Gambaran Umum Tentang Nyeri

Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Oct 2025
v39764572_id

Nyeri adalah perasaan tidak menyenangkan yang memberi tahu tubuh Anda bahwa Anda mungkin terluka.

Apa penyebab nyeri?

Cedera, seperti luka sayat, luka bakar, patah tulang, terkilir, dan memar, mengaktifkan reseptor nyeri di sekitar cedera.

  • Reseptor nyeri berada pada ujung serabut saraf panjang

  • Serabut membawa sinyal nyeri ke sumsum tulang belakang Anda

  • Saraf lain di sumsum tulang belakang Anda kemudian membawa sinyal nyeri ke otak Anda

  • Anda hanya merasakan nyeri saat otak Anda memproses sinyal nyeri

Terkadang saraf Anda mengirimkan sinyal nyeri bahkan ketika Anda tidak terluka atau cedera. Ini dapat terjadi ketika saraf Anda telah rusak oleh penyakit seperti diabetes (disebut neuropati diabetes), atau ketika saraf Anda hancur atau terpotong oleh cedera yang Anda alami. Nyeri yang disebabkan oleh kerusakan saraf disebut nyeri neuropatik.

Nyeri alih adalah ketika nyeri dari satu bagian tubuh Anda dirasakan di bagian tubuh yang berbeda. Sebagai contoh, rasa sakit akibat serangan jantung biasanya terasa di dada, karena di situlah jantung Anda berada. Namun terkadang serangan jantung menyebabkan nyeri di leher, rahang, atau lengan kiri karena sinyal nyeri dari area tersebut bergerak di sepanjang saraf yang berada di dekat saraf dari jantung Anda.

Kecemasan, depresi, atau masalah tidur dapat membuat rasa sakit menjadi lebih tidak menyenangkan daripada biasanya.

Bagaimana dokter mengobati nyeri?

Dokter terlebih dahulu mengobati masalah yang menyebabkan nyeri Anda. Misalnya, jika tulang Anda patah, mereka akan mengobatinya dan memasang gips.

Mereka juga dapat memberi Anda obat untuk menghentikan nyeri. Berbagai jenis obat bekerja pada berbagai bagian jalur nyeri:

  • Krim dan gel (anestesi) pengebas masuk ke kulit Anda untuk memblokir reseptor nyeri

  • Suntikan pengebas pada kulit Anda atau sepanjang saraf utama menghalangi sinyal nyeri pada saraf tersebut

  • Suntikan pengebas di sekitar tulang belakang Anda (seperti epidural untuk melahirkan bayi) menghalangi sinyal nyeri pada sumsum tulang belakang Anda

  • Obat nyeri yang diminum melalui mulut atau sebagai suntikan (analgesik) memengaruhi sinyal nyeri di seluruh tubuh Anda

Untuk nyeri neuropatik, dokter terkadang meminta Anda untuk meminum obat antidepresan atau obat antikejang. Obat-obatan ini memengaruhi sinyal saraf dengan cara yang meredakan nyeri meskipun Anda tidak mengalami depresi atau tidak mengalami kejang.

Pengobatan nyeri apa yang tidak melibatkan obat-obatan?

Beberapa pengobatan nyeri tidak melibatkan obat-obatan.

  • Stimulasi saraf listrik transkutan (transcutaneous electrical stimulation, TENS) mengaplikasikan arus listrik lembut ke kulit Anda melalui bantalan lengket kecil. Arusnya akan membuat kesemutan tetapi tidak terasa seperti sengatan. Ini tidak akan menghilangkan nyeri, tetapi dapat membantu sebagian orang.

  • Dokter juga dapat mengaplikasikan stimulasi listrik ke sumsum tulang belakang Anda. Alat ini menanamkan elektroda kawat kecil di sekitar sumsum tulang belakang Anda dan mengirimkan sinyal yang mengganggu sinyal nyeri.

