Efek Transisi Kehidupan pada Lansia

OlehDaniel B. Kaplan, PhD, LICSW, Adelphi University School of Social Work
Ditinjau OlehMichael R. Wasserman, MD, California Association of Long Term Care Medicine (CALTCM)
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Jan 2025
v836261_id

Masa tua biasanya merupakan masa transisi (misalnya, pensiun atau relokasi) dan penyesuaian terhadap kehilangan.

Pensiun

Pensiun sering kali menjadi transisi besar pertama yang dihadapi oleh lansia. Efeknya terhadap kesehatan fisik dan mental berbeda dari orang ke orang, bergantung pada cara pandang dan alasan pensiun. Sekitar sepertiga pensiunan kesulitan menyesuaikan diri dengan aspek-aspek masa pensiun tertentu, seperti berkurangnya pendapatan dan perubahan peran dan hak sosial. Beberapa orang memilih untuk pensiun, karena sudah tidak sabar untuk berhenti bekerja. Sebagian lainnya dipaksa untuk pensiun (misalnya, karena masalah kesehatan atau kehilangan pekerjaan). Persiapan yang tepat untuk masa pensiun dan konseling bagi pensiunan dan keluarga yang mengalami kesulitan dapat membantu. Banyak perusahaan dan lembaga masyarakat yang menawarkan layanan perencanaan pensiun.

Tahukah Anda...

  • Banyak perusahaan dan lembaga masyarakat yang menawarkan layanan perencanaan pensiun.

Relokasi

Relokasi dapat terjadi beberapa kali selama usia senja. Misalnya, orang-orang dapat pindah ke perumahan pensiunan dengan fasilitas yang diinginkan, ke tempat yang lebih kecil untuk mengurangi beban perawatan properti, ke komunitas yang berbeda untuk cuaca yang lebih baik atau berada dekat dengan anggota keluarga, ke rumah kerabat, atau ke fasilitas perawatan di rumah tinggal. Orang-orang yang memberikan respons buruk terhadap relokasi lebih cenderung hidup sendiri, terisolasi secara sosial, miskin, dan/atau depresi. Pria sering kali merespons kurang baik dibandingkan dengan wanita.

Lansia yang mengalami kesulitan keuangan, sosial, dan komplikasi lainnya merasa harus tetap tinggal di rumah atau lingkungan yang bermasalah meskipun ada keinginan untuk pindah. Sering kali, pekerja sosial dapat membantu lansia dalam menilai pilihan mereka untuk pindah atau modifikasi rumah.

Sebagian besar stres tampaknya diakibatkan oleh perasaan bahwa mereka tidak memiliki kendali atas kepindahan mereka dan tidak tahu apa yang akan terjadi di lingkungan yang baru. Bagi lansia yang kehilangan memori, menjauh dari lingkungan yang sudah dikenal dapat meningkatkan kebingungan dan ketergantungan pada orang lain serta menyebabkan frustrasi. Banyak kepindahan yang terjadi secara tiba-tiba, namun sedikit persiapan saja bisa membantu mengurangi stres saat pindah rumah. Orang yang akan pindah rumah harus mengenal lingkungan baru dengan baik sebelumnya, jika memungkinkan. Mengunjungi lingkungan sekitar yang baru dan bertemu dengan calon tetangga bisa sangat membantu.

Risiko Kehilangan, Depresi, dan Bunuh Diri

Berkabung memengaruhi banyak aspek kehidupan lansia. Misalnya, interaksi sosial dan pendampingan menurun, serta status sosial dan keadaan keuangan dapat berubah. Lansia dapat mengalami penurunan kesehatan mereka sendiri setelah kematian anggota keluarga dekat atau teman. Kematian pasangan memengaruhi pria dan wanita secara berbeda. Dalam 2 tahun setelah kematian seorang istri, angka kematian pada pria cenderung meningkat, terutama jika kematian istri berlangsung tiba-tiba. Bagi wanita yang kehilangan suami, datanya kurang jelas tetapi umumnya tidak menunjukkan peningkatan angka kematian.

