Sakit kepala neuralgiform unilateral yang berlangsung singkat dengan injeksi konjungtiva dan air mata (SUNCT), gangguan yang jarang terjadi, menyerupai sakit kepala kluster. Nyeri ini biasanya menyebabkan nyeri yang singkat tetapi sering di sekitar mata pada satu sisi kepala.
(Lihat juga Gambaran Umum Sakit Kepala.)
Mengingat kesamaannya, SUNCT dan sakit kepala kluster sering kali dikelompokkan bersama sebagai sefalgia otonom trigeminal. Sefalgia otonom trigeminal juga mencakup hemikrania paroksismal kronis, dan hemikrania kontinua—semuanya gangguan yang sangat jarang terjadi.
Nyeri biasanya terjadi di sekitar mata pada satu sisi kepala. Orang dapat mengalami nyeri hingga 200 kali sehari, dan nyeri dapat berlangsung dari 5 detik hingga lebih dari 4 menit. Mata yang terkena berwarna merah (disebut injeksi konjungtiva) dan sering kali berair (mengeluarkan air mata).
Sakit kepala neuralgiform unilateral yang berlangsung singkat dengan gejala otonom kranial (Short-lasting unilateral neuralgiform headache with cranial autonomic symptoms, SUNA) mirip dengan SUNCT. Ini berbeda dengan SUNCT karena melibatkan injeksi konjungtiva (mata merah darah) atau berair, tetapi tidak keduanya. Gejala SUNCT dan SUNA lainnya serupa. Keduanya adalah sakit kepala neuralgiform unilateral yang berlangsung singkat.
Dokter mendiagnosis SUNCT berdasarkan gejala. Pencitraan resonansi magnetik (MRI) dilakukan untuk mengesampingkan penyebab lain.
Pengobatan SUNCT
Lidokain
Untuk mencegah serangan, obat antikejang, atau injeksi obat-obatan tertentu
Lidokain (anestesi) diberikan secara intravena untuk segera meredakan nyeri.
Untuk mencegah serangan, dokter dapat memberikan obat antikejang (seperti lamotrigin, topiramat, atau gabapentin) atau agen injeksi untuk memblokir atau menstimulasi saraf yang menyuplai mata yang terkena (saraf optik).
