Massa Mediastinal

OlehNajib M Rahman, BMBCh MA (oxon) DPhil, University of Oxford
Ditinjau OlehRichard K. Albert, MD, Department of Medicine, University of Colorado Denver - Anschutz Medical
Ditinjau/Direvisi Dimodifikasi Jul 2025
v6687489_id

Massa mediastinal termasuk tumor, kantong berisi cairan (kista), dan abnormalitas lainnya dalam organ mediastinum. Di dalamnya terdapat jantung, kelenjar timus, kelenjar getah bening, serta bagian dari trakea, esofagus, aorta, tiroid, dan kelenjar paratiroid.

  • Massa ini tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan nyeri dada, penurunan berat badan, demam, kesulitan menelan, batuk, atau kesulitan bernapas, terutama pada anak-anak.

  • Foto rontgen dada, tomografi terkomputasi (CT), dan biopsi diperlukan untuk diagnosis.

  • Pengobatan tergantung pada penyebab massa.

Mediastinum (rongga dada) mengacu pada area yang dibatasi oleh tulang dada (sternum) di depan, tulang belakang di belakang, leher di atas, dan diafragma di bawah. Di dalamnya terdapat jantung, kelenjar timus, beberapa kelenjar getah bening, serta bagian dari trakea, esofagus, aorta, kelenjar tiroid, dan kelenjar paratiroid. Tidak termasuk paru-paru.

Dokter mengklasifikasikan massa berdasarkan bagian mediastinum tempat massa tersebut berkembang: bagian depan (anterior), tengah, atau belakang (posterior—lihat gambar ). Area di mana massa berkembang dapat memberikan petunjuk tentang penyebabnya.

Massa mediastinal dapat berupa:

  • Bersifat kanker

  • Nonkanker

Massa kanker mencakup limfoma (baik Hodgkin maupun non-Hodgkin).

Massa nonkanker mencakup kista di jantung dan kantong seperti kantong atau tonjolan yang berkembang di dinding organ, seperti esofagus (disebut divertikulum) atau aorta (disebut aneurisma). Infeksi dapat menyebabkan kelenjar getah bening di mediastinum membesar.

Anak-anak mungkin mengalami cacat lahir di mediastinum (misalnya, kista, abnormalitas pembuluh darah, atau perkembangan abnormal esofagus).

Organ dapat membesar, seperti yang terjadi ketika gondok terbentuk di kelenjar tiroid.

Gejala Massa Mediastinal

Massa di mediastinum terkadang tidak menimbulkan gejala, terutama massa kecil pada orang dewasa. Massa, termasuk kanker, cenderung menyebabkan gejala pada anak-anak.

Gejala paling umum pada orang dewasa dan anak-anak adalah nyeri dada dan penurunan berat badan. Beberapa massa menyebabkan demam. Lainnya menyebabkan kesulitan menelan. Pada anak-anak, massa mediastinal cenderung menyebabkan batuk atau sesak napas karena massa menekan saluran napas.

Diagnosis Massa Mediastinal

  • Rontgen dada

  • Pemindaian CT

  • Terkadang MRI atau biopsi

Massa di mediastinum sering ditemukan saat rontgen dada dilakukan atau tes pencitraan lain dilakukan untuk mengevaluasi gejala seperti nyeri dada, batuk, atau kesulitan bernapas atau dilakukan karena alasan lain.

Computed tomography (CT) paling sering digunakan untuk menemukan atau menentukan jenis massa dengan tepat. Pencitraan resonansi magnetik (MRI) dan biopsi juga mungkin diperlukan untuk menentukan penyebab massa tersebut.

Pengobatan Massa Mediastinal

  • Pengobatan tergantung pada penyebabnya

Pengobatan bergantung pada penyebabnya. Jika massa bukan kanker dan tidak menimbulkan gejala, dokter dapat memantau orang tersebut secara teratur alih-alih mengobati massa. Kanker dapat diangkat melalui pembedahan atau diobati dengan kemoterapi. Infeksi yang menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening biasanya diobati dengan antibiotik atau obat antijamur.

Uji Pengetahuan Anda
Uji Pengetahuan AndaTake a Quiz!