Agen Peperangan Kimia Antikolinergik

OlehJames M. Madsen, MD, MPH, University of Florida
Ditinjau OlehDiane M. Birnbaumer, MD, David Geffen School of Medicine at UCLA
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Oct 2024
v43459647_id

Ada banyak jenis agen peperangan kimia yang memengaruhi bagian tubuh yang berbeda. "Antikolinergik" mengacu pada obat-obatan yang menghambat efek asetilkolin kimia (lihat Antikolinergik: Apa Artinya?). Asetilkolin adalah zat yang digunakan oleh beberapa saraf untuk memberi sinyal ke otot dan saraf lainnya (neurotransmiter). Dengan demikian, menghambat efek asetilkolin yang menghambat aktivitas saraf tertentu. Meskipun obat antikolinergik digunakan untuk mengobati keracunan oleh agen saraf, obat-obatan antikolinergik itu sendiri dapat digunakan sebagai agen yang melumpuhkan. Agen yang melumpuhkan bukan dirancang untuk menyebabkan cedera serius atau kematian, melainkan untuk mengganggu personel militer dan mencegah mereka menjalankan misi mereka. Salah satu agen tersebut disebut BZ (agen perang kimia biasanya memiliki kode 1 sampai 3 huruf yang lebih mudah digunakan daripada nama kimianya).

BZ adalah zat padat yang dapat bertahan di lingkungan selama 3 hingga 4 minggu. Korban massal kemungkinan akan terjadi akibat inhalasi BZ teraerosol, meskipun senyawa tersebut juga dapat dilarutkan dan ditempatkan pada permukaan di lingkungan tempat senyawa tersebut dapat diserap melalui kulit.

Gejala Cedera Peperangan Kimia Antikolinergik

Orang yang terpapar BZ mengalami mulut dan kulit kering, pupil membesar (menyebabkan penglihatan buram), dan biasanya detak jantung cepat. Suhu tubuh mereka juga dapat menjadi sangat tinggi (hipertermia). Mereka mungkin menjadi lesu dan kemudian mengalami halusinasi di mana mereka melihat atau mendengar sesuatu. Halusinasi biasanya konkret dan mudah dijelaskan (misalnya, suara orang yang mereka kenal, program televisi imajiner, berbagi rokok imajiner, atau bentuk ganjil). Cara bicaranya mungkin cadel dan orang sering kali mencungkil kulit atau meremas pakaian mereka. Pingsan dan koma dapat berlangsung berjam-jam hingga berhari-hari, tetapi seseorang dapat pulih secara bertahap.

Diagnosis Cedera Peperangan Kimia Antikolinergik

  • Evaluasi dokter

Paparan BZ tidak dapat dideteksi melalui tes laboratorium. Dokter mencurigai adanya paparan pada orang yang mengalami gejala tanpa meminum obat yang memiliki efek samping antikolinergik

Pengobatan Cedera Peperangan Kimia Antikolinergik

  • Menurunkan suhu tubuh yang meningkat

  • Fisostigmin untuk agitasi dan halusinasi

Orang yang terpapar agen antikolinergik seperti BZ biasanya diam tetapi dapat menjadi mengganggu dan mungkin perlu dibatasi gerakannya. Dokter harus mendinginkan orang yang suhu tubuhnya meningkat (lihat Heatstroke: Pengobatan). Mereka memberikan fisostigmin kepada orang-orang yang mengganggu atau sangat tertekan oleh halusinasi tersebut.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!