Beberapa gangguan tidur dan kecemasan adalah hal normal pada orang yang sedang berduka. Efek ini biasanya sembuh dalam beberapa minggu atau hanya beberapa bulan tanpa menggunakan obat-obatan. Jika duka berlangsung berkepanjangan atau berlebihan, jika seseorang menjadi tidak mampu atau tidak mau melakukan aktivitas sehari-hari yang penting sekali pun, atau jika ia berbicara tentang bunuh diri, maka diperlukan evaluasi dan perawatan oleh dokter. Jika dokter mendiagnosis depresi, maka orang tersebut dapat dirujuk ke praktisi kesehatan mental. Terkadang, obat antidepresan dapat membantu.

Skrining depresi merupakan bagian penting dari kunjungan ke dokter. Orang yang merawat dan tenaga kesehatan profesional harus mencari gejala depresi dan menyadari bahwa orang yang kehilangan berisiko tinggi melakukan bunuh diri dan mengalami penurunan kesehatan.

Secara umum, risiko bunuh diri meningkat seiring bertambahnya usia.

Di Amerika Serikat pada tahun 2022, pria lansia yang melakukan bunuh diri hampir 7 kali lebih banyak dibandingkan wanita lansia. Angka kematian akibat bunuh diri pada lansia dianggap remeh karena, misalnya, banyak kematian akibat overdosis opioid yang tidak diselidiki dan kematian yang disengaja karena tidak makan dan minum secara sadar tidak didokumentasikan. Lansia sering kali tidak memberikan peringatan tentang bunuh diri dan sering kali tidak mencari pengobatan kesehatan mental. Tidak hanya itu, dokter cenderung tidak memberikan pengobatan untuk depresi pada lansia dibandingkan pada orang yang lebih muda. Meskipun lansia lebih jarang mencoba bunuh diri dibandingkan mereka yang berada di kelompok usia lain, mereka memiliki tingkat kematian yang jauh lebih tinggi dalam upaya tersebut karena hal-hal berikut lebih mungkin terjadi:

  • Mereka menggunakan senjata api dalam upaya tersebut.

  • Mereka cenderung memiliki lebih banyak masalah kesehatan dan menjadi rapuh.

  • Mereka menghindari intervensi.

  • Mereka cenderung tidak hidup bersama orang lain yang mungkin mendeteksi dan merespons percobaan bunuh diri.

Dengan demikian, risiko kematian karena bunuh diri tinggi di kalangan lansia yang memiliki pemikiran untuk bunuh diri.

Skrining tepat waktu untuk depresi dan pemikiran bunuh diri sangatlah penting. To determine the risk of suicide, health care professionals ask older people who have recently lost a loved one or who seem depressed specific questions about suicidal thoughts.

Untuk membantu transisi yang sulit, lansia mungkin memerlukan konseling, layanan pendukung (seperti National Widowers Organization atau Organisasi Nasional Penanganan Duda/Janda), dan/atau obat-obatan untuk kecemasan atau depresi. Profesional perawatan kesehatan juga harus memasukkan 988 Lifeline ke ponsel mereka dan menunjukkan cara menemukan dan menggunakan informasi untuk menelepon, mengirim pesan, atau mengobrol dengan konselor.

Informasi Lebih Lanjut

Referensi berbahasa Inggris berikut ini mungkin akan berguna. Harap diperhatikan bahwa Manual ini tidak bertanggung jawab atas konten sumber daya ini.

  1. Suicide Is Different (SID). Situs web ini menyediakan panduan, alat bantu, dan pembinaan untuk membantu anggota keluarga dan orang yang merawat untuk memberikan pertolongan kepada orang yang memiliki gagasan untuk bunuh diri agar mereka tetap baik-baik saja. Diakses 26 November 2024.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!