Kurang Tidur Karena Rawat Inap

OlehMichael Joseph Pistoria, MEng, DO, Lehigh Valley Hospital - Coordinated Health
Ditinjau OlehMichael R. Wasserman, MD, California Association of Long Term Care Medicine (CALTCM)
Ditinjau/Direvisi May 2025 | Dimodifikasi Jul 2025
v15737170_id

Tidur di rumah sakit bisa jadi sulit dilakukan karena berbagai alasan, termasuk:

  • Tempat tidur rumah sakit yang tidak nyaman

  • Penyakit itu sendiri

  • Stres dan kecemasan emosional terhadap penyakit

  • Nyeri setelah pembedahan atau karena kondisi lainnya

  • Kebisingan di rumah sakit (seperti alarm berbunyi, anggota staf yang berbicara di lorong, peralatan yang dipindahkan, atau teman sekamar yang mendengkur)

  • Gangguan di malam hari untuk mengukur tanda-tanda vital (seperti suhu dan tekanan darah), mengambil darah, mengganti selang intravena (IV), atau memberikan obat

Akibatnya, banyak orang yang keluar dari rumah sakit merasa lebih lelah daripada saat memasuki rumah sakit.

(Lihat juga Masalah Akibat Rawat Inap.)

Pencegahan Masalah Tidur di Rumah Sakit

Orang tersebut harus memberi tahu dokter atau perawat mereka bahwa mereka mengalami masalah tidur.

Solusinya dapat mencakup:

  • Memodifikasi alarm bip pada peralatan

  • Memindahkan orang tersebut ke kamar lain jika teman sekamar mereka mendengkur

  • Memberikan obat kepada orang tersebut untuk mengendalikan nyeri, meningkatkan kualitas tidur, atau meredakan kecemasan

  • Menggunakan sumbat telinga

  • Jika memungkinkan, menjadwalkan penilaian dan intervensi oleh staf rumah sakit untuk meminimalkan gangguan tidur

Jika orang tersebut makin baik, mereka dapat bertanya kepada dokter apakah mereka perlu bangun di malam hari untuk mengukur tanda-tanda vital.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!