telur yang telah dibuahi akan berada di dalam kantong, kemudian akan bergerak ke dalam rahim dan melekat di dalam rahim untuk berkembang.

Kehamilan Ektopik: Kehamilan Salah Tempat

Biasanya, sel telur dibuahi di dalam tuba falopi dan menempel pada rahim. Namun, jika tuba falopi menyempit atau tersumbat, telur dapat bergerak perlahan atau terjebak didalamnya. Sel telur yang telah dibuahi tidak akan pernah mencapai rahim, sehingga terjadi kehamilan ektopik (salah lokasi).

Lokasi kehamilan ektopik bisa berbeda-beda, termasuk di tuba falopi, ovarium, serviks, dan rongga perut.

Pada kehamilan ektopik, telur yang dibuahi tidak menempel di dinding rahim. Alih-alih, sel telur yang dibuahi melekat di tempat lain. Sel telur yang dibuahi dapat melekat di salah satu tuba falopi, di dinding rahim, atau di rongga perut di luar rahim.

  • Telur yang telah dibuahi tidak dapat berkembang dengan benar di luar rahim

  • Kantong yang mengelilingi telur akan pecah, biasanya setelah sekitar 6 hingga 16 minggu sejak kehamilan

  • Saat kantong tersebut pecah, akan terjadi perdarahan yang banyak

  • Janin tidak dapat bertahan hidup

  • Kehamilan ektopik dapat menyebabkan nyeri perut bagian bawah dan perdarahan vagina

  • Jika tidak diobati, kehamilan ektopik dapat mengancam nyawa

  • Terkadang, gejala dapat muncul bahkan sebelum seseorang mengetahui bahwa ia sedang hamil

  • Untuk menyelamatkan nyawa ibu, dokter dapat melakukan operasi atau memberikan obat untuk mengecilkan kehamilan ektopik tersebut

Apa saja gejala kehamilan ektopik?

Jika kantong yang berisi telur belum pecah, kemungkinan tidak ada gejala yang disadari, namun gejala yang mungkin muncul adalah:

  • Perdarahan atau bercak dari vagina

  • Kram atau nyeri di perut bagian bawah

Jika kantong yang melapisi telur sudah pecah, gejala yang mungkin dirasakan adalah:

  • Nyeri yang intens dan terus-menerus di perut bagian bawah

  • Perdarahan berat yang keluar dari vagina (jalan lahir)

  • Perdarahan berat di dalam rongga perut (yang tidak dapat terlihat)

Perdarahan berat dapat menyebabkan pingsan, berkeringat, atau perasaan melayang. Tekanan darah dapat menjadi sangat rendah (kondisi yang disebut syok), dan dapat terjadi kematian.

Bagaimana dokter dapat mengetahui apakah saya mengalami kehamilan ektopik?

Jika Anda dalam usia subur dan mengalami nyeri perut bagian bawah atau perdarahan vagina, pingsan, atau mengalami syok, dokter Anda akan melakukan tes kehamilan. Jika hasil tes kehamilan positif atau Anda mengetahui bahwa Anda hamil:

  • Dokter akan melakukan ultrasound di dalam vagina Anda untuk menemukan lokasi kehamilan

  • Anda akan menjalani tes darah untuk mengukur kadar hormon kehamilan dalam darah Anda

Dengan melakukan ultrasound, dokter biasanya dapat melihat apakah kehamilan berada di dalam rahim Anda atau tidak. Namun, jika masih di awal kehamilan, dokter mungkin tidak dapat menemukan janin dengan ultrasound. Selanjutnya dokter akan memutuskan apa yang harus dilakukan berdasarkan gejala-gejala yang ditemukan dan berapa banyak hormon kehamilan dalam darah.

Jika gejala yang ditunjukkan parah, dokter dapat membuat sayatan kecil tepat di bawah pusar dan menyisipkan slang berkamera (laparoskop) untuk mencari ada tidaknya kehamilan ektopik.

Bagaimana dokter menangani kehamilan ektopik?

Kehamilan ektopik harus diakhiri sesegera mungkin untuk menyelamatkan nyawa ibu.

Obat-obatan

Jika kehamilan ektopik belum pecah dan masih kecil, dokter mungkin akan memberikan suntikan obat yang disebut metotreksat. Obat tersebut menyebabkan kehamilan ektopik menyusut dan menghilang. Terkadang metotreksat tidak berfungsi dan pembedahan akan diperlukan.

Tindakan bedah

Biasanya, mereka akan melakukan pembedahan untuk mengangkat kehamilan ektopik. Tindakan yang paling sering dilakukan adalah pembedahan melalui slang tipis (laparoskop). Jika memungkinkan, dokter hanya akan mengangkat kehamilan ektopik.

Jika kehamilan ektopik berada dalam tuba falopi, terkadang dokter juga harus mengangkat tuba falopi.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!