  • Dalam akupunktur, praktisi menempatkan jarum kecil di bagian tubuh tertentu dan melepaskannya setelah beberapa menit. Mereka dapat mengaplikasikan arus listrik kecil ke jarum tersebut. Jarum-jarum ini tampaknya membantu meredakan nyeri, meskipun dokter tidak yakin mengapa.

  • Teknik-teknik pikiran khusus seperti biofeedback, latihan relaksasi, teknik pernapasan, dan hipnosis dapat membantu Anda mengatasi nyeri.

Apa yang dimaksud dengan opioid?

Opioid adalah obat nyeri terkuat. Disebut opioid karena pertama kali berasal dari opium poppy. Beberapa opioid masih berasal dari tanaman, tetapi banyak yang dibuat di laboratorium. Ada banyak opioid yang berbeda, termasuk morfin, oksikodon, fentanil, dan kodein.

Opioid baik untuk meredakan nyeri yang benar-benar parah, seperti luka bakar, patah tulang, atau kanker. Namun opioid dapat memiliki efek samping yang serius sehingga dokter berusaha untuk tidak menggunakannya untuk masalah yang tidak terlalu parah.

Apa efek samping dari opioid?

Opioid membuat Anda mengantuk dan relaks. Jika terlalu banyak mengonsumsinya, Anda dapat:

  • Menjadi sangat bingung

  • Pingsan

  • Berhenti bernapas dan meninggal dunia

Banyak orang meninggal setiap tahun karena overdosis opioid yang tidak disengaja.

Efek samping umum lainnya dari opioid meliputi:

  • Mual (ingin muntah)

  • Konstipasi (tidak bisa buang air besar)

  • Gatal

Apakah saya akan kecanduan opioid?

Opioid membuat Anda merasa nyaman. Setelah Anda mulai menggunakan opioid, akan sangat sulit untuk berhenti. Hal ini dapat menyebabkan gangguan penggunaan zat. Salah satu alasan sulitnya berhenti adalah Anda mengalami gejala putus obat.

Putus opioid dapat terjadi sekalipun Anda meminum opioid kurang dari seminggu. Gejala putus obat akan lebih parah semakin lama Anda meminum obatnya. Gejala putus opioid meliputi:

  • Perasaan cemas dan gelisah

  • Hidung meler dan mata berair

  • Menguap dan berkeringat

  • Kram perut, mual, dan muntah

Untungnya, gejala putus opioid tidak akan membunuh Anda.

Untuk meminimalkan peluang Anda mengalami kecanduan, dokter:

  • Menggunakan opioid hanya untuk nyeri yang tidak dapat dikendalikan dengan pengobatan lain

  • Meresepkan opioid untuk waktu sesingkat mungkin

Apa yang dimaksud dengan OAINS (obat antiinflamasi nonsteroid)?

OAINS adalah obat pereda nyeri seperti aspirin dan ibuprofen. Mereka bukan opioid. Obat ini meredakan nyeri dan menghambat inflamasi, seperti pada sendi yang mengalami inflamasi artritis. Meskipun tidak sekuat opioid, mereka sangat efektif.

Apa efek samping dari OAINS?

Tidak seperti opioid, OAINS tidak membuat Anda mengantuk atau berhenti bernapas. Namun, OAINS dapat:

  • Mengiritasi lambung Anda dan menyebabkan rasa sakit

  • Meningkatkan risiko perdarahan, seperti dari perut atau di otak Anda

  • Menyebabkan masalah retensi cairan dan ginjal

  • Beberapa OAINS meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke

Apa saja obat nyeri lainnya?

Asetaminofen adalah obat nyeri yang sangat umum dijumpai. Obat ini bukan opioid dan sama efektifnya dengan OAINS, tetapi tidak mengganggu perut Anda atau meningkatkan risiko perdarahan. Namun, terlalu banyak asetaminofen dapat merusak hati Anda.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!